Wakaf Daarut Tauhiid

15 Februari 2026

Eksplorasi Sains di Ibu Kota: Keseruan Study Tour Santri SMP DTBS Putra

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Pada Selasa (10/2/2026), suasana penuh antusias menyelimuti rombongan santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra saat bertolak menuju Jakarta.

Agenda ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah study tour terpadu yang dirancang untuk mengombinasikan unsur edukasi, eksplorasi ilmiah, dan rekreasi.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) di Taman Mini Indonesia Indah. Di sini, para santri mendapatkan kesempatan untuk:

  • Berinteraksi langsung dengan beragam alat peraga sains mutakhir.
  • Mempraktikkan teori fisika melalui simulasi dan eksperimen sederhana.
  • Memahami implementasi teknologi modern dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh santri, termasuk rombongan dari kelas 9C, tampak kompak dengan seragam khas SMP DTBS Putra yang menjadi identitas kebersamaan mereka selama di lapangan.

Petualangan berlanjut ke Dunia Fantasi (Dufan). Menariknya, para santri tidak hanya datang untuk bermain, tetapi juga untuk mengamati fenomena fisika secara nyata.

Wahana-wahana yang memacu adrenalin menjadi sarana belajar mengenai konsep gravitasi, energi, kecepatan, hingga gaya sentrifugal.

“Alhamdulillah, perjalanan ini memberikan wawasan baru. Jika di PP-IPTEK kami membedah teori sains, di Dufan kami merasakan langsung penerapan ilmu fisika lewat wahana permainan yang seru,” ungkap Azkia, santri kelas 8C.

Kegiatan luar sekolah ini membuktikan bahwa proses belajar yang efektif bisa terjadi di mana saja. Selain menambah wawasan intelektual, perjalanan ini juga bertujuan untuk:

  • Melatih Kemandirian: Santri diajak mengelola diri selama perjalanan.
  • Mempererat Ukhuwah: Membangun ikatan persaudaraan yang lebih kuat antar sesama santri.
  • Wawasan Luas: Membuka cakrawala berpikir melalui pengalaman langsung di lapangan.

Study tour ini ditutup dengan kesan yang mendalam, memberikan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan secara lahiriah, tetapi juga kaya akan nilai-nilai pendidikan dan spiritual. (NOV/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Eksplorasi Sains di Ibu Kota: Keseruan Study Tour Santri SMP DTBS Putra Read More »

Jawa Tengah Targetkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Unggulan pada 2027

WAKAFDT.OR.ID | SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tengah tancap gas mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim pada tahun 2027.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi syariah yang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jateng, Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa agenda ini selaras dengan visi Gubernur dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.

“Kami menargetkan pada 2027 mendatang, ekosistem pariwisata ramah Muslim di Jawa Tengah sudah mapan dan beroperasi secara maksimal,” tutur Hanung dalam Rapat Koordinasi di Semarang, Kamis (12/2).

Memahami Konsep “Ramah Muslim”

Terdapat poin penting dalam pengembangan ini: Pemprov Jateng menekankan penggunaan istilah “Pariwisata Ramah Muslim”, bukan “Pariwisata Halal”. Apa perbedaannya?

Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng, Nyata Nugraha, menjelaskan bahwa konsep ramah Muslim lebih inklusif:

Bukan Pelarangan Total: Pelaku usaha masih diperbolehkan menjual produk non-halal, asalkan dipisahkan dengan jelas dari produk halal.

Fokus Fasilitas: Inti dari konsep ini adalah menjamin ketersediaan fasilitas dasar bagi pelancong Muslim, seperti makanan bersertifikasi halal, tempat ibadah (musala) yang bersih, serta petunjuk arah kiblat di kamar penginapan.

Langkah Nyata dan Daerah Percontohan

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi mulai memperkuat halal value chain. Sertifikasi halal untuk produk UMKM di sektor makanan dan minuman terus digenjot guna memberikan rasa aman bagi wisatawan.

Beberapa daerah di Jawa Tengah pun tercatat sudah mulai menerapkan konsep ini lebih awal, di antaranya: Wonosobo, Temanggung, Karanganyar.

Membidik Pasar Internasional

Selain wisatawan domestik, pengembangan ini juga melirik potensi besar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Dengan fasilitas yang sesuai standar kebutuhan Muslim, diharapkan daya tarik pariwisata Jawa Tengah di kancah global akan meningkat tajam.

Pemprov Jateng kini fokus pada standardisasi layanan dan promosi masif agar pada tahun 2027, provinsi ini benar-benar siap menyambut tren wisata religi dan keluarga berskala internasional. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jawa Tengah Targetkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Unggulan pada 2027 Read More »

Aa Gym: Belajar dari Rahasia Kokohnya Sebuah Gedung

WAKAFDT.OR.IDPernahkah kita mengamati sebuah gedung pencakar langit yang berdiri tegak dan megah? Di balik keindahannya, tersimpan sebuah pelajaran berharga tentang kerendahan hati.

Gedung itu bisa bertahan dari guncangan bukan karena bahan-bahannya saling berebut perhatian. Bayangkan jika paku, semen, besi, dan batu bata masing-masing ingin menonjolkan diri di permukaan agar dilihat orang.

Tentu bangunan tersebut akan tampak berantakan, tidak estetis, dan yang paling bahaya: kehilangan kekuatannya.

Gedung menjadi kokoh justru karena setiap elemennya ikhlas menjalankan peran masing-masing. Ada yang tersembunyi di dalam beton, ada yang tertanam di fondasi bawah tanah, namun semuanya bekerja sama secara optimal tanpa harus saling pamer.

Filosofi bangunan ini sangat relevan bagi kita sebagai umat Muslim. Di tengah keberagaman kelompok, tokoh, dan potensi yang ada, kekuatan kita terletak pada kesediaan untuk meredam ego.

Jika kita ingin melihat umat ini kuat dan harmoni, kuncinya adalah berhenti merasa paling hebat dibandingkan kelompok atau sesama saudara lainnya. Kita semua adalah bagian dari satu kesatuan besar. Setiap individu memiliki “pos” amal sholehnya masing-masing:

Tidak ada imam jika tak ada makmum yang mengikuti. Setiap peran, sekecil apa pun, memiliki nilai kemuliaan yang sama di mata Allah selama dilakukan dengan ikhlas.

Menjadi “bangunan” yang saling menguatkan. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan, yang satu menguatkan yang bagian lainnya.” (HR. Muslim).

Alih-alih menonjolkan siapa yang paling berjasa, hal yang seharusnya kita “pamerkan” adalah:

  • Ukhuwah (Persaudaraan): Ikatan hati yang kuat antar sesama.
  • Kolaborasi: Kerja sama nyata dalam membangun umat dan bangsa.
  • Akhlak Mulia: Menampilkan wajah Islam yang teduh dan santun.

Dengan cara inilah dakwah akan terasa dampaknya. Umat tidak hanya menjadi kuat secara kuantitas, tapi juga hidup terhormat karena kesalehannya, serta mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Belajar dari Rahasia Kokohnya Sebuah Gedung Read More »