Wakaf Daarut Tauhiid

28 Februari 2026

Sinergi Wakaf DT dan Bank Indonesia: Program IKHTIAR Hadirkan Akses Air Bersih di Maros

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah terus digalakkan melalui kolaborasi strategis. Pada Kamis (19/2/2026), Wakaf DT melakukan kunjungan silaturahim ke kantor pusat Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.

Pertemuan ini berfokus pada pembahasan program IKHTIAR (Investasi untuk Kehidupan Terbaik di Akhirat) yang menjadi bagian dari rangkaian agenda besar RABBANI 2026/1447 H (Berkah Ramadan Bersama Bank Indonesia).

Kolaborasi Strategis untuk Karyawan BI Se-Indonesia

Sinergi ini bertujuan untuk menghimpun dana wakaf uang dari seluruh karyawan Bank Indonesia di berbagai wilayah tanah air.

Sebagai satuan kerja yang berfokus mengembangkan ekosistem ekonomi syariah, DEKS BI memainkan peran vital dalam mempromosikan dan mengedukasi sektor ini demi mewujudkan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Bank Indonesia diwakili oleh Dwitya Rizki Ardista (Tim DEKS BI), sementara Wakaf DT diwakili oleh Indra Firdaus selaku Nadzir Wakaf DT.

Fokus Utama: Pengadaan Air Bersih di Maros

Salah satu target utama dari kolaborasi program IKHTIAR kali ini adalah aksi kemanusiaan di sektor infrastruktur air bersih. Dana yang terhimpun rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan sumur bor air bersih.

Lokasi Target: Masjid Nurul Ijtihad, Manrimisi, Caddi, Dusun Taipa, Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.

“Melalui sinergi program dan riset yang dilakukan DEKS, diharapkan pengumpulan wakaf uang ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Maros,” tulis pernyataan terkait kegiatan tersebut.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semangat berbagi di bulan Ramadan 1447 H dapat terwujud dalam bentuk nyata yang memberikan dampak sosial jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi wakaf sebagai instrumen ekonomi yang berdaya guna. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi Wakaf DT dan Bank Indonesia: Program IKHTIAR Hadirkan Akses Air Bersih di Maros Read More »

Laporan Kegiatan: Registrasi Daurah & PMK Ramadhan 1447 H / 2026

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Proses pendaftaran dan registrasi ulang untuk program Daurah Ramadhan serta PMK Ramadhan sukses diselenggarakan pada Senin, 23 Februari 2026.

Dimulai sejak pukul 10.00 WIB, acara berlangsung dalam suasana yang kondusif dan penuh semangat dari para calon peserta yang ingin mengoptimalkan bulan suci sebagai momentum perbaikan diri.

Tercatat sebanyak 42 peserta telah resmi terdaftar, yang terdiri dari:

  • 29 Peserta program PMK Ramadhan.
  • 13 Peserta program Daurah Ramadhan.

Tingginya angka partisipasi ini menjadi bukti nyata besarnya tekad para santri untuk mendalami ilmu agama dan memperbaiki interaksi mereka dengan Al-Qur’an sepanjang bulan Ramadhan.

Panitia menerapkan sistem registrasi yang komprehensif. Tidak sekadar urusan administratif, setiap peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi ibadah dan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Tujuan Utama: Hasil dari tes ini akan digunakan sebagai dasar pemetaan (mapping) kelas. Dengan pengelompokan yang akurat sesuai level kemampuan, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih spesifik, efektif, dan memberikan hasil maksimal bagi tiap individu.

Selain tes fisik dan lisan, peserta juga melalui tahap wawancara untuk mendalami aspek motivasi. Banyak dari mereka yang mengungkapkan keinginan kuat untuk:

  • Menyempurnakan tajwid dan kualitas bacaan Al-Qur’an.
  • Membangun kedisiplinan dalam menjalankan ibadah harian.
  • Membentuk karakter islami yang konsisten bahkan setelah Ramadhan usai.

Seluruh rangkaian pembinaan intensif ini akan dilaksanakan sepanjang bulan suci dan dijadwalkan berakhir pada 9 Maret. Fokus utama program tetap pada penguatan pemahaman agama dan kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an.

Semoga langkah awal ini menjadi pembuka jalan bagi para peserta untuk mendapatkan pengalaman spiritual yang bermakna. Harapannya, nilai-nilai kebaikan yang dipelajari selama program dapat melekat dan menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Laporan Kegiatan: Registrasi Daurah & PMK Ramadhan 1447 H / 2026 Read More »

Menjaga Pola Makan Sehat saat Ramadan: Hindari “Balas Dendam” Berlebihan

WAKAFDT.OR.IDMomen berbuka puasa sering kali memicu keinginan untuk menyantap segala jenis hidangan, mulai dari gorengan hingga minuman manis, sebagai kompensasi setelah belasan jam menahan lapar.

Namun, kebiasaan “balas dendam” dengan porsi berlebih ini menyimpan risiko kesehatan yang serius jika tidak dikendalikan dengan bijak.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk tetap berpegang pada prinsip gizi seimbang.

Yuni Zahraini, Ketua Tim Kerja Gizi Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, menekankan bahwa keberagaman takjil yang tersedia di bulan Ramadhan harus disikapi dengan kontrol diri.

“Anjuran berbuka dengan yang manis tetap harus dibatasi dalam porsi yang wajar,” ujar Yuni dalam dialog di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Beliau menjelaskan bahwa konsumsi berlebih pada minuman seperti sirup, teh manis, atau produk kemasan dapat melonjakkan asupan gula harian.

Sebagai gantinya, masyarakat disarankan untuk memastikan proporsi karbohidrat, protein, lemak, serta kecukupan vitamin dari sayur dan buah tetap terpenuhi.

Kebiasaan mengonsumsi gula tambahan dan lemak jenuh (seperti pada gorengan dan santan) tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan:

  • Penumpukan Lemak: Energi berlebih akan disimpan tubuh menjadi lemak, memicu kenaikan berat badan.
  • Penyakit Tidak Menular: Dalam jangka panjang, pola makan buruk ini berisiko menyebabkan diabetes, hipertensi, peningkatan kolesterol, hingga obesitas.

Berapa Batas Aman Konsumsi Gula?

Merujuk pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut adalah panduan konsumsi gula harian:

  • Batas Maksimal: 10% dari total kebutuhan energi (sekitar 50 gram atau 4 sendok makan gula untuk dewasa dengan kebutuhan 2.000 kkal).
  • Rekomendasi Ideal: Ahli gizi menyarankan batas bawah hingga 5% (sekitar 25 gram atau 4 sendok teh) untuk manfaat kesehatan yang lebih optimal.

Perlu dicatat bahwa batasan ini berlaku untuk gula tambahan (gula pasir, sirup, pemanis olahan), bukan gula alami yang terdapat dalam buah-buahan atau susu.

Mengapa Gorengan Harus Dihindari saat Perut Kosong?

Gorengan memang menjadi primadona takjil di Indonesia, namun pakar gizi sangat tidak menyarankannya sebagai menu pembuka. Pakar gizi dari IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi.

“Lemak merupakan zat gizi yang lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat. Karena gorengan tinggi lemak, proses pencernaannya memakan waktu lebih lama,” jelas Karina. Mengonsumsi makanan yang sulit dicerna saat perut kosong setelah berpuasa berisiko mengganggu sistem pencernaan Anda.

Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki pola konsumsi. Dengan mengatur porsi dan membatasi asupan gula, garam, serta lemak, kita dapat menjalankan ibadah dengan tubuh yang tetap bugar dan sehat.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjaga Pola Makan Sehat saat Ramadan: Hindari “Balas Dendam” Berlebihan Read More »