Wakaf Daarut Tauhiid

1 Februari 2026

Aa Gym: Seni Menjemput Takdir, Mengubah “Bubur” Menjadi Keistimewaan

WAKAFDT.OR.IDSaudaraku, mari kita renungkan sebuah hadis yang menjadi kompas bagi setiap Mukmin dalam menghadapi gelombang kehidupan. Rasulullah SAW bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Namun keduanya memiliki kebaikan. Berlombalah untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah. Jika engkau terkena suatu musibah, jangan berkata ‘Seandainya aku mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.’ Tetapi katakanlah, ‘Ini adalah takdir Allah. Apa saja yang dikehendaki-Nya pasti terjadi.’ Karena sesungguhnya ucapan ‘seandainya’ membuka pintu masuknya godaan setan.” (HR. Muslim)

Menutup Pintu Masuk Setan

Beberapa waktu lalu, cucu saya tersiram air panas. Kejadian ini mengingatkan saya pada hadis di atas. Saat sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, godaan terbesar kita adalah berandai-andai. “Coba tadi gelasnya tidak ditaruh di sana,” atau “Gara-gara dia, jadi begini…”

Ketahuilah Saudaraku, ucapan “seandainya” hanya akan menambah kerumitan. Kita jadi sibuk saling menyalahkan, hati menjadi keruh, dan masalah utama justru terbengkalai. Apa pun kejadiannya, langkah pertama adalah menerima dengan lapang dada sambil berucap: “Ini adalah takdir Allah.”

Menerima “Tanda Terima” dari Allah

Menerima takdir itu mutlak. Umpamanya, ada genteng jatuh mengenai jidat kita. Tidak perlu kita berteriak, “Saya tidak terima!” Sebab, “tanda terima”-nya sudah jelas ada di sana, berupa benjol atau luka yang terpampang nyata. Begitu pula dengan musibah lainnya. Terima dulu kenyataannya tanpa kata “seandainya”, agar hati kita tenang untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Filosofi Bubur Ayam: Mengolah Keadaan

Namun, jangan berhenti hanya pada menerima. Ada pepatah mengatakan “nasi sudah menjadi bubur”. Jika itu terjadi, kita tidak perlu membuang bubur tersebut. Tugas kita adalah mencari bumbu, suwiran ayam, kacang, dan kerupuk agar ia menjadi bubur ayam spesial.

Jika tangan melepuh, bawalah ke UGD. Mungkin itu jalan rezeki bagi perawat di sana.

Jika mobil penyok, tidak perlu meratapi bagian yang rusak. Syukuri bagian yang masih utuh, lalu bawa ke bengkel. Mungkin itu rezeki bagi tukang bengkel.

Ambillah hikmah dari setiap kejadian. Yakinlah bahwa Allah Mahamenentukan dan tidak ada takdir yang tertukar. Baik itu rezeki, jodoh, maupun kemuliaan, jika sudah masanya menghampiri, ia tidak akan pernah meleset.

Tauhid yang Bersih: Kunci Ketenangan

Kemuliaan sejati bukan datang dari pujian manusia, melainkan dari ketakwaan yang Allah berikan. Orang yang bertakwa memiliki tauhid yang bersih; ia pasrah dan patuh sepenuhnya kepada Allah. Ia yakin pada sabda Nabi SAW:

“Seorang hamba Allah tidak akan dapat mencapai hakikat iman sehingga dia mengetahui bahwa apa yang menimpanya tidak akan meleset darinya, dan apa yang terlepas darinya tidak akan dapat menimpanya.” (HR. Ahmad & Tabrani)

Tawakal Bukan Berarti Diam

Satu hal yang harus diingat: Ilmu yakin bukan berarti mengabaikan syariat. Meskipun rezeki sudah diatur, kita wajib berikhtiar dengan cara yang halal. Perkara hasilnya belum terlihat, tetaplah tenang karena Allah Maha Melihat perjuangan kita.

Sama halnya dalam berkendara. Kita tetap harus memakai sabuk pengaman dan helm sebagai bentuk ketaatan pada syariat dan aturan. Celaka atau tidak adalah urusan takdir, namun menjalankan prosedur keselamatan adalah amal saleh. Jika takdir buruk tetap menimpa, setidaknya kita dipanggil Allah dalam keadaan sedang menjalankan amal saleh (ikhtiar).

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang kuat imannya, yang sanggup melihat keindahan di balik setiap ketetapan-Nya. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Seni Menjemput Takdir, Mengubah “Bubur” Menjadi Keistimewaan Read More »

Doa Agar Dikaruniakan Anak yang Shaleh

WAKAFDT.OR.IDBerdoa merupakan cerminan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Sang Pencipta. Dengan bersimpuh dan memohon, seorang Mukmin mengakui bahwa hanya Allah Ta’ala tempat menggantungkan segala urusan. Allah pun sangat mencintai hamba-Nya yang senantiasa mengetuk pintu rahmat-Nya melalui untaian doa.

Ikhtiar Langit untuk Generasi Bertakwa

Setiap orang tua tentu mendambakan anak-anak yang tumbuh menjadi pribadi bertakwa dan penyejuk hati. Selain memberikan teladan nyata dalam perilaku sehari-hari (uswatun hasanah), orang tua perlu memperkuat ikhtiar mereka melalui jalur spiritual.

Sebab, hanya Allah Sang Pemilik Hati yang berkuasa membolak-balikkan keyakinan manusia. Doa adalah senjata utama agar buah hati tercinta tetap teguh memegang iman dan Islam hingga akhir hayatnya.

Berikut adalah beberapa pilihan doa dari Al-Qur’an dan lisan para ulama yang dapat diamalkan oleh orang tua:

1. Doa Memohon Keturunan yang Baik (QS. Ali Imran: 38)

Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS saat merindukan kehadiran buah hati. Doa ini sangat baik dibaca sebagai permohonan agar dikaruniai keturunan yang berkualitas secara akhlak maupun spiritual.

رَبِّ هَبۡ لِىۡ مِنۡ لَّدُنۡكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً‌ ‌ ۚ اِنَّكَ سَمِيۡعُ الدُّعَآءِ

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

2. Doa Penyejuk Hati dan Kepemimpinan (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini merupakan permohonan agar keluarga kita, termasuk pasangan dan anak-anak, menjadi sumber kebahagiaan sejati serta teladan bagi orang-orang yang bertakwa.

رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

3. Doa Perlindungan dan Keberkahan Anak

Selain kutipan ayat suci Al-Qur’an, para guru dan ulama sering mengajarkan doa berikut untuk memohon keberkahan serta perlindungan anak dari segala bentuk marabahaya dan pengaruh buruk.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala keburukan), jangan Engkau biarkan mereka tertimpa bahaya, dan anugerahkanlah kepada kami bakti mereka.”

Semoga dengan rutin memanjatkan doa-doa di atas, Allah SWT membimbing anak-anak kita menjadi generasi yang tangguh secara iman dan mulia secara karakter.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Doa Agar Dikaruniakan Anak yang Shaleh Read More »

Menata Kembali Kehidupan: Sinergi Multi-Sektor Kebut Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi

WAKAFDT.OR.ID | MEDAN — Pemerintah Indonesia mengambil langkah masif untuk mengurangi beban pengungsi pascabencana dengan mempercepat ketersediaan tempat tinggal sementara.

Melalui kerja sama dengan lembaga non-pemerintah seperti Buddha Tzu Chi, Dompet Dhuafa, dan Rumah Zakat, ribuan unit Hunian Sementara (Huntara) kini mulai menghiasi titik-titik pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Faktor pendorong utama cepatnya pembangunan ini adalah kemudahan akses lahan, baik menggunakan tanah desa maupun lahan perusahaan. Dari rencana besar pembangunan 17.231 unit, kini sudah lebih dari 4.000 unit siap dihuni oleh warga.

Selain penyediaan fisik bangunan, pemerintah juga menawarkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Skema ini memberikan dana sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan bagi keluarga yang memilih menyewa rumah secara mandiri.

Tercatat sudah 5.932 KK telah menerima dana bantuan ini, dengan penerima terbanyak berada di Aceh (2.559 KK).

“Huntara adalah solusi konkret untuk mengosongkan posko pengungsian,” ujar Tito Karnavian. Ia menambahkan bahwa ketepatan klasifikasi kerusakan rumah (berat, sedang, atau ringan) sangat menentukan efektivitas penyaluran bantuan hunian ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


Menata Kembali Kehidupan: Sinergi Multi-Sektor Kebut Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi Read More »