Wakaf Daarut Tauhiid

5 Februari 2026

Transparansi Terjaga: Yayasan Daarut Tauhiid Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Menjaga amanah publik bukan sekadar jargon bagi Yayasan Daarut Tauhiid (DT). Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola lembaga yang bersih dan akuntabel, Yayasan DT kembali mempublikasikan hasil audit laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024.

Mengapa Audit Laporan Keuangan Itu Penting?

Sebelum membedah hasilnya, kita perlu memahami bahwa audit laporan keuangan memiliki fungsi yang sangat krusial, terutama bagi lembaga pengelola dana umat. Audit berfungsi untuk:

  • Memberikan Keyakinan Independen: Memastikan bahwa laporan keuangan disusun secara objektif dan bebas dari salah saji material.
  • Meningkatkan Kepercayaan: Menjadi bukti bagi para donatur dan pemangku kepentingan bahwa dana yang dititipkan dikelola dengan transparan.
  • Evaluasi Kinerja: Memberikan gambaran yang akurat mengenai posisi keuangan dan kesehatan organisasi.

Hasil Audit: Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dr. Agus Widarsono, SE., M.Si., Ak., CA., CPA., Yayasan Daarut Tauhiid berhasil mempertahankan predikat opini tertinggi dalam akuntansi, yaitu “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP).

Dalam laporan resminya, auditor independen menyatakan:

“Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Yayasan Daarut Tauhiid tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.”

Makna di Balik Opini WTP

Pencapaian ini menunjukkan bahwa seluruh transaksi, pengelolaan aset, serta penyajian laporan arus kas Yayasan Daarut Tauhiid telah dilakukan secara patuh dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia. Bagi para jemaah dan donatur, hasil ini menjadi jaminan bahwa setiap rupiah yang diamanahkan telah dicatat dan dilaporkan dengan kredibilitas tinggi.

Dengan hasil ini, Yayasan Daarut Tauhiid diharapkan terus konsisten dalam mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme dalam menjalankan berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosialnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Transparansi Terjaga: Yayasan Daarut Tauhiid Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Read More »

Mushaf Baru untuk Zahrani, Calon Dokter Penghafal Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | TAPANULI – Sisa-sisa lumpur mungkin masih membekas di sudut-sudut Desa Huta Godang, Tapanuli, Sumatera Utara, namun binar di mata Zahrani Sitompul seolah menghapus duka yang sempat menyelimuti tanah kelahirannya.

Banjir bandang yang menerjang beberapa waktu lalu tidak hanya menghanyutkan harta benda, tetapi juga membawa pergi suara riuh mengaji yang biasanya terdengar setiap sore.

Masjid tempat anak-anak berkumpul runtuh, dan mushaf-mushaf yang biasa mereka dekap kini terkubur atau hanyut terbawa arus deras.

Namun, harapan itu kembali hadir pada periode 23-25 Januari 2026. Tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir di tengah puing-puing sisa bencana untuk mendistribusikan mushaf Al-Qur’an baru bagi para penyintas, salah satunya adalah Zahrani.

Cita-Cita Mulia dari Desa Huta Godang

Zahrani, seorang siswi kelas 6 SD Garoga, bukanlah anak yang mudah menyerah. Di usianya yang masih belia, ia telah menanamkan cita-cita yang luhur: menjadi seorang dokter.

“Saya ingin jadi dokter karena ingin menolong orang lain,” ucapnya dengan nada yakin. Baginya, melihat penderitaan warga saat bencana banjir terjadi semakin menguatkan tekadnya untuk bisa memberikan manfaat bagi sesama di masa depan.

Tak hanya akademis, Zahrani juga seorang pejuang Al-Qur’an. Hingga saat ini, ia telah berhasil menjaga hafalan enam surat pendek di luar kepala. Namun, proses hafalannya sempat terhenti total sejak bencana melanda. Tanpa mushaf dan tempat mengaji, hari-harinya terasa ada yang kurang.

Kembali Mengaji Setelah Sekian Lama Senyap

Saat jemari kecilnya menyentuh sampul mushaf baru dari Wakaf DT, senyum Zahrani merekah. Baginya, ini bukan sekadar buku, melainkan jembatan untuk kembali menyambung hafalannya yang sempat terputus.

“Senang sekali rasanya. Sejak awal bencana sampai sekarang, saya dan teman-teman belum bisa mengaji lagi. Masjid dan Al-Qur’an kami semuanya hanyut dan rusak karena banjir,” ungkap Zahrani dengan mata berkaca-kaca.

Kehadiran Al-Qur’an ini seolah menjadi simbol dimulainya kembali kehidupan spiritual di desa mereka. Suara lantunan ayat suci yang sempat senyap, kini siap menggema kembali dari rumah-rumah darurat dan tenda pengungsian.

Titipan Doa untuk Para Muwakif

Dalam momen penuh haru tersebut, Zahrani tak lupa menitipkan pesan mendalam bagi para donatur atau muwakif yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui program Wakaf DT.

“Terima kasih banyak kepada orang-orang baik (muwakif) yang sudah memberi Al-Qur’an ini. Terima kasih sudah membantu kami supaya bisa mengaji lagi. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” pungkasnya.

Distribusi mushaf ini menjadi pengingat bahwa di tengah duka bencana, dukungan spiritual adalah fondasi penting untuk bangkit.

Melalui setiap ayat yang nantinya dibaca oleh Zahrani dan kawan-kawannya, mengalirlah pahala jariyah bagi mereka yang peduli, sekaligus merajut kembali mimpi sang calon dokter dari Tapanuli ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mushaf Baru untuk Zahrani, Calon Dokter Penghafal Al-Qur’an Read More »

Genjatan Senjata, Tapi Israel Kembali Bunuh 23 Warga Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Gelombang serangan udara besar-besaran kembali menghantam Jalur Gaza sejak Rabu dini hari (4/2/2026). Insiden tragis ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 23 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Serangan ini menjadi sorotan tajam karena merupakan eskalasi besar kedua sejak badan perdamaian Board of Peace (BoP) diresmikan dua pekan lalu.

Pelanggaran di Zona Aman

Militer Israel dilaporkan menyasar sejumlah wilayah seperti lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza, serta kawasan selatan Khan Younis dan al-Mawasi. Ironisnya, lokasi-lokasi tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona aman bagi pengungsi.

Berdasarkan data medis, korban jiwa mencakup enam anak-anak dan enam perempuan. Selain itu, seorang petugas medis dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), Hussein Hasan Hussein al-Sumairy, gugur saat sedang mengevakuasi korban luka di al-Mawasi.

PRCS mengecam keras insiden ini dan menyebutnya sebagai penargetan sengaja terhadap personel kemanusiaan.

Rincian Serangan di Berbagai Titik

Deir al-Balah: Serangan udara menghantam tenda pengungsi, menewaskan seorang gadis berusia 11 tahun bernama Ghada al-Razayna dan ayahnya, Ali al-Razayna.

Khan Younis: Helikopter dan drone Israel menyasar tenda-tenda di wilayah barat. Tim medis yang datang untuk menolong korban justru kembali diserang oleh pesawat tak berawak.

Kota Gaza: Di lingkungan Al-Tuffah, serangan artileri menghantam pemukiman keluarga Haboush dan tenda-tenda di Taman Al-Mahatta, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

Gencatan Senjata yang Dipertanyakan

Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkapkan bahwa sejak gencatan senjata disepakati pada 10 Oktober tahun lalu, Israel tercatat telah melakukan pelanggaran sebanyak 1.520 kali.

Total korban jiwa sejak periode tersebut mencapai 556 orang, di mana mayoritas adalah kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

Mantan anggota komite eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, melontarkan kritik pedas melalui platform X. Ia mempertanyakan efektivitas gencatan senjata yang dimediasi AS tersebut.

“Gencatan senjata macam apa ini jika pemboman terus berlanjut?” tulisnya.

Ia juga menyoroti kondisi memprihatinkan di perbatasan Rafah, di mana warga Gaza yang kembali harus menghadapi interogasi panjang dan penyitaan barang, sementara pasien yang membutuhkan perawatan darurat justru terhambat.

Dalih Militer dan Respons Hamas

Pihak Hamas menilai peningkatan intensitas serangan ini sebagai upaya sistematis Israel untuk menggagalkan fase kedua gencatan senjata.

Mereka membantah klaim Israel mengenai penembakan terhadap tentaranya, dan menyebut hal tersebut hanyalah dalih untuk melegitimasi agresi militer terhadap warga sipil. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Genjatan Senjata, Tapi Israel Kembali Bunuh 23 Warga Gaza Read More »