Wakaf Daarut Tauhiid

24 Februari 2026

Gedung SSG Daarut Tauhiid Rampung 100%, Siap Diresmikan Aa Gym Jumat Ini

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Kabar gembira datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Pembangunan gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid dilaporkan telah mencapai progres 100% pada Senin (23/2). Gedung yang berdiri kokoh ini siap menjadi pusat pergerakan dakwah dan pemberdayaan umat.

Fungsi dan Pemanfaatan Gedung

Gedung baru ini dirancang untuk menjadi fasilitas multifungsi yang mendukung produktivitas komunitas DT, di antaranya:

  • Pusat Operasional: Menjadi kantor resmi Sankar SSG.
  • Wadah Alumni: Ruang kolaborasi dan silaturahmi bagi para alumni Daarut Tauhiid.
  • Pusat Pelatihan: Lokasi berbagai pelatihan (training) untuk mencetak generasi yang berkarakter BAKU (Baik dan Kuat).

Jadwal Peresmian

Jika tidak ada aral melintang, gedung ini akan diresmikan langsung oleh pembina Yayasan Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Acara peresmian dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 27 Februari 2026.

“Gedung ini merupakan aset wakaf Daarut Tauhiid. Sesuai prinsipnya, setiap aset wakaf harus dikelola secara produktif agar memberikan dampak manfaat yang luas bagi umat,” ungkap panitia pembangunan.

Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan fasilitas tersebut dapat memperkuat syiar Islam dan menjadi wasilah keberkahan bagi para wakif (pewakaf) serta masyarakat umum. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gedung SSG Daarut Tauhiid Rampung 100%, Siap Diresmikan Aa Gym Jumat Ini Read More »

Sambut Ramadhan, Baitul Quran DT Ajak Jamaah Selami Makna ‘Mindful Fasting’

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Baitul Quran Daarut Tauhiid (DT) Bandung kembali menggelar program spiritual unggulannya, Kajian & Mabit Qurani.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (14/2) malam ini memadati Masjid Daarut Tauhiid, Jl. Gegerkalong Girang No. 38, Kota Bandung.

Mengangkat tema besar “Mindful Fasting untuk Hati yang Bertaut dengan Quran”, kegiatan ini bertujuan mengubah perspektif umat dalam menjalankan ibadah puasa.

Panitia menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga secara fisik, melainkan sebuah latihan kesadaran hati agar lebih peka terhadap petunjuk Allah SWT yang terkandung dalam Al-Quran.

Hadir sebagai pembicara utama, Ustadz Imam Nuryanto, Pembina Mahad Al-Mujaddid Bandung. Dalam pemaparannya yang mendalam, beliau menyoroti pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Quran (Bulan Al-Quran) dengan kesadaran penuh atau mindfulness.

“Puasa adalah instrumen untuk memperhalus hati dan memperbaiki niat. Kita ingin keterikatan dengan Kalamullah tidak berhenti di lisan saja, tetapi meresap ke dalam sikap dan amal nyata sehari-hari,” pesan Ustadz Imam di hadapan para jamaah.

Agenda yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB ini tidak hanya diisi dengan ceramah. Para peserta diajak untuk hanyut dalam kekhusyukan melalui rangkaian tilawah bersama dan ditutup dengan ibadah qiyamul-lail yang syahdu pada dini hari.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari suasana majelis yang hangat namun penuh perenungan. Salah satu jamaah yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Kajian ini menjadi pengingat berharga bahwa puasa bukan sekadar rutinitas tahunan. Saya merasa lebih tenang dan termotivasi untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama dalam memperbaiki diri,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Mabit ini, Baitul Quran DT berharap pesan-pesan Al-Quran dapat membumi dalam keseharian masyarakat luas. Selain dihadiri langsung oleh jamaah di lokasi, acara ini juga disiarkan secara live streaming bagi mereka yang berhalangan hadir secara fisik.

Pihak penyelenggara menutup kegiatan dengan doa dan harapan agar Allah SWT senantiasa melembutkan hati umat, mengokohkan niat ibadah, serta menautkan setiap langkah hidup manusia dengan cahaya Al-Quran, baik dalam ucapan maupun akhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sambut Ramadhan, Baitul Quran DT Ajak Jamaah Selami Makna ‘Mindful Fasting’ Read More »

Transformasi Wakaf Uang: Menuju Kemandirian Pendidikan Pesantren di Indonesia

WAKAFDT.OR.IDSebuah babak baru dalam dunia filantropi Islam segera dimulai. Sejak tahun 2025, Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersiap menggelar perhelatan strategis bertajuk “Waqf Goes to Pesantren (WGTP)”.

Bertempat di Pesantren Cipasung yang legendaris, acara ini mengusung misi besar: “Menggerakkan Wakaf Uang untuk Kemandirian dan Kemajuan Pendidikan Pesantren”.

Agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah gerakan nyata untuk merevolusi tata kelola ekonomi di jantung pendidikan Islam Indonesia.

Evolusi Wakaf: Dari Aset Diam Menjadi Modal Produktif

Secara historis, wakaf di Indonesia identik dengan aset fisik (wakaf khairi) seperti tanah makam, masjid, atau bangunan sekolah.

Padahal, jika merujuk pada akar syariatnya, wakaf adalah instrumen “dana abadi” di mana pokok hartanya dijaga ketat, sementara hasil pengelolaannya dialokasikan untuk kemaslahatan umum.

Kini, konsep wakaf uang (cash waqf) muncul sebagai solusi kontemporer yang lebih inklusif. Berdasarkan Fatwa MUI (2002) dan UU No. 41 Tahun 2004, wakaf uang memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk berderma tanpa harus memiliki tanah luas.

Cukup dengan nominal yang terjangkau, seseorang sudah bisa berinvestasi akhirat sekaligus memperkuat ekonomi umat.

WGTP BWI: Jembatan Perubahan

Program Waqf Goes to Pesantren (WGTP) oleh BWI dirancang sebagai katalisator untuk mempercepat transformasi ini. Terdapat empat fokus utama dalam gerakan ini:

  • Edukasi & Literasi: Membangun pemahaman komprehensif mengenai potensi wakaf tunai di lingkungan pesantren.
  • Penguatan Nazhir: Mendorong lahirnya pengelola wakaf (nazhir) yang profesional, transparan, dan akuntabel di tiap institusi.
  • Mobilisasi Alumni: Menggerakkan potensi jaringan alumni yang masif sebagai basis wakif (pemberi wakaf).
  • Model Bisnis Produktif: Merumuskan strategi investasi dana wakaf agar menghasilkan surplus yang berkelanjutan.

Sebuah Panggilan Peradaban

Kemandirian pesantren bukan lagi sekadar wacana. Melalui optimalisasi wakaf uang, pesantren dapat berdiri tegak di atas kaki sendiri, bebas dari ketergantungan donasi yang tidak menentu.

WGTP adalah langkah awal untuk menyatukan visi antara pemerintah, ulama, dan umat guna menjadikan wakaf sebagai motor penggerak pendidikan Islam yang modern dan berdaya saing global. (H. Anas Nasikhin, M.Si/BWI)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Transformasi Wakaf Uang: Menuju Kemandirian Pendidikan Pesantren di Indonesia Read More »