Yayasan Daarut Tauhiid

Search
Close this search box.

Admin WakafDT

Wakaf Produktif Ukir Senyum Dhuafa di Indramayu

Wakaf Produktif Ukir Senyum Dhuafa di Indramayu

INDRAMAYU – Harun dan Rosani bisa sedikit lega, karena mereka tidak perlu membeli beras dan minyak, serta kebutuhan dapur lainnya untuk beberapa hari ke depan. Rosani tersenyum ketika bantuan paket sembako hasil wakaf produktif sampai di tangannya. Begitupun dengan Harun, suaminya.

Suami istri yang bekerja sebagai buruh tani tersebut setiap hari harus memutar otak agar penghasilan mereka bisa mencukupi kebutuhan empat anaknya yang masih kecil dan empat anak lainnya yang sedang menempuh pendidikan, dari mulai jenjang perguruan tinggi hingga SMP. 

“Penghasilan saya, ya sehari, dari pagi sampe sore bisa 75ribu. (suami) iya juga segitu. Tapi itu gk tiap hari. Cuman Sebulan awal, kalau padinya udah tumbuh ya gak setiap hari, sekali-sekali. Jadi tiga bulan ke sananya cuman kayak mupuk, nyemprot. Gak setiap hari,” ujar Rosani saat tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) berkunjung ke rumahnya yang berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah di pinggiran kali Cimanuk, Indramayu, Kamis (22/2/2024).

Mereka mengucapkan terima kasih kepada para wakif yang telah menyisihkan hartanya untuk berwakaf program Wakaf Produktif, yang hasilnya bisa mereka terima. Mereka mendoakan, semoga Allah membalas kebaikan para wakif Wakaf DT.

“Terima kasih sekali kepada para muwakif, sangat membantu sekali untuk ekonomi saya, untuk meringankan beban saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada para muwakif Wakaf (DT),” ucap Harun.

Selain Keluarga Harun, para jompo dhuafa dan yatim piatu menerima bantuan paket sembako. Di antaranya Maisem, Sarniti, dan Ari yang hanya bisa berbaring karena stroke, Rayem dan Thoyibin yang sudah tidak bisa melihat, serta Fitri dan Tomo yang yatim dan yatim piatu.

Haru terlihat di wajah para penerima manfaat wakaf produktif (mawukuf alaih) tersebut, terutama Mbah Maisem dan Mbah Sarniti, saat paket sembako untuk mereka disimpan dekat mereka. Sambil kesulitan berbicara karena stroke, Maisem dan Sarniti mengucapkan terima kasih kepada para wakif. 

Begitupun dengan Mbah Thoyibin dan Rayem, dengan mata yang sudah tidak bisa melihat, mereka meraba-raba paket sembako yang diberikan. Seketika senyum bercampur haru terlihat di wajah mereka, kemudian mengucapkan rasa syukur mereka dan terima kasih kepada para wakif.

“Terima kasih para muwakif yang telah berwakaf. Ini sangat bermfaat sekali. Alhamdulillah,” ucap Thoyibin yang terkena kebutaan akibat Diabetes yang dideritanya, Jumat (23/2/2024) 

Cash Wakaf, Program Wakaf Produktif Wakaf DT

Tim Wakaf DT mengantarkan langsung paket sembako hasil wakaf produktif langsung ke rumah mereka di Indramayu. Wahid Ikhwan Nurdin, Staf Kemitraan Wakaf Produktif mengungkapkan, bantuan ini bisa menjadi bukti bahwa hasil wakaf produktif memang bisa bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya bantuan kepada yatim puatu dan dhuafa. Pahalanya, tegas Wahid, akan terus mengalir karena harta wakafnya diproduktifkan terus menerus dan hasilnya bermanfaat juga terus menerus.

Dia menyebutkan, Wakaf DT menggulirkan program wakaf produktif yang bernama Cash Wakaf. Cash Wakaf, jelasnya, merupakan program wakaf uang yang dikelola secara produktif yang hasilnya digunakan untuk bantuan kemanusiaan, dakwah, pendidikan, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.

“Bantuan ini masuknya bisa ke program Cash Wakaf for Humanity atau Cash Wakaf untuk kemanusiaan, karena memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, seperti dhuafa dan anak yatim,” jelas Wahid. (AID)

Baca juga: Wakaf untuk Ibu dari Sa’ad bin Ubadah

Pengecoran lantai selasar masjid dt eco 2

Sampai Pengecoran Lantai Selasar, Berapa Progres Masjid DT Eco 2?

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid (DT) Eco 2 (Masjid DT Eco 2) terus mengalami kemajuan. Ahad (25/2/2024), terlihat pekerja dan para santri melakukan pengecoran lantai selasar masjid.

Tjiptadi, Manajer Projek Pembagunan Masjid DT Eco 2 mengungkapkan, secara angka progres pembangunan Masjid DT Eco 2 sudah mencapai 36% sebelum dicor. Setelah dicor, progresnya akan bertambah menjadi 37,5%.

“Progres pembangunan sebelum pengecoran ini, sudah 36%. Kalau setelah pengecoran akan menjadi sekitar 37,5%,” jelas Tjiptadi.

Nantinya, jelas Tjiptadi, Masjid DT akan dibangun setinggi tiga lantai; lantai rubanah, lantai utama, dan lantai mezanin. Lantai utama sendiri dibagi menjadi lantai dalam masjid dan lantai selasar (serambi).

Tjiptadi mengatakan, pengecoran lantai utama bagian dalam masjid sudah dilakukan sebelumnya. Para pekerja dibantu masyarakat sekitar mengecor lantai utama bagian dalam. Dia menjelaskan, pengecoran harus dilakukan semi manual, artinya tidak menggunakan truck molen, tapi molen biasa dan coran langsung disebar secara manual.

“Kita bisa lihat jarak antara mesin ke area pengecoran relatif jauh. Jadi kita membutuhkan tenaga tambahan. Dan Alhamdulillah, hari ini para santri ikut dalam pengecoran. Sebelumnya, pengecoran lantai utama bagian dalam dibantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pengecoran, lanjut Tjiptadi, dilakukan secara semi manual karena akses jalan menuju Masjid DT Eco 2 tidak kuat untuk menahan kendaraan berat molen. 

“Pengecoran dilakukan secara semi manual ya, karena ini menggunakan mesin molen biasa dan manual. Ini dilakukan dikarenakan jalan menuju ke sini (Masjid DT Eco 2) tidak kuat menahan kendaraan molen,” pungkas Tjiptadi.

Fahrudin, Nazhir Wakaf DT mengatakan, pembangunan Masjid DT Eco 2 menjadi ladang amal, terutama ketika pengecoran yang membutuhkan tenaga langsung. Namun, jika tidak bisa membantu langsung, siapapun bisa ikut membantu membangun Masjid DT Eco 2 dengan ikut berwakaf pembangunan Masjid DT Eco 2.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita melakukan pengecoran Masjid DT Eco 2. Mudah-mudahan bersama-sama santri karya dan masyarakat, kita yang dipilih menjadi jalan terbangunnya rumah Allah Subhana Wa Taala ini, pahalanya terus berlipat. Bagi yang tidak bisa hadir, membantu dengan doa, mensupport dengan biaya. Mudah-mudahan kebersamaan kita membangun rumah Allah ini menjadi jalan dibangunkan rumah di surga,” ucap Fahrudin. (AID)

Baca juga: Progres Terkini Pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT

Pengecoran lantai selasar masjid dt eco 2

Santri Antusias Terlibat Pengecoran Masjid DT Eco 2

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana pengecoran lantai Masjid Daarut Tauhiid (DT) Eco 2 tampak berbeda dari biasanya pada Ahad (25/2/2024). 

Yang biasanya hanya para pekerja yang terlihat berjibaku dengan bahan-bahan dan alat-alat pengecoran, kali ini para santri karya (santri karya) dan satri program terlihat antusias terjun langsung mengecor lantai Masjid DT Eco 2.

Rustandi, salah seorang santri mengungkapkan, dirinya merasa terpanggil untuk ikut terjun langsung mengecor karena termotivasi oleh teladan sang guru, KH. Abdullah Gymnastiar dan ingin mendapatkan pahala mengalir abadi dengan mewakafkan tenaganya.

“Alhamdulillah, yang pertama, saya ngekos jadi waktunya flexibel. Yang kedua, ini ladang amal, apalagi guru kita sudah sangat luar biasa pengorbanannya, masa iya santrinya gak ikut kontribusi minimal tenaga. Insya Allah,  Mudah-mudahan jadi amal jariyah buat saya dan teman-teman,” ungkapnya saat ditanya motivasi ikut langsung mengecor Masjid DT Eco 2.

Hal senada juga diungkapkan oleh Isman Maulana, Santri Program Diniyah Formal. Isman merasa semangat dan serius ikut mengecor langsung lantai Masjid DT Eco 2 karena ingin meraih pahala mengalir abadi.

“Pengecoran ini sangat serius karena mendapatkan pahala yang mengalir,” ujar Isman saat ditemui saat istirahat di sela pengecoran.

Bhekti Tri Wahyuningtyas, Ketua Tim Motinoring Pembangunan DT mengatakan,seluruh  pengecoran Masjid DT Eco 2 dilakukan secara manual, tanpa truck molen. Hal tersebut, jelas Bhekti, dikarenkan area sekitar masjid, terutama akses jalannya tidak mampu menahan beratnya truck molen.

Bhekti mengungkapkan, pengecoran tidak bisa diselesaikan oleh pekerja karena harus langsung selesai sehingga membutuhkan tenaga tambahan. Oleh karena itu, pelaksana pembangunan mengajak para santri dan masyarakat untuk ikut terlibat langsung. 

“Jadinya ini dilakukan secara manual. Seluruhnya. Nah, karena untuk pengecoran harus sekali jadi, tidak bisa dibagi-bagi untuk satu bagian masjid, seperti sekarang kita kan mengecor lantai selasar. Kalau pegecorannya tidak sekaligus nanti kerasnya tidak akan sama,” jelas Bhekti.

Tjiptadi, Manajer Proyek Pembangunan Masjid DT Eco 2 menyebutkan, pengecoran lantai selasar akan dibagi menjadi 2 shift bagi santri; pagi sampai siang dan siang sampai sore. Untuk proses keseluruhan pengecoran lantai selasar, lanjutnya,  membutuhkan 70 meter kubuk coran dengan perkiraan selesai sampai jam 10 malam.

“Pengecoran di lantai utama ini dibagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama dan kedua sudah, yaitu lantai utama. Nah sekarang lantai serambi (selasar) sebelah timur, tahap ketiga. Tahap ketiga ini membutuhkan sekitar 70 (meter) kubik. Karena keterbatasan waktu para relawan (santri), makan kami bagi menjadi 2 shift, pagi dan siang sampai sore. Dan untuk rencana pengerjaan ini sampai jam 10 malam,” jelasnya.

Pembangunan Masjid DT Eco 2 merupakan bagian dari program Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin. Bagi yang ingin meraih rumah di surga sekaligus meraih pahala mengalir abadi, bisa ikut berwakaf untuk program Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin. 

Wakaf bisa ditransfer melalui rekening BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi call center Wakaf DT: 085 200 123 123. (Aid)

Baca juga: Telah Kantongi Izin, Panitia Pembangunan Masjid Eco 2 Sosialisasi ke Warga Sekitar

Wakaf DT kembali salurkan mushaf wakaf ke Indramayu

Wakaf DT Kembali Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Indramayu

WAKAFDT.OR.ID | INDRAMAYU – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bekerja sama dengan Yayasan Quantum Arbain Nusantra menyalurkan mushaf hasil program Wakaf Mushaf Al-Quran ke Indramayu pada Kamis (22/2/2024) dan Jumat (23/2/2024). Tim Wakaf DT menyalurkan 164 Mushaf ke dua pesantren tahfiz. 

Sebanyak 64 mushaf disalurkan ke Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo di Kecamatan Sindang, dan sebanyak 100 mushaf Nahdlotul Mubtadiin Al-Islamy di Kecamatan Indramayu.

Kedua pesantren menyambut baik kedatangan mushaf wakaf yang sudah mereka tunggu-tunggu tersebut. Muadil Adha, Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Al-Urwatu Wutsqo berterima kasih kepada Wakaf DT dan para wakif yang telah berwakaf. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada Wakaf DT, Alhamdulillah atas perhatian dan kerja samanya dalam rangka menyalurkan Al-Quran dari wakif dalam program Wakaf Daarut Tauhiid,” ucapnya

Dia berharap Mushaf Wakaf Al-Quran yang diterima bisa membantu para santri yang kurang beruntung belum bisa membeli mushaf Al-Quran dan memudahkan para santri dalam menghafal.

“Karena kita pesantren tahfiz dan di pesantren ini dari latar belakang santri ada yang mampu dan ada yang tidak mampu, Alhamdulillah dengan adanya penyaluran dari Wakaf Daarut Tauhiid ini bisa membantu mereka dalam rangka memudahkan mereka menghafal apalagi Al-Quran yang kami terima ini Al-Quran hafalan,” ungkapnya.

Selain membantu para santri, Muadil juga berharap, mushaf Al-Quran Wakaf bisa membantu masyarakat sekitar untuk bertilwah, terutama selama bulan Ramadhan yang akan segera datang karena kondisi Al-Quran yang ada sudah tidak layak pakai.

“Karena tadi disampaikan bahwa ini juga bukan sekadar untuk santri, tapi sebagai inventaris, kami juga menyampaikan, ini akan berguna bagi masyarakat karena masjid kita di sini setiap hari Jumat, bahkan nanti di Ramadhan, di 10 hari terakhir itu bakal berdatangan mayarakat. Dan mereka bertilawah dan salah satunya dengan Al-Quran yang sudah ada ini karena Al-Quran yang sudah ada, covernya sudah tidak ada dan (rusak) lain sebagainya,” pungkasnya.

Riyadi Suryana, Manager Program Wakaf DT menjelaskan, jumlah penyaluran mushaf wakaf disesuaikan dengan jumlah penghimpunan wakaf yang tersedia. Sebelumnya Wakaf DT juga sudah menyalurkan mushaf wakaf ke Indramayu dan beberapa tempat daerah lainnya, di antaranya Madiun, Madura, dan Pangandaran.

Bagi masyakarat yang ingin berwakaf, lanjut Riyadi, bisa langsung datang ke Kantor Wakaf DT di Gegerkalong atau transfer Bank BSI 75332 75332 atau Bank Danamon Syariah 8800299136 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid.

“Nilainya 150 ribu rupiah per mushaf. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi call center wakaf (085200123123),” ucap Riyadi. (AID)

Baca juga: Wakaf Daarut Tauhiid Gait Quantum Arbain Nusantara untuk Distribusi Mushaf Al Quran di Wilayah Indramayu

food court dt

Unik, Ini Konsep Food Court DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Setelah peresmiannya pada Jum’at (12/1/2024), hingga saat ini Food court Daarut Tauhiid (DT) mengalami perkembangan dengan jumlah pelanggan yang masih naik turun. Penanggung jawab Food court DT, Lela mengatakan stand jualan sudah lengkap. 

“Dari 13 stand yang disediakan semuanya terisi penuh, walaupun masih ada yang belum maksimal dan masih proses. Pelanggan juga mulai naik, hanya saja masih naik turun,” ujarnya saat ditemui, Rabu (21/2/2024). 

Banyaknya stand serta menu yang beragam seperti ayam geprek, soto, tahu walik, chicken katsu, cuanki, dapur ECO dan masih banyak lagi, ditambah fasilitas yang menunjang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung untuk datang. 

Lela menyampaikan, Food court DT tentunya menyediakan fasilitas yang nyaman seperti free wifi, pelayanan yang baik seperti menyarankan menu yang recommended, dan menu diusahakan tidak sama di setiap stand-nya agar bervariasi, menyediakan tempat parkir yang luas dan memadai, serta harga terjangkau.

“Paling mahal sekitar 25 ribu.” ujarnya. 

Yang menjadi nilai tambah. lanjut Lela, dari food court DT adalah bangunan yang digunakan dibangun di atas tanah wakaf produktif dan memasukkan nilai-nilai yang sifatnya Islam dalam pengelolaannya. 

“Contohnya ketika adzan sudah berkumandang maka semua pedagang diminta untuk salat dulu terlebih dahulu, terutama yang ikhwan wajib untuk salat di  masjid sedangkan pelanggan masih boleh untuk menunggu, suasananya dibuat senyaman mungkin, pelanggan juga diberikan kata-kata pengingat yang ditempel di meja, dan pelanggan juga diminta untuk kembali merapikan bekas makanan yang dipesan sendiri (self service),” jelasnya.

Lela mengungkapkan, selama hampir dua bulan setelah peresmian, food court DT belum pernah menerima keluhan dari para pengunjung. 

“Alhamdulillah, kalau komplain dari pelanggan selama ini sih tidak pernah ada dan harapannya semoga food court DT ini dapat dikenal lebih banyak orang lagi,” pungkasnya.

Sumber: daaruttauhiid.org

Baca juga: WGI Nobatkan Indonesia Sebagai Negara Paling Dermawan di Dunia

Wakaf DT salurkan hasil wakaf produktif

Wakaf DT Salurkan Hasil Wakaf Produktif ke Indramayu

WAKAFDT.OR.ID | INDRAMAYU – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali menyalurkan bantuan  dari hasil wakaf produktif kepada para dhuafa. Kali ini, lembaga wakaf yang sudah mengantongi surat tanda bukti nazhir (STBN) wakaf uang tersebut menyaurkan hasil wakaf produktif ke Kabupaten Indramayu. 

Wakaf DT menyalurkan bantuan dari hasil wakaf produktif tersebut selama dua hari, yakni Kamis (22/2/2024) dan Jumat (23/2/2024). Bantuan diberikan kepada 8 penerima manfaaat, yang terdiri dari yatim, yatim piatu, dan dhuafa.

Wahid Ikhwan Nurdin, Staf Kemitraan Program, sebagai tim penyaluran hasil wakaf produktif mengungkapkan, penyaluran dilakukan atas kerja sama dengan mitra nazhir yang ada di Indramayu, yakni Rumah Yatim Arbain, yang diwakili oleh Fajar Ramadhan, salah seorang Asatiznya.

“Insya Allah, bantuan akan disalurkan kepada penerima manfaat. Ada satu orang anak yatim, satu orang anak yatim piatu, keluarga dhuafa yang anaknya tahfiz, satu orang yang kakinya mengecil tapi dia masih muda, kemudian sisanya lansia yang tidak bisa apa-apa karena stroke. Ada juga lansia yang katarak,” jelas Fajar saat diskusi denga tim Wakaf DT, Kamis (22/2/20024)

Wakaf DT memberikan bantuan berupa paket Sembako kepada lansia dan keluarga dhuafa. Sementara itu, kepada anak yatim dan anak yatim piatu, Wakaf DT memberikan paket belanja untuk dibelikan sesuai kebutuhan mereka.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah memberikan paket belanja kepada Sutomo dan Fitri. Mereka anak yatim dan anak yatim piatu. Kemudian, paket sembako kepada keluarga pak Harun, keluarga dhuafa dengan 11 anak dan 3 di antaranya hafiz dan hafizah,” ujar Wahid. 

Wahid mengungkapkan, bantuan ini bisa menjadi bukti bahwa hasil wakaf produktif memang bisa bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya bantuan kepada yatim puatu dan dhuafa. Insya Allah, lanjut Wahid, pahalanya akan terus mengalir karena harta wakafnya diproduktifkan terus menerus dan hasilnya bermanfaat juga terus menerus.

Dia menyebutkan, Wakaf DT menggulirkan program wakaf produktif yang bernama Cash Wakaf. Cash Wakaf, jelasnya, merupakan program wakaf uang yang dikelola secara produktif yang hasilnya digunakan untuk bantuan kemanusiaan, dakwah, pendidikan, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.

“Bantuan ini masuknya bisa ke program Cash Wakaf for Humanity atau Cash Wakaf untuk kemanusiaan, karena memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, seperti dhuafa dan anak yatim,” jelas Wahid. (AID)

Baca juga: Manfaat Wakaf Produktif Bagi Pembangunan Ekonomi

Wakaf Korporasi

Wakaf Korporasi di Zaman Rasulullah

Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia, Dr. Imam Teguh Saptono, M.,M. menjelaskan wakaf pertama kali dilakukan sahabat nabi Umar bin Khatab, dengan mewawakafkan sebuah kebun kurma. Begitu juga dengan Utsman bin Affan yang berwakaf sumur. Pada zaman itu, kelembagaan korporasi belum terwujud sebagaimana layaknya perseroan terbatas. Seandainya saat itu Umar dan Utsman sudah memiliki perusahaan maka yang diwakafkan bukan kebun atau sumur, melainkan PT Umar atau Utsman TBK Enterprise.

Imam mengatakan, bagi masyarakat Arab Saudi, wakaf kebun kurma dan sumur banyak manfaatnya dikarenakan, keduanya itu memberikan banyak keuntungan seperti kebun kurma dapat menghasilkan kurma yang hasilnya bisa dijual dan hasil dari keuntungan penjualan bisa didistribusikan kepada mauquf alaih. Sedangkan, untuk sumur, bagi masyarakat timur tengah merupakan alat produksi karena tidak mugkin kebun dialiri sungai, karena disana tidak ada sungai.

Kedua bentuk wakaf diatas, menurut Imam adalah bentuk nyata dari wakaf. Karena Wakaf sesungguhnya merupakan benda-benda atau aset-aset produktif. “Wakaf ini sesungguhnya adalah benda-benda atau aset-aset yang produktif,” terangnya.

Wakaf berkembang sangat pesat dibeberapa Negara. Bahkan telah lazim sebuah korporasi diwakafkan.

Imam menambahkan makna tentang wakaf sendiri tidak dijumpai dalam Al-Qur’an tapi dapat dijumpai disejumlah hadits. Meski tidak ada dalam Al-Qur’an, para ahli tafsir mayoritas sepakat merujuk surat Ali ‘Imran Ayat 92 yang berbunyi:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali ‘Imran: 92)

Menurut Imam bila konteksnya dihubungkan dengan para pengusaha. Bagi mereka itu,harta terbaiknya bukanlah bottom line menyisihkan hasil sebagian dari labanya, melainkan unit usaha atau perusahaannya yang menghasilkan laba tersebut. Dikarenakan laba perusahaan tiap tahun berbeda. Dan semakin kinerja perusahaan baik serta produk produknya laku banyak dipasaran maka keuntungan perusahaan meningkat terus dari tahun ketahun.

Imam mencontohkan, misalnya Fulan mempunyai laba 5 milyar. Kemudian ia mewakafkan 10 persen dari keuntungannya atau sebesar 500 juta rupiah. Ketika Fulan ditanya apakah laba sebesar 5 milyar yang didapat dari perusahaan atau korporasinya merupakan harta terbaik? Fulan menjawab tidak. Karena nilai tersebut merupakan keuntungan tahun ini. Bagaimana dengan tahun depan, 2 tahun lagi, 3 tahun lagi dan seterusnya.

Setelahnya, Fulan menjawab harta terbaik adalah engine atau alat penghasil daripada aset tersebut yaitu korporasi atau perusahaan yang ia miliki karena menghitung hasil dari keuntungan aset tersebut akan bertambah tiap tahunnya.

Maka, otomatis bagi seorang pengusaha harta terbaik adalah korporasinya itu sendiri. Itulah konsep mengapa konsep korporasi wakaf di negara maju itu sudah lazim atau sudah diterima oleh masyarakat luas.

Imam melanjutkan dengan menjelaskan mengenai wakaf korporasi sesungguhnya bagian dari amal jariyah. Untuk itu, Imam menghimbau agar dalam menjalankan wakaf korporasi harus memperhatikan kesiapan nazhir. Karena wakaf korporasi harta dan manfaatnya terus berkesinambungan sampai akhir zaman. Maka dalam hal ini wakaf korporasi menuntut adanya keprofesionalan nazhir.

Dan ini menjadi tantangan buat Indonesia. Apabila wakaf korporasi ini dijalankan. Kita membutuhakn lahirnya nazhir-nazhir yang profesional. Menurut sejarah, dulunya nazhir merupakan sebuah profesi yang menjadi idaman para anak muda cerdas brilian yang memilki kompetensi yang luar biasa.

Maka dari itu, sudah sewajarnya, kita harus membangkitkan kembali keprofesionalan nazhir dan menjadikan nazhir sebagai tempat idaman para kaum milenial untuk mengembangkan karirnya. Karena disinilah letak aset umat dipercayakan pada mereka.

Berbicara wakaf korporasi, diceritakan kisah 9 dari 10 sahabat rasul yang dijamin masuk surga adalah pengusaha. Tapi biasanya berhenti disitu jarang diteruskan tentang sejarah bahwa 9 sahabat rasul pengusaha yang dijamin masuk surga sembilan-sembilannya mewakafkan perusahaannya.

Sumber: bwi.go.id

Baca juga: Manfaat Wakaf Produktif Bagi Pembangunan Ekonomi

Kisah-Wakaf-untuk-Ibu-Dari-Saad-bin-Ubadah

Wakaf untuk Ibu dari Sa’ad bin Ubadah

WAKAFDT.OR.ID | Sa’ad selalu berusaha berbakti kepada orang tuanya secara maksimal. Saat ibunya wafat, Ia tidak ada di dekatnya karena sedang berjuang bersama Rasul di perang Dumatul Jandal. Setelah kembali ke Madinah, Sa’ad memohon kepada Rasulullah untuk menyolatkan jenazahnya. Rasulullah kemudian menyolatkan ibunya walau telah wafat satu bulan sebelumnya.

Setelah itu, Sa’ad bertanya kepada Rasul, “Ibu saya telah wafat tapi dia tidak mewasiatkan apapun kepada saya. Bolehkah saya bersedekah atas nama beliau dan apakah itu bermanfaat untuknya ?” Beliau Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab, “Iya.”

Lalu Sa’ad bertanya kepada Rasul tentang apa yang paling disukai oleh Rasulullah. Rasul meminta Sa’ad untuk menyediakan air minum karena saat itu sedang terjadi krisis air. Setelah mendengar keinginan Rasul, Sa’ad langsung menggali sumur dan beliau melakukannya atas nama ibunya. Di lain waktu, Sa’ad juga pernah memberi kebunnya untuk sedekah atas nama ibunya. Dan Rasulullah menjadi saksi atas sedekah Sa’ad bin Ubadah.

Kisah Saad bin Ubadah di atas adalah dasar bahwa wakaf (sedekah jariyah) bisa dihadiahkan untuk seseorang walau pun ia sudah meninggal dunia.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang dimanfaatkan, doa anak yang sholeh” (HR Muslim no 1631).

Sumber: bwi.go.id

Baca juga: Kisah Nenek Adhe, Wakafkan Hartanya untuk Mendiang Orangtua

wakaf keuangan syariah

Perkembangan Wakaf ke Arah Wakaf Produktif Keuangan Syariah

WAKAFDT.OR.ID | Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagai lembaga non struktural pemerintah mendapat amanah untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional. 

Pengembangan dana sosial syariah, bersama dengan pengembangan jasa keuangan syariah, merupakan elemen penting dalam menguatkan penumbuhan industri halal dan bisnis syariah nasional yang perlu saling terintegrasi dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Wakaf sebagai bagian dana sosial syariah termasuk sektor yang menjadi fokus program kerja prioritas KNEKS.

Pengembangan sektor wakaf memiliki posisi strategis sehubungan keunikan fungsinya dalam mendukung perekonomian nasional. Meski masih dominan bersifat sosial dalam bentuk sarana masjid/mushola, pesantren/sekolah dan makam, wakaf hari ini telah mulai bergeser kepada bentukbentuk pengelolaan yang bersifat produktif dan investatif. 

Aset produktif yang mulai berdiri antara lain rumah sakit, klinik, rumah makan, perkebunan, pertanian, dan lainnya. Dalam bentuk investasi, kini kita mengenal Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS), Cash Wakaf Linked Deposit (CWLD), Reksadana Wakaf, Wakaf Saham, Wakaf Manfaat Asuransi, dan lainnya.

Skema-skema pembiayaan wakaf produktif juga sudah mulai diperkenalkan dan diregulasi, seperti Sukuk Linked Wakaf dan Securities Crowd Funding Syariah untuk proyek wakaf di bawah 10 milyar rupiah. Stakeholder wakaf pun semakin meluas. 

Kementerian Agama, BWI dan Kementerian ATR/BPN, Nazhir dan Asosiasi Nazhir, kini mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan, DEKS Bank Indonesia, OJK, BP Tapera, Kementerian PUPR, Bursa Efek Indonesia, industri keuangan syariah, dan lainnya. 

Perkembangan wakaf hari ini merupakan satu milestone yang sangat positif dalam ikhtiar kita bersama dalam meningkatkan kontribusi wakaf terhadap perekonomian. Wakaf yang bersifat produktif, akan mendukung pemberdayaan masyarakat, penyerapan lapangan kerja, efisiensi investasi infrastruktur dan sarana produksi masyarakat. 

Wakaf yang dikelola dalam produk keuangan syariah, akan berkontribusi dalam mendukung pendanaan pembangunan dan pendalaman keuangan syariah. Hasil dari pengelolaan wakaf selanjutnya menjadi sumber pendanaan sosial yang berkelanjutan untuk beragam program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi mikro, lingkungan bagi penerima manfaat yang membutuhkan. 

Dengan demikian, secara tidak langsung Wakaf telah berkontribusi dalam peningkatan elemen Investasi dan Konsumsi dalam Produk Domestik Bruto Nasional. (Dr. Ahmad Juwaini Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS dalam Sambutan Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029)

Baca juga: BWI Terbitkan Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029

penanaman-145-bibit-pohon di wakaf eco 3

Lestarikan Lingkungan Kawasan Wakaf PDTI Eco 3, DT Peduli Kuningan Lakukan Penghijauan

WAKAFDT.OR.ID | KUNINGAN – DT Peduli Kuningan dan Saka Wanabakti telah menyelenggarakan kegiatan Penghijauan dengan penanaman 145 bibit pohon di lingkungan Masjid Rahmatan Lil’alamin, Kawasan Wakaf Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Eco 3 di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, pada Jumat (9/2/2024). Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Eco Pesantren 3 terhadap kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan penghijauan tersebut, dihadiri oleh Direktur Utama DT Peduli Jajang Nurjaman anggota Saka Wanabakti (Satuan Karya Pramuka di Bidang Kehutanan), dan perwakilan Dinas Kehutanan Kabupaten Kuningan serta Gema Jabar Hejo yang turut mendukung pengadaan bibit.

Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman mengatakan, melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan Eco Pesantren 3 ingin berkontribusi dalam mewujudkan keseimbangan alam dan kehidupan Islami yang harmonis.

“Penanaman pohon ini sejalan dengan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil’alamin yang kami junjung tinggi. Saya berharap kegiatan ini dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk menanam dan memelihara pohon,” imbuhnya.

Selain kegiatan penghijauan, di Eco Pesantren 3 saat ini juga sedang dilakukan pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin, dalam tahap pemasangan rangka pondasi dan dinding penahan tanah (DPT). Diharapkan masjid ini nantinya dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan bagi masyarakat sekitar, serta menjadi simbol perpaduan antara nilai-nilai Islam dan kelestarian lingkungan.

Sumber: dtpeduli.org

Baca juga: Capai 32,73%, Pembangunan Masjid Eco 3 Tahap 1 Direncanakan Selesai Awal Ramadhan