Wakaf Daarut Tauhiid

18 Februari 2026

Bahaya Laten “Hubbud-Dunya”: 6 Sanksi Bagi Pemuja Dunia Menurut Para Ulama

WAKAFDT.OR.ID | Obsesi berlebihan terhadap materi dan kemewahan sering kali dianggap sebagai ambisi hidup yang wajar di era modern ini. Namun, di balik topeng produktivitas tersebut, para ulama memperingatkan adanya risiko spiritual yang fatal.

Dalam kitab Nashaihul Ibad, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani mengutip peringatan keras dari Hasan al-Basri mengenai konsekuensi bagi mereka yang lebih mengutamakan dunia daripada akhirat.

Seseorang yang terjebak dalam cinta dunia biasanya terobsesi pada harta dan jabatan, yang kemudian memicu lahirnya sifat-sifat buruk seperti kikir, egois, hingga menghalalkan segala cara demi kepuasan sesaat.

Tiga Siksaan di Alam Dunia

Menurut Hasan al-Basri, Allah SWT akan memberikan tiga bentuk hukuman langsung saat pelakunya masih menjalani kehidupan di dunia:

  • Angan-angan Tanpa Batas: Terjebak dalam lamunan panjang tentang masa depan hingga melupakan kematian yang bisa datang kapan saja. Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa ajal sering kali menerkam manusia di saat mereka tengah sibuk mengejar angan-angannya.
  • Ketidakpuasan yang Rakus: Munculnya rasa haus akan materi yang tidak pernah padam. Kerakusan ini justru akan mengikis kemuliaan jiwa dan mendorong seseorang pada hal-hal yang tidak jelas hukumnya (syubhat).
  • Hilangnya Kenikmatan Ibadah: Karena hati dan pikiran terlalu penuh dengan urusan duniawi, seseorang tidak lagi mampu merasakan manisnya berkomunikasi dengan Sang Pencipta dalam setiap sujud dan doanya.

Tiga Siksaan di Alam Akhirat

  • Setelah kehidupan dunia usai, masih ada tiga penderitaan berat yang menanti para pemuja dunia di pengadilan akhirat:
  • Ketakutan Luar Biasa di Hari Kiamat: Menghadapi situasi yang mencekam dan mengejutkan pada saat kebangkitan.
  • Hisab (Perhitungan) yang Sangat Berat: Setiap sen harta dan setiap detik waktu yang digunakan untuk mengejar dunia akan diperhitungkan secara detail dan dahsyat.
  • Penyesalan Abadi: Munculnya duka dan kesedihan panjang karena menyadari bahwa apa yang dikejarnya selama di dunia tidak memberikan manfaat apa pun bagi keselamatannya di keabadian.

Waspadai Tipu Daya Angan-angan

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa jika manusia benar-benar bisa melihat betapa dekatnya ajal, maka ia akan membenci segala tipu daya angan-angannya yang melalaikan. Menyeimbangkan antara ambisi hidup dengan persiapan kepulangan ke akhirat adalah kunci agar kita terhindar dari enam siksaan tersebut.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bahaya Laten “Hubbud-Dunya”: 6 Sanksi Bagi Pemuja Dunia Menurut Para Ulama Read More »

Jelang Ramadhan, DT Peduli Salurkan Wakaf Mushaf Al Quran ke Boyolali

WAKAFDT.OR.ID | BOYOLALI Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Ramadhan, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Jawa Tengah menyalurkan bantuan mushaf al-Qur’an kepada para santri di wilayah pelosok pada Rabu sampai Kamis (11–12/2). Penyaluran dilakukan di Tulung, Magelang, serta Desa Bengle dan Sambiroto, Kecamatan Wonosamudro, Boyolali.

Ketiga wilayah tersebut masih memiliki keterbatasan sarana belajar keagamaan. Ketersediaan mushaf yang minim serta jumlah pengajar yang terbatas membuat santri harus berbagi mushaf al-Qur’an dan belajar secara bergantian. Menjelang Ramadhan, kebutuhan mushaf menjadi semakin penting karena meningkatnya aktivitas mengaji, tadarus, dan hafalan.

Bantuan disalurkan oleh DT Peduli Jawa Tengah kepada Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Sayyidul Quro, TPQ Darul Ulum, dan TPQ At-Taqwa. Penyaluran mushaf disambut hangat oleh para santri dan pengajar karena membantu mereka belajar dengan lebih nyaman dan fokus.

Ustaz Ghifari dari TPQ Sayyidul Quro menyampaikan kesannya, “Alhamdulillah, sekarang anak-anak bisa memegang mushaf masing-masing. Belajar jadi lebih fokus. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ucapnya. 

Ustaz Aprilianto dari TPQ Darul Ulum juga mengutarakan pendapatnya. “Mushaf baru ini membuat anak-anak semakin semangat mengaji. Mereka merasa diperhatikan dan lebih termotivasi,” katanya. 

Sementara itu, Kepala TPQ At-Taqwa, Ali Mahfud, juga menyampaikan pendapatnya. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. In sya Allah mushaf ini akan dipakai setiap hari oleh santri kami,” tuturnya. 

Melalui program ini, DT Peduli Jawa Tengah berharap para santri di pelosok desa dapat menyambut Ramadan dengan fasilitas belajar yang lebih layak, sehingga semangat membaca dan mencintai al-Qur’an semakin tumbuh. (FR)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jelang Ramadhan, DT Peduli Salurkan Wakaf Mushaf Al Quran ke Boyolali Read More »

Aa Gym: Al-Quran Adalah Jalan Kehidupan Maka Pahami Artinya

WAKAFDT.OR.IDSalah satu kunci istiqomah adalah terus belajar mencari ilmu, dan salah satu sumber ilmu adalah Al-Qur’an.

Oleh karenanya kita harus berupaya meluangkan waktu membaca Al-Quran dan memahami artinya. Sambil juga kita mempelajari bahasa arab agar kita memahami setiap bacaan Al-Quran.

Al-Quran merupakan sumber utama dalam belajar yang diturunkan oleh Alloh melalui malaikat Jibril kepada Rosullulah Shallallahu ‘alaihi wassalam, selain mendapat pahala dari membaca Al-Qura, kita juga akan mendapatkan hidayah dan petunjuk karena memahami isi Al-Quran.

Mendengarkan lantunan bacaan Al Quran merupakan amal sholeh dan akan diberikan hidayah juga taufik, sebagaimana yang pernah dialami sahabat Nabi Umar bin Khattab. Alloh Ta’ala berfirman yang berbunyi: 

“Sungguh, Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” (QS. Al Isra: 9).

Dengan Al Quran, kita bisa mengerti dan memahami hakekat kebatilan serta kejahatan. Pemahaman itu mengantar kepada kita untuk mau dan mampu membersihkan jalan yang akan kita lalui agar terhindar dari kejahatan dan kebatilan tadi.

Dengan demikian, Al Quran menjadi pengontrol pribadi agar selalu mawas diri ketika menjalani kehidupan ini.

Maka penting dalam hidup kita, sehari-harinya selalu diisi bersama Al Quran. Supaya kita istiqomah bersama Al Quran maka berkumpullah dengan orang-orang baik, orang yang punya kesukaan juga dalam membaca Al Quran.

Ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, maka kita juga akan kebagian wanginya, begitu juga kalau bergaul dengan tukang penempa besi maka kita akan mendapatkan percikan apinya.

Maka marilah kita menjadi orang yang senantiasa haus akan ilmu, terutama ilmu Al Quran yang isinya sangat luas dan penuh dengan petunjuk kehidupan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Al-Quran Adalah Jalan Kehidupan Maka Pahami Artinya Read More »