Wakaf Daarut Tauhiid

21 Februari 2026

Selama Ramadan, Masuk Kawasan Al Aqso Diperketat

WAKAFDT.OR.ID | YERUSALEM – Memasuki bulan suci Ramadan yang dimulai pada Rabu (18/2/2026), pemerintah Israel mengeluarkan kebijakan baru terkait akses ibadah di Masjid Al-Aqsa. Otoritas setempat mengumumkan hanya akan memberikan izin kepada 10.000 warga Palestina untuk melaksanakan sholat Jumat di masjid suci tersebut.

Keputusan ini disampaikan oleh COGAT, badan kementerian pertahanan Israel yang mengurusi wilayah pendudukan. Namun, kuota tersebut tidak bersifat terbuka. Setiap jamaah wajib mengantongi izin harian khusus dan memenuhi kriteria usia yang sangat ketat.

Berdasarkan aturan yang dirilis, akses menuju kompleks Al-Aqsa hanya dibuka bagi:

  • Pria: Usia 55 tahun ke atas.
  • Wanita: Usia 50 tahun ke atas.
  • Anak-anak: Maksimal usia 12 tahun.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran besar mengingat secara tradisional, ratusan ribu umat Muslim biasanya memadati Al-Aqsa selama Ramadan.

Selain pembatasan jamaah, Departemen Wakaf Islam—lembaga yang dikelola Yordania—dikabarkan mendapat hambatan dalam mempersiapkan fasilitas Ramadan, seperti pemasangan tenda peneduh dan pendirian posko medis darurat.

Bahkan, tekanan menyasar tokoh agama. Syekh Muhammad Al-Abbasi, seorang imam senior Al-Aqsa, mengaku dilarang memasuki area masjid tanpa alasan yang jelas. “Larangan ini berlaku sejak Senin dan bisa saja diperpanjang,” ungkapnya.

Kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan aktivitas militer yang signifikan. Otoritas keamanan Israel mempertebal pasukan di gerbang Kota Tua dan wilayah Tepi Barat. Mengutip laporan Al Jazeera, langkah-langkah ini dibarengi dengan:

  • Operasi Penangkapan: Menyasar warga yang dianggap melakukan penghasutan.
  • Surveilans Ketat: Pemantauan media sosial secara sistematis dan pengoperasian ruang kontrol canggih.
  • Blokade Jalan: Penutupan akses di sekitar tembok pemisah untuk mencegah warga masuk tanpa izin resmi.

Di Hebron, situasi juga memanas seiring dengan penghancuran kompleks perumahan warga Palestina oleh otoritas pendudukan di tengah penguatan unit militer khusus.

Kecaman dari Otoritas Palestina

Departemen Urusan Yerusalem PLO mengecam keras langkah-langkah tersebut dan menyebutnya sebagai intervensi terang-terangan terhadap hak kebebasan beragama yang dijamin hukum internasional.

“Israel tidak memiliki legitimasi untuk mengatur siapa yang boleh beribadah di Al-Aqsa. Masjid ini adalah hak mutlak umat Islam,” tulis pernyataan resmi pemerintah Provinsi Yerusalem. Mereka juga mencatat adanya lebih dari 250 perintah deportasi yang dikeluarkan terhadap jamaah sebagai upaya mengubah status quo sejarah.

Sekilas Sejarah Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa memiliki akar sejarah yang sangat dalam dalam tradisi Islam. Mayoritas ulama meyakini bahwa Nabi Adam AS adalah yang pertama kali meletakkan fondasinya, yang kemudian direnovasi oleh Nabi Ibrahim AS. Bangunan ini diperkokoh dan diperindah pada masa Nabi Sulaiman AS sekitar tahun 950 SM.

Sepanjang perjalanannya, kompleks ini melewati berbagai fase kehancuran dan pembangunan kembali, mulai dari serangan bangsa Babilonia di bawah Nebukadnezar pada 586 SM, hingga masa kekuasaan Persia, Yunani, dan Romawi, sebelum akhirnya kembali ke pangkuan umat Islam dan terus dijaga sebagai situs tersuci ketiga hingga hari ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selama Ramadan, Masuk Kawasan Al Aqso Diperketat Read More »

Perbuatan yang Mengeraskan Hati

WAKAFDT.OR.IDJika kita membiarkan hati ini terus dalam keadaan kotor dan terus dikotori oleh perbuatan maksiat maka pasti akan mengeras, bahkan tidak hanya mengeras tetapi akan mati seiring dengan waktunya.

Ada beberapa perbuatan yang menyebabkan mengerasnya hati, di antaranya ialah:

Pertama, perbuatan dosa. Nabi pernah menyampaikan, ketika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan timbul noda hitam di hatinya.

Jika dia bersungguh-sungguh untuk bertobat dan meninggalkan dosa-dosanya serta memohon ampun, maka hatinya akan terpoles. Tetapi kalau dosanya bertambah, maka titik hitamnya juga akan bertambah.

Semakin banyak dosa yang diperbuat, maka semakin keras hati, dan semakin sulit rasanya untuk menghentikannya juga.

Kita harus segera bertobat setiap kesalahan yang kita lakukan dan berdoa memohon petunjuk agar tidak terjatuh dalam dosa yang sama.

Kedua, tertawa berlebihan. Dalam Islam, seorang muslim tidak dilarang untuk bercanda dan tertawa, akan tetapi dianjurkan agar menjaga sikap untuk tidak terlalu berlebihan.

Nabi pernah menyampaikan, tertawalah sedikit. Banyak tawa mengeraskan hati (Al Adab Al Mufrad).

Terlalu banyak bercanda juga membuat hati kita menjauh dari kesadaran akan sesuatu yang gaib, dari realitas kematian dan kehidupan setelahnya.

Nabi menyampaikan bahwa: “Seandainya kamu mengetahui apa yang Aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis,” (HR. Bukhari).

Ketiga, ghibah. Jangan terlalu banyak bicara kecuali saat mengingat Allah Ta’ala.]

“Berbicara berlebihan tanpa mengingat Allah akan hati semakin keras dan orang-orang yang paling jauh dari Allah adalah orang-orang yang hatinya keras,” (HR. At Tirmidzi).

Keempat, makan berlebihan. Nabi menyampaikan bahwa, orang beriman makan dalam satu usus, akan puas jika dengan sedikit makanan juga, dan orang kafir atau munafik makan dalam tujuh usus (makan terlalu banyak) (HR. Bukhari).

Ketika perut kita terlalu banyak bekerja, maka tubuh akan sulit untuk berkonsentrasi pada hati kita. Ini juga merupakan wujud keserakahan dan kecintaan terhadap dunia.

Terlalu banyak makan melemahkan metabolisme tubuh kita, membuat kita malas dan juga merupakan awal dari berbagai macam penyakit fisik.

Kelima, terlalu cinta dunia. Allah Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al Munafiqun: 9).

Semoga kita mampu menghindari perbuatan yang mengeraskan hati. Karena jikahati seseorang sudah keras, maka akan sulit untuk menerima hidayah.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Perbuatan yang Mengeraskan Hati Read More »

Awal Ramadan di Gaza, Tentara Zionis Tembaki Warga di Tepi Barat

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Harapan akan ketenangan di awal bulan suci Ramadan sirna bagi warga Palestina. Pada Rabu (18/2/2026), eskalasi kekerasan militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa dalam dua insiden terpisah.

Di tengah suasana duka, ribuan warga yang membutuhkan bantuan medis darurat masih tertahan akibat blokade di gerbang perbatasan Rafah.

Laporan dari Al Jazeera menyebutkan sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menyasar seorang anak di wilayah utara Gaza. Tragisnya, bocah tersebut sedang dalam perjalanan untuk meninjau kondisi rumah keluarganya yang telah hancur.

Di lokasi lain, kantor berita WAFA melaporkan gugurnya Muhand Jamal al-Najjar (20). Pemuda tersebut tewas diterjang peluru tajam pasukan penjajah di kawasan bundaran Bani Suheila, timur Kota Khan Younis.

Tak hanya korban jiwa, sejumlah warga di Al-Mughraqa dan Rafah juga dilaporkan menderita luka-luka akibat serangan serupa.

Sejak periode yang diklaim sebagai “gencatan senjata” dimulai pada pertengahan Oktober lalu, kekerasan terus berulang. Data terbaru Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 600 warga tewas dan 1.600 lainnya luka-luka akibat pelanggaran komitmen damai oleh pihak Israel.

Kondisi kemanusiaan semakin mencekik karena akses pengobatan di luar Gaza sangat terbatas. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengungkapkan bahwa hanya sekitar 260 pasien yang diizinkan melintasi perbatasan Rafah menuju Mesir dalam kurun waktu dua setengah minggu terakhir.

Angka ini dianggap sangat tidak memadai mengingat ada sekitar 18.500 orang yang kondisinya kritis dan membutuhkan evakuasi segera.

Komitmen awal otoritas perbatasan untuk mengizinkan setidaknya 50 orang menyeberang setiap hari pun jauh dari kenyataan; faktanya, terkadang hanya lima pasien yang diperbolehkan lewat.

Eskalasi di Tepi Barat dan Yerusalem

Ketegangan tidak hanya terpusat di Gaza. Di Tepi Barat, pasukan pendudukan melakukan penggerebekan di kamp pengungsi Fawwar, Hebron. Dalam aksi tersebut, militer menggunakan peluru tajam dan gas air mata yang mengakibatkan seorang anak terluka di bagian kaki.

Sementara itu, di desa Mukhmas, Yerusalem Timur, terjadi serangan terpadu antara kelompok pemukim Yahudi dan militer Israel. Menurut laporan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), empat warga sipil terluka—satu di antaranya dalam kondisi kritis. Selain kekerasan fisik, para pemukim juga dilaporkan menjarah puluhan ternak domba milik penduduk setempat.

Keteguhan Ibadah di Tengah Puing

Meski dikepung kesulitan dan ancaman nyawa, semangat spiritual warga Gaza tetap menyala. Pada Selasa malam (17/2/2026), jamaah tetap memadati Masjid Al-Kinz untuk melaksanakan salat Tarawih perdana.

Suasana khidmat terasa menyayat hati saat warga bersujud di antara reruntuhan bangunan, membuktikan bahwa iman mereka tak goyah meski fisik kota mereka luluh lantak. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Awal Ramadan di Gaza, Tentara Zionis Tembaki Warga di Tepi Barat Read More »