Wakaf Daarut Tauhiid

Jawa Tengah Targetkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Unggulan pada 2027

WAKAFDT.OR.ID | SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tengah tancap gas mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim pada tahun 2027.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi syariah yang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jateng, Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa agenda ini selaras dengan visi Gubernur dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.

“Kami menargetkan pada 2027 mendatang, ekosistem pariwisata ramah Muslim di Jawa Tengah sudah mapan dan beroperasi secara maksimal,” tutur Hanung dalam Rapat Koordinasi di Semarang, Kamis (12/2).

Memahami Konsep “Ramah Muslim”

Terdapat poin penting dalam pengembangan ini: Pemprov Jateng menekankan penggunaan istilah “Pariwisata Ramah Muslim”, bukan “Pariwisata Halal”. Apa perbedaannya?

Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng, Nyata Nugraha, menjelaskan bahwa konsep ramah Muslim lebih inklusif:

Bukan Pelarangan Total: Pelaku usaha masih diperbolehkan menjual produk non-halal, asalkan dipisahkan dengan jelas dari produk halal.

Fokus Fasilitas: Inti dari konsep ini adalah menjamin ketersediaan fasilitas dasar bagi pelancong Muslim, seperti makanan bersertifikasi halal, tempat ibadah (musala) yang bersih, serta petunjuk arah kiblat di kamar penginapan.

Langkah Nyata dan Daerah Percontohan

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi mulai memperkuat halal value chain. Sertifikasi halal untuk produk UMKM di sektor makanan dan minuman terus digenjot guna memberikan rasa aman bagi wisatawan.

Beberapa daerah di Jawa Tengah pun tercatat sudah mulai menerapkan konsep ini lebih awal, di antaranya: Wonosobo, Temanggung, Karanganyar.

Membidik Pasar Internasional

Selain wisatawan domestik, pengembangan ini juga melirik potensi besar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Dengan fasilitas yang sesuai standar kebutuhan Muslim, diharapkan daya tarik pariwisata Jawa Tengah di kancah global akan meningkat tajam.

Pemprov Jateng kini fokus pada standardisasi layanan dan promosi masif agar pada tahun 2027, provinsi ini benar-benar siap menyambut tren wisata religi dan keluarga berskala internasional. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID