Wakaf Daarut Tauhiid

20 Februari 2026

Ramadan di Balik Reruntuhan: Menyalakan Lentera Harapan untuk Sumatra melalui Wakaf Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | SUMATRA – Di bawah temaram lampu darurat dan atap tenda pengungsian yang sesekali bergetar ditiup angin malam, sayup-sayup terdengar suara lantunan ayat suci.

Ramadan tahun ini di beberapa wilayah Sumatra tidak disambut dengan kemeriahan lampu hias atau kenyamanan karpet masjid yang empuk. Sebaliknya, ia datang di tengah puing-puing sisa bencana yang masih basah.

Bagi saudara-saudara kita di sana, semangat untuk menjemput keberkahan bulan suci tak sedikit pun luntur. Namun, realita di lapangan seringkali menjadi tembok besar.

Bayangkan keinginan kuat untuk bertadarus, namun Al-Qur’an kesayangan telah hanyut terbawa banjir atau tertimbun lumpur. Bayangkan rindu sujud Tarawih berjamaah, namun masjid tempat bernaung kini rata dengan tanah.

Iman yang Tak Terbendung Kondisi

“Kami ingin sekali puasa dan Tarawih seperti biasa, tapi masjid kami rusak berat. Al-Qur’an pun banyak yang hancur,” ungkap salah satu warga penyintas dengan mata berkaca-kaca.

Semangat ibadah yang menggebu-gebu ini adalah aset langit yang harus kita jaga. Di sinilah Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir sebagai jembatan kebaikan, memastikan cahaya Ramadan tetap benderang meski di tengah keterbatasan melalui berbagai program strategis.

Untuk meringankan beban sekaligus mengokohkan ibadah para penyintas bencana, Wakaf DT menginisiasi tiga program utama yang bisa menjadi ladang pahala jariyah bagi kita semua:

1. Wakaf Bangun Kembali Masjid

Program ini menjadi “oksigen” bantuan darurat. Melalui wakaf uang, bantuan dikonversi menjadi kebutuhan mendesak para pengungsi, khususnya untuk merenovasi masjid-masjid yang terdampak oleh banjir bandang.

2. Wakaf Mushaf Al-Qur’an

Memberikan pengganti bagi lembar-lembar wahyu yang hilang. Setiap huruf yang mereka baca di tengah ujian ini akan mengalirkan pahala yang berlipat ganda bagi pemberi wakaf, menjadi penghibur lara bagi mereka yang rindu berinteraksi dengan kalam-Nya.

3. Wakaf BISA (Bersama untuk Sesama)

Fokus pada pemulihan jangka panjang. Bencana mungkin meruntuhkan bangunan masjid, namun Wakaf BISA berkomitmen membangun kembali tempat sujud yang lebih kokoh, agar syiar Islam di pelosok Sumatra tidak terhenti hanya karena bencana.

Investasi Akhirat di Bulan Mulia

Ramadan adalah momentum di mana setiap amalan dilipatgandakan, apalagi amalan wakaf yang sifatnya abadi (jariyah). Membantu saudara di Sumatra bukan sekadar memberi makan, melainkan memberi mereka kekuatan untuk tetap tegak berdiri menghadap Sang Khalik di tengah ujian.

Jangan biarkan saudara kita berjuang sendirian dalam gelap. Mari jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan menyisihkan sebagian harta melalui Wakaf Daarut Tauhiid. Karena setiap rupiah wakaf yang Anda berikan adalah bata-bata harapan bagi mereka untuk kembali bangkit.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…” (QS. Al-Baqarah: 261). (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ramadan di Balik Reruntuhan: Menyalakan Lentera Harapan untuk Sumatra melalui Wakaf Daarut Tauhiid Read More »

Semangat Ramadan: 1.663 Jamaah Padati Malam Pertama Tarawih di Masjid DT, Saf Meluber Hingga ke Jalan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Gema selawat dan suasana khidmat mewarnai malam pertama Ramadan 1447 H di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung.

Pada Rabu malam (18/2/2026), ribuan jamaah tampak menyemut untuk melaksanakan salat Tarawih perdana, menandai dimulainya bulan suci bagi umat Islam.

Berdasarkan data panitia, tercatat sebanyak 1.663 jamaah hadir memadati kawasan Pesantren Daarut Tauhiid. Saking membludaknya jumlah jamaah, area utama masjid tidak lagi mampu menampung antusiasme warga.

Shaf-shaf salat pun meluber hingga memenuhi selasar masjid, halaman SMM, bahkan hingga ke area jalanan di depan ruko-ruko sekitar.

Antusiasme yang Konsisten

Eka Daud, selaku Panitia Ramadhan Masjid DT, menuturkan bahwa pemandangan ini menjadi bukti tingginya kepercayaan dan kenyamanan masyarakat untuk beribadah di lingkungan DT.

“Alhamdulillah, setiap Ramadan Masjid DT selalu dipenuhi oleh jamaah yang beri’tikaf, terutama saat momentum berbuka puasa dan salat Tarawih,” ujar Eka.

Melihat tren jamaah yang terus meningkat setiap tahunnya, pihak panitia berkomitmen untuk terus berbenah. “Semoga ke depan pelayanan Masjid DT bisa lebih maksimal lagi seiring semakin banyaknya jamaah yang datang dari berbagai daerah,” tambahnya.

Tradisi Jamuan Berbuka Puasa

Selain menjadi pusat ibadah malam, Masjid DT juga dikenal sebagai tempat yang ramah bagi para musafir dan warga sekitar melalui program jamuan berbuka puasa. Sepanjang bulan Ramadan, panitia menyediakan hidangan berbuka bagi siapa saja yang hadir di masjid.

Menariknya, tradisi berbagi ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan. Di luar bulan suci, Masjid DT tetap konsisten menyediakan jamuan berbuka bagi jamaah yang menjalankan ibadah puasa sunnah Senin dan Kamis.

Suasana malam pertama ini diharapkan menjadi pembuka yang manis bagi rangkaian ibadah selama sebulan penuh di lingkungan Daarut Tauhiid yang mengedepankan konsep Dzikir, Fikir, dan Ikhtiar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Semangat Ramadan: 1.663 Jamaah Padati Malam Pertama Tarawih di Masjid DT, Saf Meluber Hingga ke Jalan Read More »

Kunjungan Ulama Internasional: Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy Bedah Konsep Iman di Masjid DT Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Jumat (20/2/2026) pagi terasa istimewa. Selepas agenda tausiyah santri karya, santri mendapatkan kesempatan langka untuk menyimak pemaparan langsung dari ulama terkemuka asal Yaman, Syekh Dr. Abdullah Abdul Majid Aziz Hamoud Al Zindaniy.

Kehadiran Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy bukan sekadar kunjungan biasa. Beliau adalah tokoh internasional dengan rekam jejak panjang di bidang keilmuan, kepemimpinan, dan diplomasi global.

Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Ulama untuk Palestina, beliau juga memegang amanah strategis sebagai Ketua Perhimpunan Kebangkitan Ulama Yaman serta anggota Komisi Al-Quds pada Persatuan Ulama Muslim Internasional.

Meluruskan Makna Iman dan Islam

Dalam tausiyahnya, Syekh Dr. Abdullah menekankan poin krusial mengenai definisi Iman dalam perspektif Islam. Menurutnya, selama ini masih banyak umat yang keliru dalam mendefinisikan iman dan mencampuradukkannya dengan identitas keislaman secara umum.

“Terdapat perbedaan mendasar antara makna Muslimin dan Mukminin,” jelas beliau di hadapan para santri melalui penerjemahnya.

Beliau menegaskan bahwa janji kesejahteraan dan jaminan perlindungan dari Allah SWT sebenarnya secara spesifik ditujukan bagi orang-orang yang beriman (Mukminin), bukan sekadar mereka yang berstatus Islam secara formal.

Pemahaman ini menjadi pengingat bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keyakinan di dalam hati, bukan hanya menjalankan ritual lahiriah.

Figur dengan Perpaduan Keilmuan dan Manajerial

Profil Syekh Dr. Abdullah memang dikenal sangat komplet. Sebelum aktif di berbagai forum global, beliau pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik Universitas Al-Iman serta menjadi Atase Ekonomi Kedutaan Besar Yaman di Sudan.

Pengalaman manajerialnya pun tidak main-main, mencakup kepemimpinan di berbagai institusi strategis mulai dari perusahaan teknologi perminyakan dan gas hingga yayasan perdagangan di Yaman.

Perpaduan antara wawasan keilmuan agama yang dalam dan pengalaman praktis di dunia industri inilah yang membuat setiap pesan dakwahnya sangat relevan dengan isu umat di tingkat global.

Kehadiran Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy merupakan bagian dari rangkaian kegiatan syiar yang diselenggarakan oleh DT Peduli selama bulan Ramadan.

Program ini bertujuan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari Palestina dan negara-negara Arab sebagai upaya memperkuat dakwah dan memperluas cakrawala berpikir umat Islam di Indonesia.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, khususnya bagi saudara-saudara di Palestina yang menjadi salah satu fokus perjuangan Syekh Dr. Abdullah selama ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kunjungan Ulama Internasional: Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy Bedah Konsep Iman di Masjid DT Bandung Read More »