Wakaf Daarut Tauhiid

7 Februari 2026

Tanggap Darurat Longsor Pasirlangu: Tim SAR Maksimalkan Pencarian di Hari Terakhir

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Masa tanggap darurat bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi berakhir pada hari ini, Jumat (6/2/2026). Meski memasuki hari terakhir, operasi pencarian korban yang masih hilang tetap dilakukan dengan kekuatan penuh.

Upaya Terpadu di Tengah Cuaca Cerah

Langit di atas lokasi bencana terpantau cerah pada Jumat pagi, memberikan kondisi yang mendukung bagi 3.000 personel SAR gabungan yang dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan mengombinasikan berbagai metode:

  • Penyisiran manual oleh petugas di semua sektor.
  • Penggunaan alat berat untuk memindahkan material tanah yang tebal.
  • Pemanfaatan pompa air (alkon) dan pelibatan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi titik keberadaan korban.

Data Terkini Evakuasi dan Identifikasi

Berdasarkan data hingga hari ke-13 pencarian Kamis (5/2/2026), tim telah berhasil mengevakuasi total 94 bodypack dari berbagai titik longsor di Desa Pasirlangu. Berikut adalah rincian proses identifikasinya:

  • Identifikasi DVI: Hingga Kamis pukul 06.00 WIB, Tim DVI Polda Jabar telah berhasil mengidentifikasi 70 jenazah dari 73 bodypack yang diperiksa.
  • Proses Lanjutan: Terdapat 19 bodypack lainnya yang saat ini masih dalam tahap identifikasi lebih mendalam.

Daftar Warga: Dari 80 orang yang dilaporkan hilang sejak longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026), baru 54 warga setempat yang berhasil teridentifikasi. Sisa korban yang teridentifikasi diduga merupakan tamu atau pengunjung yang berada di lokasi saat kejadian.

Komitmen Hingga Titik Terakhir

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa sinkronisasi data dengan Incident Commander terus dilakukan untuk memastikan keakuratan jumlah korban.

Walaupun masa tanggap darurat berakhir hari ini, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah transisi menuju tahap pemulihan pascabencana.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian dan evaluasi setiap hari hingga semaksimal mungkin korban ditemukan, melalui koordinasi lintas instansi,” ujar Ade Dian. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Tanggap Darurat Longsor Pasirlangu: Tim SAR Maksimalkan Pencarian di Hari Terakhir Read More »

Aa Gym: Keutamaan Membantu Sesama

WAKAFDT.OR.IDSuatu ketika, sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Hurairah sedang melaksanakan i’tikaf di Masjid Nabawi. Di sudut lain masjid, ia melihat seorang laki-laki yang duduk termenung dengan wajah penuh kesedihan. Tergerak oleh rasa empati, Abu Hurairah menghampirinya dan bertanya tentang keadaannya.

Setelah mengetahui bahwa laki-laki tersebut sedang didera masalah besar, Abu Hurairah menawarkan bantuan, “Mari saudaraku, kita selesaikan masalahmu.”

Laki-laki itu terkejut dan bertanya, “Engkau memilih untuk membantuku dan meninggalkan i’tikafmu?” Abu Hurairah kemudian menjelaskan alasannya dengan merujuk pada sabda Nabi:

“Sungguh, berjalannya seseorang di antara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, adalah lebih baik baginya daripada i’tikaf di masjidku ini selama sebulan.” (HR. Thabrani dan Ibn Asakir).

Peka Terhadap Kesulitan yang Tak Terucap

Pada dasarnya, setiap orang ingin diringankan bebannya dan dimudahkan urusannya. Namun, tidak semua orang memiliki keberanian atau keleluasaan untuk meminta tolong. Ada rasa malu, sungkan, atau keinginan kuat untuk tetap menjaga kehormatan diri (iffah).

Pelajaran penting dari kisah Abu Hurairah adalah tentang kepekaan. Kita diajak untuk:

  • Melihat kesulitan orang lain tanpa perlu menunggu mereka mengeluh.
  • Menawarkan bantuan dengan tulus sebagai bentuk kepedulian sosial.
  • Memahami bahwa membantu sesama memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan bisa melampaui nilai i’tikaf di Masjid Nabawi.

Tentu saja, hal ini bukan menjadi alasan untuk meremehkan ibadah ritual. Sebaliknya, hadis ini harus menjadi motivasi agar kita berlomba-lomba dalam kebaikan demi mencari rida Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan…” (QS. al-Baqarah [2]: 148) dan “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu…” (QS. Ali Imran [3]: 133).

Keajaiban dalam Kebaikan Sederhana

Kebaikan tidak selalu harus berupa bantuan materi yang besar. Sering kali, sikap ramah dan perhatian kecil sudah cukup untuk menyentuh hati seseorang.

Bayangkan kisah seorang pemuda yang membeli buah dukuh dari seorang ibu penjual tua. Meski harga per kilonya delapan ribu rupiah, pemuda itu membayar lebih dan meminta ibu tersebut menyimpan kembaliannya dengan tutur kata yang sangat sopan. Apa efek yang ditimbulkan?

  • Hadirnya rasa senang dan dihargai di hati penjual tersebut.
  • Terciptanya suasana akrab melalui percakapan yang ramah.
  • Terjalinnya silaturahmi meskipun hanya melalui transaksi singkat.

Rasulullah SAW mengingatkan kita: “Orang beriman itu bersikap ramah, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Begitu banyak jalan untuk menyenangkan hati sesama. Selama perbuatan sederhana tersebut dilakukan dengan ikhlas, insya Allah akan menjadi amal saleh yang bernilai agung di hadapan Allah SWT. Mari jadikan setiap kesempatan sebagai sarana untuk menebar manfaat. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Keutamaan Membantu Sesama Read More »