Wakaf Daarut Tauhiid

12 Februari 2026

Tinjau Langsung, Wakaf Produktif DT Kolaborasi dengan Rawon Amanah 234 di Karanganyar

WAKAFDT.OR.ID | KARANGANYAR – Siapa sangka semangkuk rawon hangat bisa menjadi jalan keberkahan bagi umat? Melalui skema Wakaf Produktif, Yayasan Daarut Tauhiid (DT) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan salah satu pegiat kuliner ternama asal Jawa Tengah, Rawon Amanah 234 Papahan.

Kerja sama ini bukan sekadar bisnis kuliner biasa, melainkan upaya nyata dalam mengoptimalkan aset umat agar terus mengalirkan manfaat yang berkelanjutan.

Sinergi Aset dan Bagi Hasil

Bertempat di lokasi strategis Jl. Raya Solo-Tawangmangu, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, kolaborasi ini mengusung model bisnis yang unik:

  • Pemanfaatan Aset: Bangunan dan lahan yang digunakan oleh Rawon Amanah 234 merupakan aset milik Wakaf DT.
  • Sistem Sewa: Pengusaha menggunakan lahan tersebut dengan sistem sewa yang profesional.
  • Bagi Hasil (Profit Sharing): Selain nilai sewa, terdapat kesepakatan bagi hasil dari setiap porsi yang terjual, yang nantinya akan kembali disalurkan untuk program-program kemaslahatan umat melalui Yayasan DT.

Peninjauan Langsung ke Lapangan

Untuk memastikan operasional berjalan sesuai prinsip amanah dan profesional, jajaran Pengurus Yayasan DT bersama tim Wakaf Produktif melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Senin (9/2/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan usaha serta memastikan kualitas pelayanan Rawon Amanah 234 tetap terjaga sebagai mitra strategis DT.

Kehadiran tim pusat ini menegaskan bahwa pengelolaan wakaf produktif dilakukan dengan pengawasan yang ketat dan transparan.

Mengapa Ini Penting?

Selama ini, wakaf sering kali identik dengan aset “diam” seperti makam atau masjid. Namun, melalui kerja sama dengan Rawon Amanah 234, DT membuktikan bahwa wakaf bisa bergerak dinamis di sektor riil.

Hasil dari produktivitas aset ini akan menjadi “bahan bakar” bagi berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosial yang dikelola oleh Daarut Tauhiid.

“Ini adalah bukti bahwa ekonomi umat bisa bangkit jika dikelola dengan semangat ta’awun (tolong-menolong). Makan enak, sekaligus berwakaf,” ujar salah satu perwakilan tim DT di sela-sela kunjungan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Tinjau Langsung, Wakaf Produktif DT Kolaborasi dengan Rawon Amanah 234 di Karanganyar Read More »

Taaruf DSN MUI, Siap Kuatan Ekosistem Ekonomi Syariah

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Bertepatan dengan usianya yang ke-27, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN–MUI) semakin memperkokoh posisinya sebagai dirigen utama dalam harmoni ekonomi syariah di tanah air.

Momentum milad ini dirayakan bersamaan dengan Rapat Pleno ke-60 dan Ta’aruf Pengurus periode 2025–2030 di Jakarta, Rabu (12/2/2026).

Ketua Badan Pengurus DSN–MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan bahwa usia 27 tahun adalah titik balik dari fase pembentukan menuju fase pembangunan yang masif.

DSN-MUI kini diposisikan sebagai melting point—titik temu bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah.

Untuk mencapai hal tersebut, beliau menekankan tiga pilar utama:

  • Tafahum: Membangun kesamaan persepsi agar tidak ada lagi hambatan regulasi.
  • Ta’awun: Semangat saling menolong antarlembaga keuangan syariah.
  • Takaful: Saling melindungi untuk meminimalisir risiko dan kecurangan dalam bisnis.

Sinergi Strategis dengan Transformasi Wakaf Nasional

Dalam konteks pengembangan ekonomi, DSN-MUI kini juga memberikan perhatian besar pada akselerasi wakaf di Indonesia. Seiring dengan usia ke-27 ini, peran DSN-MUI sangat krusial dalam menyusun fatwa-fatwa inovatif terkait Wakaf Uang dan Wakaf Produktif.

Perluasan instrumen wakaf yang dikawal oleh DSN-MUI memungkinkan aset wakaf tidak lagi hanya bersifat statis (seperti lahan makam atau masjid), tetapi bertransformasi menjadi modal produktif yang menggerakkan roda ekonomi umat, memperkuat literasi zakat-wakaf, dan mendukung kemandirian ekonomi nasional.

Visi 25 Tahun: Menjadi Arus Utama (Mainstream)

Ketua Badan Pengawas DSN–MUI, KH Ma’ruf Amin, menegaskan bahwa target jangka panjang adalah menjadikan ekonomi syariah sebagai sistem utama di Indonesia dalam 25 tahun ke depan.

Beliau menekankan beberapa strategi bertahap:

  • Peningkatan Literasi: Mengubah pandangan masyarakat bahwa syariah adalah kebutuhan, bukan sekadar alternatif.
  • Integritas Sistem: Menghilangkan praktik manipulatif (gharar) dan perjudian agar investor global maupun domestik semakin percaya pada pasar syariah Indonesia.
  • Inovasi Produk: Sebagai bukti nyata, Rapat Pleno kali ini secara resmi menyepakati Fatwa Kegiatan Usaha Bulion (perdagangan/investasi emas) berbasis syariah, yang diharapkan menjadi penggerak baru ekonomi rakyat.

“Ekonomi syariah harus tumbuh besar dan benar. Jika hanya tumbuh besar tanpa aturan syariah, itu hanya ekonomi biasa. Jika hanya bicara syariah tanpa pertumbuhan, itu namanya pengajian,” pungkas KH Cholil Nafis dengan tegas. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sumber: Republika

Taaruf DSN MUI, Siap Kuatan Ekosistem Ekonomi Syariah Read More »

Optimalkan Aset Umat, Yayasan DT Tinjau Wakaf Produktif Sate Hartono Kartasura

WAKAFDT.OR.ID | SUKOHARJO – Dalam upaya memastikan keberlanjutan dan kemanfaatan aset umat, Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid (DT) bersama tim Wakaf Produktif melakukan kunjungan lapangan ke wilayah Solo Raya pada Selasa (10/2/2026).

Salah satu agenda utama adalah meninjau aset wakaf yang berlokasi di Jl. A. Yani No.130, Dusun III, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Peninjauan ini bertujuan untuk memantau langsung pemanfaatan aset agar tetap berjalan produktif, baik dari sisi bisnis maupun dampak sosial bagi masyarakat luas. Saat ini, aset strategis tersebut dikelola melalui skema kerja sama dengan rumah makan Sate Hartono Kartasura.

Sinergi untuk Pendidikan Al-Quran

Manager Wakaf Produktif, Riyadi Suryana, menyatakan rasa syukurnya atas keberlangsungan kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini menciptakan ekosistem kebaikan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh para penghafal Al-Quran.

“Alhamdulillah, kerja sama ini memberikan kebaikan tidak hanya bagi kedua belah pihak, namun juga bagi umat secara luas. Salah satunya adalah santri Baitul Quran (BQ) di wilayah Solo Raya,” ujar Riyadi.

Sebagai bentuk komitmen sosial, sebesar 5% dari keuntungan rumah makan Sate Hartono disalurkan melalui Wakaf DT. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk membiayai operasional santri Baitul Quran, sehingga setiap pelanggan yang makan di tempat ini secara tidak langsung turut berkontribusi dalam pendidikan santri.

Keberlanjutan dan Pengembangan ke Depan

Selain memantau operasional, kunjungan ini juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan memperpanjang masa kerja sama.

Pihak Yayasan DT dan pengelola melakukan tinjauan (review) mendalam untuk menyusun strategi pengembangan kerja sama di masa depan agar nilai manfaat ekonomi dan nilai dakwahnya semakin meningkat.

Dengan adanya peninjauan rutin ini, Wakaf DT berkomitmen untuk terus menjaga amanah para wakif melalui pengelolaan aset yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Optimalkan Aset Umat, Yayasan DT Tinjau Wakaf Produktif Sate Hartono Kartasura Read More »