Wakaf Daarut Tauhiid

Tinjau Langsung, Wakaf Produktif DT Kolaborasi dengan Rawon Amanah 234 di Karanganyar

WAKAFDT.OR.ID | KARANGANYAR – Siapa sangka semangkuk rawon hangat bisa menjadi jalan keberkahan bagi umat? Melalui skema Wakaf Produktif, Yayasan Daarut Tauhiid (DT) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan salah satu pegiat kuliner ternama asal Jawa Tengah, Rawon Amanah 234 Papahan.

Kerja sama ini bukan sekadar bisnis kuliner biasa, melainkan upaya nyata dalam mengoptimalkan aset umat agar terus mengalirkan manfaat yang berkelanjutan.

Sinergi Aset dan Bagi Hasil

Bertempat di lokasi strategis Jl. Raya Solo-Tawangmangu, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, kolaborasi ini mengusung model bisnis yang unik:

  • Pemanfaatan Aset: Bangunan dan lahan yang digunakan oleh Rawon Amanah 234 merupakan aset milik Wakaf DT.
  • Sistem Sewa: Pengusaha menggunakan lahan tersebut dengan sistem sewa yang profesional.
  • Bagi Hasil (Profit Sharing): Selain nilai sewa, terdapat kesepakatan bagi hasil dari setiap porsi yang terjual, yang nantinya akan kembali disalurkan untuk program-program kemaslahatan umat melalui Yayasan DT.

Peninjauan Langsung ke Lapangan

Untuk memastikan operasional berjalan sesuai prinsip amanah dan profesional, jajaran Pengurus Yayasan DT bersama tim Wakaf Produktif melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Senin (9/2/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan usaha serta memastikan kualitas pelayanan Rawon Amanah 234 tetap terjaga sebagai mitra strategis DT.

Kehadiran tim pusat ini menegaskan bahwa pengelolaan wakaf produktif dilakukan dengan pengawasan yang ketat dan transparan.

Mengapa Ini Penting?

Selama ini, wakaf sering kali identik dengan aset “diam” seperti makam atau masjid. Namun, melalui kerja sama dengan Rawon Amanah 234, DT membuktikan bahwa wakaf bisa bergerak dinamis di sektor riil.

Hasil dari produktivitas aset ini akan menjadi “bahan bakar” bagi berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosial yang dikelola oleh Daarut Tauhiid.

“Ini adalah bukti bahwa ekonomi umat bisa bangkit jika dikelola dengan semangat ta’awun (tolong-menolong). Makan enak, sekaligus berwakaf,” ujar salah satu perwakilan tim DT di sela-sela kunjungan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID