Wakaf Daarut Tauhiid

Desember 2025

Cianjur Jadi Kota Wakaf, DT Peduli Cianjur Hadiri Kick Off Program Pemberdayaan

WAKAFDT.OR.ID | CIANJUR – DT Peduli Cianjur turut berpartisipasi dalam acara peluncuran resmi Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf yang bertajuk “Menebar Manfaat, Mengalirkan Keberkahan.”

Acara Kick Off ini diselenggarakan di Pendopo Pemda Cianjur pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, perwakilan dari Kementerian Agama, serta sejumlah lembaga yang aktif dalam pengembangan zakat dan wakaf di wilayah Cianjur.

Dalam acara tersebut, DT Peduli Cianjur diundang sebagai tamu dan terlibat dalam prosesi simbolis penyerahan bantuan yang ditujukan untuk pengembangan usaha bersama KUA Cugenang.

Komitmen Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat peran wakaf di Cianjur.

“Cianjur berkomitmen mendukung regulasi, fasilitasi, dan kolaborasi dalam pengembangan wakaf daerah,” tegas Abi Ramzi.

Ia berharap upaya ini dapat menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Cianjur.

Peluncuran program ini menandakan upaya berkelanjutan untuk mengembangkan ekosistem zakat dan wakaf di Cianjur agar dapat memberikan dampak nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Hal ini juga menjadi bukti kolaborasi peran zakat dan juga wakaf agar bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat (WIN/PCI)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cianjur Jadi Kota Wakaf, DT Peduli Cianjur Hadiri Kick Off Program Pemberdayaan Read More »

BWI Gandeng Unhas Dorong Wakaf Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Timur

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Badan Wakaf Indonesia (BWI) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program “Wakaf Goes to Campus” di Makassar pada Selasa, (16/12/2025).

Inisiatif ini bertujuan menjadikan wakaf sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting sebagai ekosistem wakaf untuk memperluas akses pendidikan dan memperkuat ekonomi umat.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyambut baik program ini sebagai gagasan inovatif ekonomi umat, terutama karena Unhas telah memiliki Program Studi Ekonomi Islam.

Prof. Jamaluddin menekankan bahwa wakaf adalah kekuatan besar umat yang berpotensi menjadi penggerak di bidang ekonomi dan sosial.

Unhas berencana menggabungkan konsep dana abadi dengan wakaf untuk menciptakan gerakan yang mampu membantu masyarakat luas.

Fokus utama pemanfaatan dana wakaf ini adalah memberikan dukungan finansial kepada calon mahasiswa Unhas yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik tinggi.

Solusi Biaya Pendidikan dan Peningkatan Ekosistem Wakaf

Meskipun pemerintah menyediakan berbagai skema beasiswa, Rektor Unhas menyebutkan bahwa masih banyak mahasiswa di Kawasan Timur Indonesia yang membutuhkan dukungan tambahan.

Oleh karena itu, Unhas dan BWI berkolaborasi untuk membangun Gerakan Wakaf Unhas yang sistematis dan berkelanjutan.

Mereka berharap inisiatif ini akan menjadi formula baru dalam memperkuat ekosistem wakaf, tidak hanya di Unhas tetapi juga di Indonesia Timur dan secara nasional.

Prof. Jamaluddin menambahkan bahwa perumusan dan sistem gerakan wakaf ini sedang dalam tahap penyelesaian dan direncanakan segera diluncurkan.

Di sisi lain, Wakil Ketua BWI, KH. Ahmad Zubaidi, berharap kampus dapat menjadi ekosistem yang mempercepat penghimpunan harta benda wakaf agar manfaatnya maksimal bagi dunia pendidikan.

Kiai Zubaidi menyoroti potensi besar kampus dengan jumlah mahasiswa dan sivitas akademika yang luas.

Ia menjelaskan bahwa beberapa perguruan tinggi besar telah menitipkan dana abadi mereka melalui BWI, yang kemudian dikembalikan manfaatnya kepada kampus terkait. Skema ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk tingginya biaya pendidikan.

Wakaf yang dikelola dengan baik dapat membantu mahasiswa tidak mampu membayar kebutuhan pendidikan, bahkan berpotensi menyediakan pendidikan gratis, sehingga mendorong terwujudnya kesetaraan pendidikan.

BWI terus mengadakan roadshow ke berbagai kampus untuk mendorong gerakan kampus berwakaf, yang diyakini akan memberikan kontribusi besar bagi penguatan perwakafan di Indonesia.

Program yang digelar di Unhas ini mengusung tema “Wakaf Sebagai Akselerator Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.”

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

BWI Gandeng Unhas Dorong Wakaf Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Timur Read More »

Korban Meninggal Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 1.016 Jiwa

WAKAFDT.OR.ID | BANDA ACEH – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus bertambah, mencapai 1.016 jiwa per Senin (15/12/2025).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Banda Aceh pada Minggu (14/12/2025), menyatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih diintensifkan.

Meskipun jumlah korban meninggal bertambah, terjadi penurunan pada angka korban hilang, dari 217 orang menjadi 212 orang. Penurunan ini merupakan hasil dari proses identifikasi dan sinkronisasi data kependudukan antar daerah.

Operasi SAR dilakukan secara terukur dan terkoordinasi antara BNPB dan Basarnas, disesuaikan dengan laporan korban hilang di setiap kabupaten/kota.

“Operasi SAR kami sesuaikan dengan data korban hilang yang dilaporkan di masing-masing kabupaten/kota,” ujar Abdul Muhari.

Pencarian Tetap Berlanjut: Operasi SAR masih aktif di 6 kabupaten di Aceh (termasuk Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tengah), 3 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga), serta 4 wilayah di Sumatera Barat (Agam, Padang Panjang, Padang Pariaman, dan Tanah Datar).

Identifikasi Akurat: Korban yang ditemukan di wilayah berbeda akan diidentifikasi secara ketat berdasarkan nama dan alamat untuk dicocokkan dengan data kependudukan, guna memastikan keakuratan data nasional dan menghindari duplikasi.

Basarnas Siaga: Wilayah yang laporannya sudah nihil tetap berstatus siaga untuk mengantisipasi laporan baru, serta kemungkinan korban ditemukan di wilayah administratif lain yang berdekatan.

Pada hari Minggu (14/12/2025), tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas menemukan total 66 korban meninggal dunia baru: 33 korban di Aceh, 19 di Sumatera Utara, dan 14 di Sumatera Barat.

Secara keseluruhan dalam kurun waktu sepekan, jumlah korban hilang berkurang sebanyak 58 orang, didorong oleh penemuan sejumlah korban serta verifikasi ulang data berbasis kecamatan.

Verifikasi ini penting untuk memastikan tidak ada pencatatan ganda, termasuk kasus khusus penemuan jasad yang ternyata sudah meninggal sebelum bencana.

Secara terpisah, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara melaporkan bahwa korban meninggal di provinsinya bertambah tujuh orang, dari 348 menjadi 355 orang (per Minggu, 17.00 WIB).

Korban-korban ini tersebar di 12 dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, dengan jumlah terbanyak di:

– Tapanuli Tengah: 122 orang

– Tapanuli Selatan: 86 orang

– Kota Sibolga: 54 orang

Upaya penanganan bencana terus diupayakan oleh pemangku kebijakan di masing-masing wilayah terdampak.

Dalam rangka membantu korban terdampak di Sumatera, Wakaf DT melalui program cash wakaf for humanity berkomitmen menyalurkan bantuan jangka panjang.

Dana yang terhimpun melalui program tersebut akan diproduktifkan terlebih dahulu, sampai kemudian hasilnya akan digunakan untuk perbaikan kondisi di Sumatera mendatang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Korban Meninggal Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 1.016 Jiwa Read More »

Progres Pembangunan Gedung SSG DT Capai 72,92% di Minggu ke-27

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid (DT) terus menunjukkan progres yang signifikan.

Memasuki Minggu ke-27, proyek vital ini berhasil mencapai capaian kumulatif di angka 72,92%, menegaskan komitmen untuk segera merampungkan fasilitas kegiatan ummat ini.

Pada pekan ke-27 ini, tim konstruksi berhasil mencatatkan capaian progres pekanan sebesar 2,05%. Angka ini didukung oleh berbagai pekerjaan arsitektur dan struktural yang telah diselesaikan dan sedang berjalan intensif di berbagai lantai.

Pekerjaan yang Telah Terlaksana Hingga Minggu ke-27

Sejumlah pekerjaan arsitektur utama telah berhasil diselesaikan hingga pekan ini, antara lain:

– Pemasangan Plafon dan Keramik Interior

– Pemasangan plafon di Lantai 2, 3, dan 4.

– Pemasangan keramik interior di Lantai 2, 3, dan 4.

– Struktural dan Eksterior Awal

– Pengecoran trap tangga hingga Lantai 2.

– Pekerjaan plesteran fasade (tampak depan) bangunan.

– Pekerjaan waterproofing pada area Kamar Mandi/WC di Lantai 2 hingga Lantai 4.

– Pekerjaan acian eksterior bangunan pada tampak Timur dan Selatan.

– Pengecatan dasar plafon Lantai 2.

Pekerjaan yang Sedang Berjalan

Saat ini, beberapa fokus pekerjaan terus dikebut untuk menjaga momentum positif proyek, yaitu:

– Pekerjaan Eksterior: Plesteran eksterior bangunan tampak Utara sedang dilakukan.

– Struktural Tambahan: Pekerjaan pemasangan selimut kolom, bekisting relung (persiapan pengecoran), dan setting trap tangga.

– Arsitektur Lanjutan: Pemasangan kusen jendela, pekerjaan plesteran dan acian, serta pemasangan plafon eksterior di Lantai 3 dan 4.

Dengan capaian kumulatif yang sudah melebihi 70%, kehadiran Gedung SSG DT yang akan menjadi pusat penggemblengan santri dengan prinsip Tauhiid dan Akhlakul Karimah semakin dekat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Progres Pembangunan Gedung SSG DT Capai 72,92% di Minggu ke-27 Read More »

Dua Hal Penyebab Orang Malas Berdo’a

WAKAFDT.OR.IDKenapa ada orang yang malas untuk berdoa? Bahkan ada banyak orang enggan berdoa seusai sholat. Padahal orang yang malas berdoa disebut-sebut sebagai manusia yang paling sombong dan lemah.

Dari Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

“Manusia paling lemah adalah mereka yang paling malas berdoa (kepada Allah). Dan manusia paling pelit adalah manusia yang pelit memberi salam.” (HR. Thabrani).

Syaikh Abdul Qadir Jailani berpendapat dalam kitab Futuhul Ghaib mengapa orang malas berdoa. Di antaranya ialah:

Pertama, menganggap bahwa semua sudah dalam ketentuan Allah Ta’ala. Pemahaman bahwa segala sesuatu itu telah ditetapkan oleh Allah membuat seseorang tidak perlu lagi meminta atau berdoa kepada Alloh.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Ghafir: 60)

Dari ayat diatas jelas kita diminta untuk memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan, bahwa permohonan seorang hamba itu akan diterima oleh Allah.

Berdoalah kepada Allah dengan menengadahkan tangan dan penuh keyakinan. Tetaplah berdoa jangan berputus asa, karena doa itu pada hakekatnya merupakan refleksi dari penghambaan dan kehinaan seorang hamba.

Oleh karenanya, seseorang yang tidak mau berdoa adalah bentuk kesombongan dan melupakan jati dirinya sebagai hamba Allah.

Doa yang belum terkabul biasanya seseorang berkata: “Sesungguhnya aku telah meminta dan berdoa kepada Allah, tapi Dia tidak memperkenankan doaku, maka sekarang aku tidak mau lagi bedoa kepadaNya.”

Jika ada suatu hal yang kita minta, namun Allah belum memenuhinya berarti, belum saat yang tepat kita menerimanya atau boleh jadi Allah mengabulkannya dalam bentuk lain.

Tetaplah berprasangka baik atas takdir Alloh, karena ini akan melatih seorang untuk terus berdo’a hanya kepada Allah Ta’ala.

Kedua, melihat ada orang yang jarang berdo’a atau biasa-biasa saja, akan tetapi terlihat seperti mendapat karunia Allah semua keinginannya terpenuhi.

Maka dalam hal ini keliru cara berpikirnya, tidak semua keinginan kita harus dipenuhi dan tidak semua yang dimiliki orang harus kita miliki.

Yakinlah bahwa pasti Allah akan menggantikannya dalam bentuk lain kepada hambanya. Allah akan mengaruniakan rasa cukup, rasa gembira, dan rasa sehat.

Yakinlah bahwa Allah tidak menyia-nyiakan doa seseorang. Maka jangan sampai dua hal diatas terjadi, hingga membuat kita termasuk orang malas berdoa kepada Allah.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dua Hal Penyebab Orang Malas Berdo’a Read More »

Aa Gym: Mengenal Alloh yang Maha ‘Malik’

WAKAFDT.OR.IDSegala puji hanya milik Alloh Ta’ala. Dzat yang Maha Kuasa dan kekuasaanya tidak pernah bisa dibayangkan oleh pikiran manusia yang sangat terbatas. Hal ini karena salah satu asma wa sifat Alloh Al Malik, yang memiliki arti Alloh Yang Maha Raja atas segala sesuatu.

Di dalam Al Quran kata Al Malik disebutkan dibeberapa bagian, yaitu sebanyak lima tempat. Alloh merupakan Malikul Mulki, Yang menguasai segala kerajaan.

Alloh juga dipanggil dengan Malikul Muluk, yang artinya raja diatas segala raja. Alloh-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi.

Alloh Ta’ala disebut dengan Maha Raja karena Alloh memiliki kekuasaan mutlak atas apa yang ada di seluruh semesta ini, tanpa membutuhkan apapun dan siapapun untuk mengurusnya.

Segala yang ada di dalam alam semesta ini mutlak ciptaan Alloh dan Alloh juga yang mengaturnya.

Alloh juga yang menciptakan semuanya tanpa membutuhkan pertolongan siapapun, justru manusialah yang selalu membutuhkan pertolongan Alloh Ta’ala.

Ketaatan seorang hamba kepada Alloh, bukan berarti Alloh membutuhkan sebuah ketaatan dari makhluknya, karena ketaatan makhluk tidak akan menambah kemuliaan Alloh, atau sebaliknya kemaksiatan seorang hamba juga tidak akan mengurangi kekuasaan-Nya.

Kita membutuhkan Alloh karena kita sangat bergantung kepada-Nya. Karena segala keperluan kita berada dalam genggaman Alloh.

Kita hanya manusia lemah, di mana untuk menumbuhkan sehelai rambut pun kita tidak akan mampu. Kita juga tidak bisa menahan tumbuhnya uban meski hanya sehelai rambut.

Sungguh betapa lemahnya diri kita dan betapa besarnya kekuasaan Alloh Ta’ala. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

قُلِ اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali ‘Imran: 26)

Harapannya adalah, kita semakin yakin akan kekuasaan Alloh Ta’ala. Kita merasa semakin kecil di hadapan Alloh, sekalipun ada beberapa kewenangan diberikan oleh Alloh. Alloh adalah tempat kita kembali dan Alloh yang memberikan berbagai karunia kepada kita. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Mengenal Alloh yang Maha ‘Malik’ Read More »

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Berpakaian?

WAKAFDT.OR.IDSeorang muslim diharuskan memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat, karena hal tersebut merupakan cerminan akhlak muslim yang sebenarnya.

Islam tidak pernah mengatur secara mutlak bentuk, style, dan warna pakaian, baik ketika beribadah atau dalam berkegiatan sehari-hari.

Namun, Islam hanya mengatur adab berpakaian yang harus bersih, menutup aurat, sopan yang sesuai dengan cerminan akhlak seorang Muslim.

Di dalam Islam ada batasan atau standar bagaimana adab berpakaian, di antaranya ialah:

Menutup aurat

Untuk aurat lelaki batasnya dari pusar hingga ke lutut. Sedangkan aurat wanita ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kakinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Paha itu adalah aurat.” (HR. Bukhari)

Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Pakaian mesti jarang atau longgar, tidak boleh ketat sehingga menampakan lekuk tubuh yang bisa mengundang hawa nafsu orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Dua kelompok ahli neraka yang belum pernah aku lihat adalah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi ialah wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk surga dan tidak bisa mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (HR. Muslim)

Tidak Memunculkan Perasaan Riya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah Ta’ala tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Membedakan Pakaian Lelaki dan Wanita

Pakaian yang digunakan oleh laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan. Begitu juga sebaliknya, pakaian yang dipakai oleh perempuan tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam mengingatkan hal ini dengan tegas melalui sabdanya:

“Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.” (HR. Bukhari)

Larangan Memakai Sutera

Islam mengharamkan kaum pria menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan sutera. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda yang artinya:

“Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Diawali dengan Sebelah Kanan

Apabila memakai baju, celana dan pakaian yang lainnya, maka mulailah dengan sebelah kanan terlebih dahulu. Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah Radiyallahu ‘anhu yang artinya:

“Rasulullah suka sebelah kanan dalam segala keadaan, seperti memakai sandal, sepatu, berjalan kaki dan bersuci.”

Apabila memakai sepatu atau seumpamanya, mulai dengan sebelah kanan dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri.

Awali dengan Berdoa

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengawali segala aktifitasnya dengan berdo’a. Salah satunya ialah ketika berpakaian, sekurang-kurangnya dengan membaca lafazh bismillahirrahmanirrohim.

Semoga dengan penjelasan diatas bisa memperbaiki diri kita, bagaimana adab berpakaian yang baik menurut tuntunan Islam. Wallahu a’lam bishowab.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Berpakaian? Read More »

Aa Gym: Yakin ke Alloh, Maka Hati Akan Tenang

WAKAFDT.OR.IDSemoga Alloh Yang Maha Mengetahui semua kejadian di alam semesta, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang selalu istiqomah dalam keimanan kepada-Nya.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasaLlam.

Saudara sekalian, mudah-mudahan dari hari ke hari kita menjadi semakin yakin kepada Alloh Ta’ala, dengan keyakinan yang penuh tanpa ada rasa ragu dalam diri kita, karena keyakinan itu menenangkan dan menentramkan hati, sedangkan keraguan itu menggelisahkan kita.

Sebagai contoh yaitu orang yang mencari alamat. Jika seseorang sudah mengetahui dengan yakin alamat yang ia dituju, maka ia akan berjalan dengan pasti dan hati yang mantap, hatinya pun tenang dan perjalanan pun bisa ia nikmati.

Sedangkan orang-orang yang merasa ragu dengan alamat yang ia tuju, maka ia akan berjalan dengan gelisah, tidak nyaman, tidak tenang, bahkan merasa tidak aman.

Oleh karenanya, mari senantiasa periksa diri kita saat sedang dilanda kegelisahan. Karena itu tanda keyakinan kita kepada Alloh Ta’ala sedang melemah.

Tiba-tiba rasa gelisah kita datang karena urusan jodoh, maka kita sedang kurang yakin bahwa Alloh Maha Menentukan.

Tiba-tiba kita juga merasa gelisah karena urusan rezeki, maka kita sedang kurang yakin bahwa Alloh yang Maha Memberi Rezeki.

Gelisah karena urusan apa saja, maka penyebab utamanya ialah kita sedang kurang yakin kepada Alloh Ta’ala.

Sedangkan kalau hati senantiasa ingat, yakin, terpaut kepada Alloh Ta’ala, maka hidup akan tenang, mantap dan jelas. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’du: 28)

Jadi, keyakinan kita kepada Alloh merupakan sumber energi bagi kita dalam melakukan segala hal. Keyakinan sebagai penguat di kala lemah dan keyakinan sebagai penguat di kala merasa berputus asa.

Kita tentu menginginkan hidup dengan ketenangan, mengarungi perjalanan di dunia dengan rasa penuh keyakinan. Maka kuncinya ialah yakin kepada Alloh Ta’ala.

Semoga kita tergolong orang-orang yang semakin mantap dan yakin kepada Alloh Ta’ala sehingga tidak tersesat dalam menjalani hidup ini. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Yakin ke Alloh, Maka Hati Akan Tenang Read More »

Membangun Kemandirian: Pesantren Daarut Tauhiid Berdayakan 44 Difabel Lewat Program Pelatihan dan Magang

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pesantren Daarut Tauhiid (DT) melalui lembaga Duta Transformasi Insani (DTI) secara aktif menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas (difabel).

Melalui sebuah program pelatihan intensif, DT berupaya membekali para difabel dengan keterampilan agar mereka mampu mencapai kemandirian ekonomi. Program pelatihan ini berhasil menjaring 44 peserta difabel yang siap untuk diberdayakan.

Setelah menyelesaikan sesi pelatihan, ke-44 peserta tersebut tidak langsung dilepas, melainkan ditempatkan untuk menjalani program pemagangan kerja selama tiga bulan penuh di berbagai lembaga yang ada di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid.

Program ini merupakan wujud nyata dari keberkahan aset wakaf yang dikelola oleh Daarut Tauhiid. Aset yang semula bertujuan untuk kepentingan umum kini diperluas manfaatnya, salah satunya untuk membuka peluang kerja dan pengalaman profesional bagi saudara-saudara difabel.

“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan membuktikan bahwa aset wakaf DT dapat memberikan manfaat yang sangat luas, menjangkau dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para difabel,” ujar perwakilan DTI.

Para peserta magang ini ditempatkan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka, memastikan bahwa pengalaman kerja yang mereka dapatkan relevan dan maksimal.

Penempatan di seluruh lembaga di Pesantren DT menunjukkan keseriusan pihak Daarut Tauhiid dalam mengintegrasikan para difabel ke dalam ekosistem kerja yang nyata.

Inisiatif DTI dan Pesantren DT ini menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah institusi pendidikan dan dakwah dapat berperan aktif dalam isu sosial.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan, membuka jalan bagi para difabel untuk menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan berkarya.

Semoga program pemagangan selama tiga bulan ini memberikan bekal dan pengalaman yang solid, sehingga 44 peserta difabel ini dapat melanjutkan kiprahnya di dunia kerja setelah masa magang berakhir, baik di internal DT maupun di luar lembaga. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Membangun Kemandirian: Pesantren Daarut Tauhiid Berdayakan 44 Difabel Lewat Program Pelatihan dan Magang Read More »

Milad ke-35 DT: Masjid Daarut Tauhiid Sukses Gelar Khataman Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung baru saja menutup rangkaian ibadah penuh berkah berupa Khataman Al-Qur’an 30 Juz.

Acara ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang tercurah pada peringatan Milad Daarut Tauhiid yang ke-35.

Kegiatan mulia ini berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari Rabu, 03 Desember hingga Sabtu, 06 Desember 2025.

Pelaksanaannya merupakan hasil sinergi apik antara Masjid Daarut Tauhiid Bandung, Baitul Qur’an Daarut Tauhiid, dan Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil Alamin (termasuk Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia).

Pelaksanaan Khataman Al-Qur’an tahun ini istimewa karena dipandu langsung oleh para asatidz terbaik di lingkungan Daarut Tauhiid.

Para qari’ yang silih berganti melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam suasana khusyuk dan mengharukan meliputi:

K.H. Abdullah Gymnastiar, K.H. Fahrudin, Ust. Ujang Jamaludin, Ust. Dadan Hamdani, Ust. Iwan Hidayat, Ust. Triona Ali, Ust. Jiwar Mustofa, Ustadz Aliyan Ibadu Rohman, Ustadz Jahid Muntafa, Ustadz Dede Nurhidayat, Ustadz Fauzan Abdul Aziz, Ustadz Ipan Setiawan, Ustadz Reksa Abdi Gautama, Ustadz Rinaldi Syahrul Fauzi, Ustadz Syahdan Ahmad F, Ustadz Aqil Dwipa, Ustadz Fakhrudin, Ustadz Fakhran, Ustadz Ahmad Nurauzan.

Suara merdu dan bacaan penuh penghayatan dari para qari’ tersebut menciptakan atmosfer yang damai dan penuh keteduhan di Masjid Daarut Tauhiid Bandung.

Selama empat hari, jamaah dari berbagai wilayah hadir secara bergantian untuk mengikuti prosesi khataman. Selain ibadah inti, banyak jamaah memanfaatkan momen ini untuk:

– Mengirimkan doa bagi keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia.

– Bersedekah dengan niat tertentu, yang kemudian didoakan secara khusus oleh para asatidz.

Untuk menjangkau jamaah yang berada di luar kota bahkan luar negeri, seluruh rangkaian kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Masjid Daarut Tauhiid dan Baitul Qur’an Daarut Tauhiid.

Hal ini memungkinkan khalayak luas untuk tetap berpartisipasi dan mendapatkan keberkahan secara daring.

Lebih dari sekadar syukuran milad DT ke-35, kegiatan ini juga menjadi pengingat dan pengamalan pesan penting dari Rasulullah mengenai amal yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah seseorang wafat:

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Melalui pembacaan dan doa khataman, jamaah diajak untuk senantiasa memelihara zikir, meningkatkan sedekah, dan mempererat hubungan mereka dengan Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan.

Besar harapan bahwa kegiatan ini akan menjadi jalan diturunkannya keberkahan bagi seluruh jamaah, keluarga besar Daarut Tauhiid, dan umat Islam seluruhnya.

Diharapkan juga, kegiatan khataman ini akan menjadi agenda tetap yang memperkuat budaya Qur’ani, melahirkan generasi penerus yang mencintai Al-Qur’an, dan memperluas daya tebar manfaat dakwah Daarut Tauhiid di tahun-tahun mendatang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Milad ke-35 DT: Masjid Daarut Tauhiid Sukses Gelar Khataman Al-Qur’an Read More »