Wakaf Daarut Tauhiid

Membangun Kemandirian: Pesantren Daarut Tauhiid Berdayakan 44 Difabel Lewat Program Pelatihan dan Magang

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pesantren Daarut Tauhiid (DT) melalui lembaga Duta Transformasi Insani (DTI) secara aktif menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas (difabel).

Melalui sebuah program pelatihan intensif, DT berupaya membekali para difabel dengan keterampilan agar mereka mampu mencapai kemandirian ekonomi. Program pelatihan ini berhasil menjaring 44 peserta difabel yang siap untuk diberdayakan.

Setelah menyelesaikan sesi pelatihan, ke-44 peserta tersebut tidak langsung dilepas, melainkan ditempatkan untuk menjalani program pemagangan kerja selama tiga bulan penuh di berbagai lembaga yang ada di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid.

Program ini merupakan wujud nyata dari keberkahan aset wakaf yang dikelola oleh Daarut Tauhiid. Aset yang semula bertujuan untuk kepentingan umum kini diperluas manfaatnya, salah satunya untuk membuka peluang kerja dan pengalaman profesional bagi saudara-saudara difabel.

“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan membuktikan bahwa aset wakaf DT dapat memberikan manfaat yang sangat luas, menjangkau dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para difabel,” ujar perwakilan DTI.

Para peserta magang ini ditempatkan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka, memastikan bahwa pengalaman kerja yang mereka dapatkan relevan dan maksimal.

Penempatan di seluruh lembaga di Pesantren DT menunjukkan keseriusan pihak Daarut Tauhiid dalam mengintegrasikan para difabel ke dalam ekosistem kerja yang nyata.

Inisiatif DTI dan Pesantren DT ini menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah institusi pendidikan dan dakwah dapat berperan aktif dalam isu sosial.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan, membuka jalan bagi para difabel untuk menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan berkarya.

Semoga program pemagangan selama tiga bulan ini memberikan bekal dan pengalaman yang solid, sehingga 44 peserta difabel ini dapat melanjutkan kiprahnya di dunia kerja setelah masa magang berakhir, baik di internal DT maupun di luar lembaga. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID