Wakaf Daarut Tauhiid

22 Desember 2025

Lantunan yang Terhenti: Anak-Anak Penyintas Banjir Sumatera Rindukan Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA โ€“ Di tengah kepungan air dan lumpur yang merendam pemukiman, sebuah pemandangan menyentuh hati terlihat di posko-posko pengungsian di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Anak-anak penyintas banjir bukan hanya menanyakan kapan mereka bisa pulang, tetapi juga menanyakan keberadaan mushaf Al-Qur’an dan Iqra mereka yang hilang diterjang arus.

Bagi mereka, mengaji bukan sekadar rutinitas, melainkan “obat” penenang di tengah trauma bencana. Namun, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan:

  • Mushaf Rusak & Hanyut: Ribuan mushaf di rumah warga, masjid, dan madrasah terendam air berlumpur, sobek, bahkan hilang terbawa banjir bandang.
  • Aktivitas Mengaji Terhenti: Tanpa adanya mushaf yang layak, kegiatan belajar mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) darurat menjadi terhambat.
  • Kebutuhan Spiritual: Di masa pemulihan trauma (trauma healing), kehadiran Al-Qur’an sangat mendesak sebagai sarana penguatan mental dan spiritual bagi para pengungsi, khususnya generasi muda.

Seorang anak di salah satu posko pengungsian mengungkapkan, “Al-Qur’an saya basah kena lumpur, tidak bisa dibaca lagi. Saya rindu mau mengaji sama teman-teman supaya tidak takut lagi.”

Wakaf DT Kirim 10.000 Mushaf untuk Terangi Sumatera

Merespons kondisi darurat tersebut, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bergerak cepat melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an.

Sebagai langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Wakaf DT mengirimkan sebanyak 10.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an ke tiga provinsi terdampak paling parah.

Penyaluran ini difokuskan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses namun memiliki kebutuhan tinggi, antara lain:

  • Sumatera Barat: Distribusi ke wilayah Padang dan sekitarnya yang terdampak banjir bandang dan longsor.
  • Sumatera Utara: Pengiriman menuju Medan, Langkat, dan daerah pesisir yang terendam banjir cukup lama.
  • Aceh: Fokus pada wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur yang mengalami kerusakan fasilitas ibadah cukup signifikan.

Misi Pemulihan Spiritual

Program ini tidak hanya sekadar membagikan Al-Qurโ€™an, tetapi merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali syiar Islam di lokasi bencana.

“Kami berharap dengan hadirnya 10.000 mushaf ini, anak-anak dan warga kembali memiliki harapan. Al-Qur’an adalah sumber kekuatan utama bagi seorang mukmin dalam menghadapi ujian,” ujar perwakilan dari Wakaf DT.

Pengiriman dilakukan menggunakan jalur kargo cepat agar mushaf-mushaf tersebut dapat segera digunakan di masjid-masjid darurat dan sekolah-sekolah di wilayah pengungsian.

Melalui kolaborasi dengan DT Peduli di tiap cabang daerah, dipastikan bantuan ini jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Lantunan yang Terhenti: Anak-Anak Penyintas Banjir Sumatera Rindukan Al-Qur’an Read More ยป

Memasuki Bulan Rajab: Bulan Mulia Menuju Ramadhan

WAKAFDT.OR.IDBerdasarkan kalender Hijriyah 2025 dari Ditjen Bimas Islam Kemenag, umat Muslim menyambut kehadiran bulan Rajab yang dimulai pada Ahad, 21 Desember 2025.

Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan yang suci dan dimuliakan), di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan nilainya oleh Allah Taโ€™ala.

Keutamaan Bulan Rajab

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam dalam sebuah hadits menekankan pentingnya bulan ini sebagai jembatan menuju bulan suci Ramadhan:

“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku.” (HR. Jamiโ€™ul Ahadits).

Oleh karena itu, setiap Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti zikir, puasa sunah, dan doa sejak hari pertama memasuki bulan ini.

Doa yang Dianjurkan

Salah satu doa yang populer dipanjatkan agar kita diberi keberkahan hingga sampai ke bulan Ramadhan adalah: โ€œAllahuma baarik lana fi rajaba wa syabaana wa balighna ramadhanaโ€

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaโ€™ban, dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Ramadhan.”

Dalam kitab Al Ghunyah, Syekh Abdul Qadir al Jilani mengisahkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib secara khusus meluangkan waktu sepenuhnya untuk beribadah pada empat malam istimewa dalam setahun, salah satunya adalah malam pertama bulan Rajab.

Berikut adalah inti dari doa yang dipanjatkan oleh Sayyidina Ali saat memasuki bulan Rajab:

  • Memohon Perlindungan: Meminta agar dijaga dari segala keburukan dan tidak diwafatkan dalam keadaan lalai atau penuh penyesalan.
  • Pengakuan Dosa: Menyadari diri sebagai hamba yang zalim dan memohon ampunan Allah yang Maha Luas rahmat-Nya.
  • Meminta Kesejahteraan: Memohon kelapangan rezeki, ketenteraman hati, kesehatan, rasa syukur, serta ketakwaan.
  • Doa untuk Sesama: Meminta kemudahan, kesabaran, dan kejujuran tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang tua, keluarga, anak-anak, serta seluruh kaum Muslimin dan Muslimat.

Momentum Rajab tahun ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk membersihkan hati dan memperkuat iman sebagai bekal menyambut bulan Sya’ban dan puncaknya di bulan Ramadhan nanti. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memasuki Bulan Rajab: Bulan Mulia Menuju Ramadhan Read More ยป