Wakaf Daarut Tauhiid

23 Desember 2025

Wujudkan Amanah, Wakaf DT Kembali Kirim 7.000 Mushaf Al-Qur’an ke Wilayah Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Wakaf Daarut Tauhiid (DT) terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an dan membantu penyintas bencana di tanah air.

Pada Senin (22/12/2025), Wakaf DT kembali melepas pengiriman sebanyak 7.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an untuk didistribusikan ke wilayah Sumatera, meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Pengiriman dalam jumlah besar ini merupakan tahap lanjutan dari aksi serupa. Pada pekan sebelumnya, Wakaf DT tercatat telah mengirimkan sebanyak 3.000 eksemplar mushaf ke wilayah yang sama.

Dengan demikian, total sudah ada 10.000 mushaf Al-Qur’an yang bergerak menuju tangan masyarakat dan anak-anak di serambi Mekkah dan sekitarnya.

Menunaikan Amanah Muwakif

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Wakaf DT yang bersinergi dengan DT Peduli dalam mengelola dan menyalurkan titipan dari para muwakif (pewakaf) serta donatur.

“Pengiriman hari ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk menunaikan amanah yang telah dititipkan oleh para muwakif dan donatur melalui Wakaf DT dan DT Peduli. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang diwakafkan segera berubah menjadi keberkahan dalam bentuk mushaf yang dibaca dan dipelajari,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT di sela-sela pelepasan armada pengiriman.

Fokus Distribusi: Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemilihan wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh bukan tanpa alasan. Selain karena kebutuhan rutin akan mushaf yang tinggi di pesantren dan masjid, wilayah-wilayah ini juga tengah dalam masa pemulihan pascabencana yang sempat menghanyutkan banyak harta benda, termasuk Al-Qur’an.

Kehadiran 7.000 mushaf baru ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat mengaji di pelosok Sumatera, memperkuat dakwah Islam, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para pewakaf.

Sinergi antara Wakaf DT dan DT Peduli akan terus berlanjut guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, menjangkau wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan mushaf Al-Qur’an yang layak. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wujudkan Amanah, Wakaf DT Kembali Kirim 7.000 Mushaf Al-Qur’an ke Wilayah Sumatera Read More ยป

Momen Hari Ibu, Aa Gym Kirim Pesan untuk Para Anak

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Momentum Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember menjadi saat yang tepat untuk merenungi kembali makna bakti kepada orang tua.

Dalam video singkatnya, KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, memberikan pesan menyentuh tentang kedudukan seorang ibu yang begitu mulia dalam pandangan Islam.

Ibu Sebagai Perantara Nikmat Penciptaan

Aa Gym mengingatkan bahwa nikmat pertama yang dirasakan setiap manusia adalah nikmat penciptaan. Dari yang sebelumnya tiada, Allah Taโ€™ala menciptakan kita melalui perantara orang tua.

“Kita disimpan di rahim ibu: mengandung dalam berat, melahirkan dengan sakit yang tak terkira, hingga menyusui dengan ketulusan. Itulah mengapa Rasulullah SAW menekankan hingga tiga kali sebutan ‘Ibumu, ibumu, ibumu,’ baru kemudian ayahmu,” tutur Aa Gym.

Jalan Terdekat Menuju Surga

Dalam pesannya, Aa Gym menekankan bahwa kemuliaan hidup tidak hanya diraih melalui banyaknya amal ibadah ritual, melainkan juga melalui kualitas bakti kepada orang tua.

]Meskipun secara manusiawi tidak ada ibu yang sempurna, namun Allah Taโ€™ala telah menetapkan rida-Nya ada pada rida orang tua.

“Tidak ada ibu yang sempurna, tapi surga tidak salah memilih pintunya,” tegas Aa Gym.

Bakti kepada ibu merupakan jalan tol menuju kemuliaan dunia dan akhirat. Walaupun seorang anak tidak akan pernah bisa membalas jasa orang tua sepenuhnya, Islam memberikan panduan sederhana namun mendalam untuk memuliakan mereka.

Langkah Sederhana Memuliakan Ibu

Aa Gym mengajak setiap Muslim untuk mulai mempraktikkan “Adab Mulia” kepada ibu melalui empat hal sederhana:

  1. Senyum Paling Cerah: Memberikan ekspresi wajah yang menyejukkan hati orang tua.
  2. Qaulan Karima: Menggunakan kata-kata yang santun dan nada bicara yang terbaik (lemah lembut).
  3. Adab Mendengarkan: Tidak memotong pembicaraan mereka dan mendengarkan dengan penuh hormat.
  4. Amal Ikhlas: Melayani dan membantu orang tua tanpa pamrih, sebagaimana mereka mengurus kita sewaktu kecil tanpa pernah menuntut balasan.

Momentum Hari Ibu ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi titik balik bagi setiap anak untuk semakin tulus bersimpuh dan berbakti kepada ibundanya masing-masing. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Momen Hari Ibu, Aa Gym Kirim Pesan untuk Para Anak Read More ยป