Wakaf Daarut Tauhiid

21 Desember 2025

Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah?

WAKAFDT.OR.IDMasjid merupakan rumah Allah Ta’ala sekaligus pusat ibadah umat Islam yang harus dijaga dan dimakmurkan. Memakmurkan masjid memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah…” (QS. At-Taubah: 18)

Selain itu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam menyebutkan bahwa mereka yang berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi oleh para malaikat (HR. Abu Daud).

Bolehkah Anak-Anak Ikut ke Masjid?

Muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai hukum membawa anak kecil ke dalam masjid. Berdasarkan penjelasan Hafidz Muftisany dalam buku Fikih Keseharian, pada dasarnya tidak ada larangan untuk membawa anak-anak ke masjid.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait hal ini:

  • Usia Mumayyiz: Sangat dianjurkan membawa anak yang telah mencapai usia mumayyiz (usia di mana anak sudah bisa membedakan hal baik dan buruk).
  • Pendidikan Sejak Dini: Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa meski belum wajib, orang tua perlu memperkenalkan dan mengajarkan shalat kepada anak sejak dini.
  • Anjuran di Usia 7 Tahun: Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melakukan sholat saat usia mereka tujuh tahun…” (HR. Ahmad).

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil diperbolehkannya anak-anak ikut shalat berjamaah di masjid sebagai sarana pembiasaan.

Meski diperbolehkan, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh orang tua agar kemuliaan masjid tetap terjaga:

  • Pengawasan Melekat: Orang tua wajib mendampingi dan mengawasi anak secara ketat selama berada di lingkungan masjid.
  • ย Menjaga Kekhusyukan: Pastikan kehadiran anak tidak mengganggu ketenangan jamaah lain yang sedang beribadah.
  • Memberi Pengertian: Ajarkan anak mengenai adab-adab di dalam masjid sebelum membawanya.

Membawa anak ke masjid adalah langkah positif untuk membentuk karakter religius sejak dini. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan anak-anak akan lebih termotivasi untuk mencintai masjid dan konsisten menunaikan shalat berjamaah hingga mereka dewasa. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah? Read More ยป

Aa Gym: Inilah Hal yang Membuat Kita Menderita

WAKAFDT.OR.ID โ€“ Setiap orang tentu menginginkan hidup yang bahagia. Bahkan, kita menginginkan kebahagiaan itu tetap hadir dalam situasi apapun terhadap kehidupan kita.

Namun, selalu ada saja pintu untuk kita merasa menderita. Ada beberapa sebab yang memicu timbulnya penderitaan, di antaranya ialah:

Pertama, tidak menerima takdir yang telah terjadi. Tidak ada seorang pun yang mampu menolak takdir Alloh Taโ€™ala sekuat apapun manusia itu. Jika Alloh sudah berkehendak maka pasti terjadi.

Ketika kotoran seekor burung jatuh keatas rambut kita, mungkin kita akan mengeluh, menggerutu, dan tidak terima atas kejadian yang telah terjadi.

Padahal terima atau tidak terima, peristiwanya telah terjadi. Maka, sikap yang terbaik adalah menerima apa yang telah terjadi. Ikhlas dan ikhtiar untuk membersihkan kotoran burung.

Rasullullah Shallallohu โ€˜alaihi wasalam bersabda dalam sebuah hadits: โ€œ..Maka barangsiapa yang ridho (pada Alloh), maka baginya keridhoan (dari Alloh).โ€ (HR. Tirmidzi)

Kedua, berprasangka buruk. Penderitaan muncul karena berprasangka buruk kepada Alloh Taโ€™ala. Ia mengira bahwa Alloh tidak menyayanginya, tidak memperdulikannya, tidak mendengar doa-doanya.

Kejadian yang tidak sesuai dengan keinginannya ia jadikan alasan untuk menduga bahwa Alloh tidak menolongnya. Ingatlah, setiap ujian hidup yang kita hadapi adalah bukti bahwa Alloh masih menyanyangi kita.

Dalam sebuah hadits qudsi Alloh Taโ€™ala berfirman: โ€œAku sesuai persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.โ€ (HR. Muslim)

Imam Hasan Al Bashri pernah menyampaikan, โ€œKetahuilah bahwa perbuatan manusia tergantung pada prasangka mereka kepada Robb-nya. Adapun orang mukmin dia akan membaguskan amalnya. Adapun orang kafir dan munafik, dia berprasangka buruk kepada Robb-nya, maka mereka buruk dalam amalnya.โ€

Ketiga, kurang bersyukur. Masih ingat perumpamaan jerawat dan hidung? Ada orang yang muncul jerawat di hidungnya, kemudian dia mengeluhkan jerawatnya.

Padahal, jika ia mau melihat lebih luas, mestinya bersyukur bahwa jerawatnya tidak sebesar hidungnya, masih banyak bagian mukanya yang bersih dari jerawat. Ia hanya akan menderita jika hanya fokus pada satu jerawatnya saja.

Oleh karena itu, setiap kali ada kejadian yang tidak sesuai dengan harapan kita, cobalah untuk melihat dari sisi lain atau dari sisi yang lebih luas, agar terlihat oleh kita betapa lebih banyak karunia Alloh yang kita terima.

Dengan cara itu, insyaAlloh kita akan jauh dari penderitaan dan akan senantiasa merasa bahagia dalam setiap keadaan. Wallahu aโ€™lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Inilah Hal yang Membuat Kita Menderita Read More ยป