Wakaf Daarut Tauhiid

13 Desember 2025

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Berpakaian?

WAKAFDT.OR.IDSeorang muslim diharuskan memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat, karena hal tersebut merupakan cerminan akhlak muslim yang sebenarnya.

Islam tidak pernah mengatur secara mutlak bentuk, style, dan warna pakaian, baik ketika beribadah atau dalam berkegiatan sehari-hari.

Namun, Islam hanya mengatur adab berpakaian yang harus bersih, menutup aurat, sopan yang sesuai dengan cerminan akhlak seorang Muslim.

Di dalam Islam ada batasan atau standar bagaimana adab berpakaian, di antaranya ialah:

Menutup aurat

Untuk aurat lelaki batasnya dari pusar hingga ke lutut. Sedangkan aurat wanita ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kakinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Paha itu adalah aurat.” (HR. Bukhari)

Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Pakaian mesti jarang atau longgar, tidak boleh ketat sehingga menampakan lekuk tubuh yang bisa mengundang hawa nafsu orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Dua kelompok ahli neraka yang belum pernah aku lihat adalah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi ialah wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk surga dan tidak bisa mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (HR. Muslim)

Tidak Memunculkan Perasaan Riya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah Ta’ala tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Membedakan Pakaian Lelaki dan Wanita

Pakaian yang digunakan oleh laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan. Begitu juga sebaliknya, pakaian yang dipakai oleh perempuan tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam mengingatkan hal ini dengan tegas melalui sabdanya:

“Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.” (HR. Bukhari)

Larangan Memakai Sutera

Islam mengharamkan kaum pria menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan sutera. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda yang artinya:

“Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Diawali dengan Sebelah Kanan

Apabila memakai baju, celana dan pakaian yang lainnya, maka mulailah dengan sebelah kanan terlebih dahulu. Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah Radiyallahu ‘anhu yang artinya:

“Rasulullah suka sebelah kanan dalam segala keadaan, seperti memakai sandal, sepatu, berjalan kaki dan bersuci.”

Apabila memakai sepatu atau seumpamanya, mulai dengan sebelah kanan dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri.

Awali dengan Berdoa

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengawali segala aktifitasnya dengan berdo’a. Salah satunya ialah ketika berpakaian, sekurang-kurangnya dengan membaca lafazh bismillahirrahmanirrohim.

Semoga dengan penjelasan diatas bisa memperbaiki diri kita, bagaimana adab berpakaian yang baik menurut tuntunan Islam. Wallahu a’lam bishowab.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Berpakaian? Read More »

Aa Gym: Yakin ke Alloh, Maka Hati Akan Tenang

WAKAFDT.OR.IDSemoga Alloh Yang Maha Mengetahui semua kejadian di alam semesta, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang selalu istiqomah dalam keimanan kepada-Nya.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasaLlam.

Saudara sekalian, mudah-mudahan dari hari ke hari kita menjadi semakin yakin kepada Alloh Ta’ala, dengan keyakinan yang penuh tanpa ada rasa ragu dalam diri kita, karena keyakinan itu menenangkan dan menentramkan hati, sedangkan keraguan itu menggelisahkan kita.

Sebagai contoh yaitu orang yang mencari alamat. Jika seseorang sudah mengetahui dengan yakin alamat yang ia dituju, maka ia akan berjalan dengan pasti dan hati yang mantap, hatinya pun tenang dan perjalanan pun bisa ia nikmati.

Sedangkan orang-orang yang merasa ragu dengan alamat yang ia tuju, maka ia akan berjalan dengan gelisah, tidak nyaman, tidak tenang, bahkan merasa tidak aman.

Oleh karenanya, mari senantiasa periksa diri kita saat sedang dilanda kegelisahan. Karena itu tanda keyakinan kita kepada Alloh Ta’ala sedang melemah.

Tiba-tiba rasa gelisah kita datang karena urusan jodoh, maka kita sedang kurang yakin bahwa Alloh Maha Menentukan.

Tiba-tiba kita juga merasa gelisah karena urusan rezeki, maka kita sedang kurang yakin bahwa Alloh yang Maha Memberi Rezeki.

Gelisah karena urusan apa saja, maka penyebab utamanya ialah kita sedang kurang yakin kepada Alloh Ta’ala.

Sedangkan kalau hati senantiasa ingat, yakin, terpaut kepada Alloh Ta’ala, maka hidup akan tenang, mantap dan jelas. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al Quran:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’du: 28)

Jadi, keyakinan kita kepada Alloh merupakan sumber energi bagi kita dalam melakukan segala hal. Keyakinan sebagai penguat di kala lemah dan keyakinan sebagai penguat di kala merasa berputus asa.

Kita tentu menginginkan hidup dengan ketenangan, mengarungi perjalanan di dunia dengan rasa penuh keyakinan. Maka kuncinya ialah yakin kepada Alloh Ta’ala.

Semoga kita tergolong orang-orang yang semakin mantap dan yakin kepada Alloh Ta’ala sehingga tidak tersesat dalam menjalani hidup ini. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Yakin ke Alloh, Maka Hati Akan Tenang Read More »