Wakaf Daarut Tauhiid

Desember 2025

Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah?

WAKAFDT.OR.IDMasjid merupakan rumah Allah Ta’ala sekaligus pusat ibadah umat Islam yang harus dijaga dan dimakmurkan. Memakmurkan masjid memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah…” (QS. At-Taubah: 18)

Selain itu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam menyebutkan bahwa mereka yang berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi oleh para malaikat (HR. Abu Daud).

Bolehkah Anak-Anak Ikut ke Masjid?

Muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai hukum membawa anak kecil ke dalam masjid. Berdasarkan penjelasan Hafidz Muftisany dalam buku Fikih Keseharian, pada dasarnya tidak ada larangan untuk membawa anak-anak ke masjid.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait hal ini:

  • Usia Mumayyiz: Sangat dianjurkan membawa anak yang telah mencapai usia mumayyiz (usia di mana anak sudah bisa membedakan hal baik dan buruk).
  • Pendidikan Sejak Dini: Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa meski belum wajib, orang tua perlu memperkenalkan dan mengajarkan shalat kepada anak sejak dini.
  • Anjuran di Usia 7 Tahun: Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melakukan sholat saat usia mereka tujuh tahun…” (HR. Ahmad).

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil diperbolehkannya anak-anak ikut shalat berjamaah di masjid sebagai sarana pembiasaan.

Meski diperbolehkan, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh orang tua agar kemuliaan masjid tetap terjaga:

  • Pengawasan Melekat: Orang tua wajib mendampingi dan mengawasi anak secara ketat selama berada di lingkungan masjid.
  • ย Menjaga Kekhusyukan: Pastikan kehadiran anak tidak mengganggu ketenangan jamaah lain yang sedang beribadah.
  • Memberi Pengertian: Ajarkan anak mengenai adab-adab di dalam masjid sebelum membawanya.

Membawa anak ke masjid adalah langkah positif untuk membentuk karakter religius sejak dini. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan anak-anak akan lebih termotivasi untuk mencintai masjid dan konsisten menunaikan shalat berjamaah hingga mereka dewasa. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah? Read More ยป

Aa Gym: Inilah Hal yang Membuat Kita Menderita

WAKAFDT.OR.ID โ€“ Setiap orang tentu menginginkan hidup yang bahagia. Bahkan, kita menginginkan kebahagiaan itu tetap hadir dalam situasi apapun terhadap kehidupan kita.

Namun, selalu ada saja pintu untuk kita merasa menderita. Ada beberapa sebab yang memicu timbulnya penderitaan, di antaranya ialah:

Pertama, tidak menerima takdir yang telah terjadi. Tidak ada seorang pun yang mampu menolak takdir Alloh Taโ€™ala sekuat apapun manusia itu. Jika Alloh sudah berkehendak maka pasti terjadi.

Ketika kotoran seekor burung jatuh keatas rambut kita, mungkin kita akan mengeluh, menggerutu, dan tidak terima atas kejadian yang telah terjadi.

Padahal terima atau tidak terima, peristiwanya telah terjadi. Maka, sikap yang terbaik adalah menerima apa yang telah terjadi. Ikhlas dan ikhtiar untuk membersihkan kotoran burung.

Rasullullah Shallallohu โ€˜alaihi wasalam bersabda dalam sebuah hadits: โ€œ..Maka barangsiapa yang ridho (pada Alloh), maka baginya keridhoan (dari Alloh).โ€ (HR. Tirmidzi)

Kedua, berprasangka buruk. Penderitaan muncul karena berprasangka buruk kepada Alloh Taโ€™ala. Ia mengira bahwa Alloh tidak menyayanginya, tidak memperdulikannya, tidak mendengar doa-doanya.

Kejadian yang tidak sesuai dengan keinginannya ia jadikan alasan untuk menduga bahwa Alloh tidak menolongnya. Ingatlah, setiap ujian hidup yang kita hadapi adalah bukti bahwa Alloh masih menyanyangi kita.

Dalam sebuah hadits qudsi Alloh Taโ€™ala berfirman: โ€œAku sesuai persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.โ€ (HR. Muslim)

Imam Hasan Al Bashri pernah menyampaikan, โ€œKetahuilah bahwa perbuatan manusia tergantung pada prasangka mereka kepada Robb-nya. Adapun orang mukmin dia akan membaguskan amalnya. Adapun orang kafir dan munafik, dia berprasangka buruk kepada Robb-nya, maka mereka buruk dalam amalnya.โ€

Ketiga, kurang bersyukur. Masih ingat perumpamaan jerawat dan hidung? Ada orang yang muncul jerawat di hidungnya, kemudian dia mengeluhkan jerawatnya.

Padahal, jika ia mau melihat lebih luas, mestinya bersyukur bahwa jerawatnya tidak sebesar hidungnya, masih banyak bagian mukanya yang bersih dari jerawat. Ia hanya akan menderita jika hanya fokus pada satu jerawatnya saja.

Oleh karena itu, setiap kali ada kejadian yang tidak sesuai dengan harapan kita, cobalah untuk melihat dari sisi lain atau dari sisi yang lebih luas, agar terlihat oleh kita betapa lebih banyak karunia Alloh yang kita terima.

Dengan cara itu, insyaAlloh kita akan jauh dari penderitaan dan akan senantiasa merasa bahagia dalam setiap keadaan. Wallahu aโ€™lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Inilah Hal yang Membuat Kita Menderita Read More ยป

Penyelesaian Asrama & Kelas di Lantai Dasar Masjid DT Rahmatan Lilโ€™alamin Lubuklinggau Kembali Berjalan

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU โ€“ย Pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin di kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid (DT) Lubuklinggau terus menunjukkan progres positif.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur balkon lantai dua serta tahap pengecatan ruang kelas dan asrama yang berada di lantai dasar.

Aset wakaf yang dikelola oleh DT Peduli Lubuklinggau ini dirancang untuk menjadi pusat dakwah dan pendidikan yang terintegrasi.

Meskipun proses pembangunan masih berjalan, suasana di lokasi proyek tetap terlihat dinamis dengan aktivitas para pekerja bangunan yang bersinergi dengan kegiatan belajar mengajar.

Meski progres fisik belum mencapai 100%, hal tersebut tidak menghalangi kebermanfaatan bangunan ini. Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin telah aktif digunakan secara maksimal oleh para santri dan warga sekitar.

Lantai dasar yang kini sedang dalam tahap pengecatan, sudah difungsikan sebagai ruang kelas untuk menimba ilmu serta asrama bagi para santri tahfidz. Kehadiran masjid ini menjadi jantung aktivitas ibadah dan sosial di lingkungan wakaf terpadu tersebut.

Kepala Kantor Layanan DT Peduli Lubuklinggau menyampaikan bahwa sejak awal pembangunan, semangat menghidupkan masjid telah ditekankan.

“Alhamdulillah, progres saat ini sedang pada pembuatan dak balkon lantai dua. Sembari pembangunan berjalan, aktivitas santri tidak berhenti. Warga sekitar juga sudah aktif memanfaatkan masjid untuk salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.

Pengecatan area kelas dan asrama dilakukan guna memberikan kenyamanan lebih bagi para santri yang menetap, sehingga proses menghafal Al-Qur’an dan belajar dapat berjalan lebih kondusif.

Sebagai aset wakaf, pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin ini merupakan wujud nyata kepedulian para muwakif (pewakaf) dalam menyediakan sarana ibadah yang layak.

DT Peduli Lubuklinggau berkomitmen untuk memastikan amanah wakaf ini dikelola dengan profesional agar terus mengalirkan keberkahan bagi masyarakat luas.

Pihak pengelola juga tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam menuntaskan pembangunan masjid ini, agar fasilitas pendukung pendidikan dan ibadah di Lubuklinggau semakin lengkap dan nyaman bagi generasi penghafal Al-Qur’an di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Penyelesaian Asrama & Kelas di Lantai Dasar Masjid DT Rahmatan Lilโ€™alamin Lubuklinggau Kembali Berjalan Read More ยป

Haru, Gema Adzan Kembali Menggema di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG โ€“ Suasana haru menyelimuti Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, saat suara adzan kembali berkumandang dari menara Masjid Baitil Makmur pada Jumat siang (12/12/2025).

Untuk pertama kalinya sejak diterjang banjir bandang dahsyat pada 26 November lalu, warga desa akhirnya bisa melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah di tengah puing-puing sisa bencana.

Kehadiran jamaah yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga para sesepuh desa menciptakan atmosfer yang emosional. Setelah dua pekan kehilangan tempat bernaung dan ruang ibadah, momen ini terasa seperti perayaan hari raya.

Warga saling berpelukan dan bersalaman dengan air mata yang menetes, mensyukuri kesempatan untuk kembali bersujud di rumah Allah meski kondisi desa masih dalam keadaan lumpuh total.

Tangis Syukur di Tengah Lumpur

Muchtar, salah satu sesepuh Desa Sekumur, tidak mampu membendung isak tangisnya usai menunaikan ibadah. Baginya, bisa kembali shalat di masjid adalah sebuah keajaiban yang sulit dipercaya.

Ia mengingat kembali betapa mencekamnya peristiwa pada 26 November tersebut, di mana air bah setinggi atap menghantam permukiman mereka.

“Masjid ini pun hampir tenggelam saat itu. Syukur alhamdulillah, berkat bantuan tulus dari para relawan, kami bisa kembali shalat berjamaah setelah 15 hari lamanya tidak mendengar suara adzan di sini,” ungkap Muchtar dengan suara bergetar.

Ia mengaku sangat merindukan suasana ibadah di masjid selama masa-masa sulit pascabencana. Bagi warga, masjid bukan sekadar bangunan, melainkan jantung kehidupan sosial mereka. Muchtar berkali-kali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulihan masjid tersebut.

Gotong Royong Melawan Endapan Lumpur

Sebelumnya, kondisi Masjid Baitil Makmur sangat memprihatinkan. Meskipun menjadi satu-satunya bangunan yang tetap berdiri tegak saat rumah-rumah warga hancur rata dengan tanah, masjid tersebut sempat tidak bisa digunakan karena tertimbun lumpur pekat setinggi 60 sentimeter.

Proses pembersihan semula dianggap mustahil dilakukan oleh warga sendirian, mengingat mereka juga harus fokus membangun gubuk-gubuk darurat di atas reruntuhan rumah masing-masing.

Namun, harapan muncul ketika para relawan terjun langsung ke lapangan pada Kamis (11/12/2025). Dengan semangat gotong royong, tim gabungan dan warga bahu-membahu menyingkirkan material banjir.

Ahmad Barqu, salah satu koordinator aksi di lapangan, menjelaskan bahwa kendala utama selain ketebalan lumpur adalah sulitnya akses air bersih.

“Kami harus menyambung selang pompa air dari sumur yang lokasinya cukup jauh untuk mendapatkan tekanan yang kuat. Dengan bantuan mesin air, lumpur yang mulai mengering akhirnya bisa melunak dan dibersihkan,” jelasnya.

Berkat kerja keras yang dilakukan hingga larut malam, pada Jumat pagi seluruh area masjid telah bersih dari sisa bencana.

Kini, Masjid Baitil Makmur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat koordinasi dan ruang kebersamaan bagi warga yang masih tinggal di tenda-tenda darurat.

Kembalinya fungsi masjid ini menjadi simbol bangkitnya semangat spiritual dan sosial masyarakat Desa Sekumur.

Di tengah keterbatasan, mereka kini memiliki tempat berteduh yang aman untuk merencanakan pemulihan desa ke depannya, sembari menanti bantuan lebih lanjut untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yang hilang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Haru, Gema Adzan Kembali Menggema di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang Read More ยป

Wakaf DT Salurkan 3.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir di Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ย Yayasan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera.

Melalui DT Peduli, sebanyak 3.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an disalurkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah terdampak parah, meliputi Medan, Aceh, dan Padang.

Langkah ini diambil menyusul laporan dari lapangan yang menunjukkan bahwa selain kebutuhan pokok seperti pangan dan sandang, banyak masyarakat penyintas banjir yang kehilangan kitab suci Al-Qur’an karena rusak atau hanyut terbawa arus.

Kehadiran mushaf baru ini diharapkan dapat menjadi dukungan moral dan spiritual bagi warga dalam menghadapi masa pemulihan.

Guna memastikan bantuan sampai tepat waktu, pengiriman mushaf Al-Qur’an tersebut telah mulai diberangkatkan menggunakan jasa kargo pada Kamis malam (18/12/2025).

Pengiriman jalur cepat ini diprioritaskan agar Al-Qur’an dapat segera dibagikan ke masjid, musala, dan sekolah-sekolah di wilayah pengungsian yang sangat membutuhkan.

Sebagai bentuk amanah atas donasi dari para wakif, prosesi penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada hari ini, Jumat (19/12/2025).

Acara serah terima dilakukan oleh pengurus Yayasan Wakaf DT kepada jajaran perwakilan DT Peduli yang nantinya akan bertanggung jawab dalam teknis distribusi di lapangan.

“Bencana banjir di beberapa titik di Sumatera menyisakan duka, termasuk rusaknya fasilitas ibadah. Kami berharap 3.000 Al-Qur’an ini bisa menjadi pelipur lara dan kembali menghidupkan syiar Quran di lokasi bencana,” ujar perwakilan pengurus Yayasan Wakaf DT di sela-sela acara.

Berdasarkan data lapangan, banyak warga di Medan, Aceh, dan Padang yang menyatakan kerinduannya untuk kembali mengaji di tengah kondisi darurat.

Rusaknya Al-Qur’an akibat terendam air berlumpur membuat aktivitas keagamaan di beberapa titik pengungsian sempat terhambat.

Melalui kolaborasi antara Wakaf DT dan DT Peduli, diharapkan sinergi ini tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan batin para korban banjir agar tetap tegar melalui ujian ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Salurkan 3.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir di Sumatera Read More ยป

Selesaikan Hafalan 30 Juz dalam Setahun, 8 Santri SQDT Lubuklinggau Resmi Diwisuda

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU โ€“ย Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Rahmatan Lilโ€™alamin, kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Lubuklinggau.

Sebanyak delapan santri Sekolah Quran Daarut Tauhiid (SQDT) Lubuklinggau resmi menjalani prosesi wisuda setelah berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Keberhasilan ini merupakan buah dari program karantina tahfidz intensif selama satu tahun. Selama masa tersebut, para santriwati dibimbing dan diawasi secara ketat oleh Ustazah Leha dan Ustazah Marwah di asrama akhwat.

Kepala Kantor Layanan (KL) DT Peduli Lubuklinggau, Andian Pradita, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian para santri.

Beliau menekankan bahwa program ini merupakan ikhtiar mencetak generasi penghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat namun berkualitas.

“Alhamdulillah, para santri berhasil menyelesaikan hafalannya tepat waktu. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan bagi semua pihak,” ujar Andian.

Senada dengan hal tersebut, Bunda Sudarsih, selaku perwakilan donatur, mengungkapkan rasa bangganya saat melihat langsung perkembangan para santri.

“Saya menyaksikan sendiri perjuangan mereka dalam menghafal Al-Qur’an, sungguh luar biasa. Kami berterima kasih karena setiap huruf yang dibaca oleh para santri, pahalanya mengalir juga untuk kami para donatur,” ungkapnya penuh syukur.

Momen Haru Penyerahan Mahkota

Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis penyerahan mahkota dari para santri kepada orang tua masing-masing.

Momen ini menjadi titik paling emosional yang mengundang air mata bahagia dari para hadirin, termasuk santri ikhwan, asatiz, dan wali santri yang hadir.

Fadilah, salah satu wisudawati, tak kuasa membendung rasa haru saat menyampaikan kesan-kesannya. “Alhamdulillah, perjuangan kami sampai di titik ini. Terima kasih Ya Allah, terima kasih DT Peduli, dan terima kasih kepada para donatur yang telah menjadi jalan kebaikan bagi kami,” ucapnya.

Acara ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya dan menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung dakwah Al-Qur’an di Lubuklinggau. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selesaikan Hafalan 30 Juz dalam Setahun, 8 Santri SQDT Lubuklinggau Resmi Diwisuda Read More ยป

Menata Hati di Rumah Allah: Kisah Teh Uwi, Ibu Lima Hafiz yang Istiqomah di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ย Selasa (16/12/2025) siang, suasana tenang menyelimuti Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gegerkalong, Bandung, sesaat setelah shalat Dzuhur berjamaah usai.

Di antara jamaah yang mulai beranjak, tampak seorang wanita paruh baya yang masih terpaku dalam kekhusyukan.

Ia adalah Uwi (49), atau yang akrab disapa Teh Uwi. Bagi tim Wakaf DT, sosoknya sudah tidak asing karena hampir selalu terlihat di setiap waktu shalat.

Ibu dari lima anak penghafal Al-Qurโ€™an ini telah menjadikan masjid sebagai pusat kehidupannyaโ€”mulai dari shalat berjamaah, menjaga hafalan (murojaah), hingga menyimak kajian ilmu.

Rindu yang Melampaui Jarak

Asal Sumedang, Teh Uwi memutuskan menetap di Bandung demi satu tujuan: agar lebih dekat dengan Masjid DT.

Meski harus menempuh perjalanan beberapa menit dari kosannya, langkah kakinya tak pernah terasa berat. Baginya, setiap langkah menuju masjid adalah wujud syukur yang dirawat dengan keistiqomahan.

โ€œSaya masih belajar, dan ingin selamanya belajar. Tidak ada kata cukup untuk mencari ilmu agama,โ€ ucapnya lirih. Di masjid ini, ia mengaku merasa bertumbuh, baik secara ilmu maupun ketenangan batin.

Al-Qurโ€™an sebagai Jawaban Hidup

Al-Qurโ€™an telah menjadi teman setia Teh Uwi dalam menautkan hati kepada Sang Pencipta. Ia menceritakan bagaimana kedekatan dengan kalam-Muโ€™jizat tersebut memberinya kekuatan saat menghadapi persoalan hidup.

โ€œKalau sedang ada masalah, saat membaca Al-Qurโ€™an, tiba-tiba ada ayat yang terasa sangat relevan dengan hidup saya. Padahal terkadang membukanya secara acak, tapi rasanya seperti Allah langsung menenangkan lewat ayat itu,โ€ tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Masjid sebagai Tempat Menata Hati

Sebagai manusia biasa, Teh Uwi tak menampik jika rasa jenuh atau malas terkadang menghampiri. Namun, ia selalu mengingatkan diri bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara. Pesan-pesan dari kajian di Masjid DT menjadi penguat yang selalu memanggilnya kembali.

Dukungan fasilitas masjid yang nyaman, udara yang sejuk, dan suasana teduh di Masjid DT membuatnya betah untuk berlama-lama beriktikaf. Baginya, masjid bukan sekadar bangunan fisik untuk ibadah, melainkan tempat di mana hati kembali ditata.

Memakmurkan Melalui Kehadiran

Kisah Teh Uwi mengajarkan bahwa memakmurkan masjid tidak selalu harus dimulai dengan hal-hal besar. Kehadiran yang setia dan niat yang terjaga setiap hari adalah bentuk kemakmuran yang nyata.

Melalui Wakaf Masjid Rahmatan Lil โ€˜Alamin, semangat yang dibawa oleh jamaah seperti Teh Uwi diharapkan terus hidup.

Dukungan wakaf memastikan masjid tetap menjadi ruang tumbuh bagi siapa pun yang ingin mendekat kepada Allah, menjadi tempat lahirnya ketenangan, ilmu, serta generasi Qurโ€™ani yang lahir dari cinta dan istiqomah. (SSP/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menata Hati di Rumah Allah: Kisah Teh Uwi, Ibu Lima Hafiz yang Istiqomah di Masjid DT Read More ยป

Masjid sebagai Tempat Pulang: Dedikasi Niken dalam Menjaga Cahaya Ibadah di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ย Selasa (16/12/2025), suasana Masjid Daarut Tauhiid (DT) selepas Dzuhur terasa hidup dan menenangkan.

Udara sejuk menyelimuti langkah kami saat berkunjung untuk menyaksikan langsung denyut aktivitas halaqah yang tumbuh subur di jantung masjid ini.

Di sana, kami bertemu dengan Niken (23), atau yang akrab disapa Teh Niken. Pemudi asal Garut dengan raut wajah tenang dan senyum tulus ini tengah menjalankan amanahnya sebagai musrifah (pembimbing santri).

Ini adalah tahun keduanya mengabdi secara profesional, setelah sebelumnya menghabiskan hampir empat tahun membersamai DT sejak masa kuliah.

Keputusan Niken untuk menetap dan mengabdi sebagai musrifah selepas lulus kuliah bukanlah pilihan yang instan. Di usia muda, ia memilih jalan pengabdian untuk mendampingi dan bertumbuh bersama para santri.

โ€œHalaqah itu harus dimaksimalkan di masjid. Karena dari masjid, shalat lima waktu terjaga, lalu dilanjutkan dengan murojaah dan menambah hafalan bersama santri SMA/SMK,โ€ ujarnya.

Aktivitas halaqah di sini mengalir mengikuti waktu shalat. Waktu Subuh hingga pagi dipenuhi dengan setoran hafalan baru, sementara jeda Dzuhur atau Maghrib diisi dengan halaqah setoran ringan. Bagi Niken, atmosfer masjid memberikan pengaruh besar terhadap kualitas ibadah para santri.

โ€œMenghafal di masjid rasanya lebih mudah dan nyaman. Vibes masjid membuat hati betah, seolah ada energi yang menahan siapa pun untuk tidak segera beranjak,โ€ tuturnya.

Ketenangan yang dirasakan di Masjid DT bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, melainkan lahir dari konsistensi suasana ibadah yang terjaga.

Motivasi Niken sederhana namun mendalam: ia ingin berkontribusi melalui apa yang ia bisa. Menjadi musrifah baginya adalah tentang hadir lebih dekat dengan santri dan menjaga niat agar tetap lillah (karena Allah).

โ€œKehangatan saat beribadah itu adalah anugerah terindah,โ€ ucapnya lirih.

Dedikasi Niken adalah potret nyata dari upaya memakmurkan masjidโ€”sebuah tempat di mana doa, hafalan, dan harapan tumbuh beriringan. Di sinilah esensi dari Wakaf Masjid Rahmatan Lil โ€˜Alamin terasa nyata.

Masjid yang nyaman, sejuk, dan terawat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang hidup bagi generasi muda. Wakaf masjid menjadi ikhtiar bersama agar rumah ibadah ini terus menjadi “tempat pulang” untuk belajar dan menebar rahmat bagi sesama. (SSP/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masjid sebagai Tempat Pulang: Dedikasi Niken dalam Menjaga Cahaya Ibadah di Masjid DT Read More ยป

Eco Pesantren 2 Sebagai Aset Wakaf DT, Jadi Laboratorium Karakter Siswa SD Melalui Program Pengabdian

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid, yang diketahui merupakan salah satu aset wakaf DT, berfungsi optimal tidak hanya sebagai lokasi pendidikan formal bagi santri PDF, tetapi juga sebagai laboratorium karakter bagi siswa-siswi SD Daarut Tauhiid.

Hal ini terlihat dari suksesnya pelaksanaan Program Pengabdian pada Masyarakat (P2M) yang diikuti oleh siswa kelas 6 SD DT pada 8-9 Desember 2025.

Dalam suasana pagi yang penuh semangat, sekitar Masjid Eco Pesantren 2, para siswa menjalani agenda dua hari bertajuk “Khidmatku Cintaku: Menebar Kebaikan untuk Meraih Manfaat.” Kegiatan ini dirancang untuk mengajarkan kepedulian sosial dan empati secara langsung.

Mengasah Empati dan Kepedulian

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada gotong royong membersihkan area masjid dan dilanjutkan dengan bakti sosial bagi warga sekitar.

Para siswa diajak berinteraksi langsung, belajar bahwa kepedulian terwujud melalui tindakan sederhana seperti membantu dan berbagi dengan tulus.

Memasuki hari kedua dengan tema Cinta Masjid, para siswa kembali membersihkan dan merapikan lingkungan, namun dengan pemahaman yang lebih mendalam.

Gerakan membersihkan halaman atau menata sandal menjadi pelajaran praktis tentang pentingnya kebaikan kecil yang dilakukan secara kolektif.

Menanam Komitmen Kebaikan Berkelanjutan

Menurut Keke, Humas SD Daarut Tauhiid, kegiatan P2M merupakan bagian krusial dari pendidikan karakter. Ia menekankan bahwa pengabdian mengajarkan komitmen berkelanjutan untuk memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan, bukan sekadar tindakan sesaat.

“Pengabdian mengajarkan bahwa kebaikan bukan hanya tindakan, tetapi komitmen berkelanjutan untuk memberi arti bagi sesama dan lingkungan tempat kita berpijak. Menghadirkan harapan bagi setiap insan yang membutuhkan, serta menanam nilai kemanusiaan yang menyinari kehidupan bersama,” ujar Keke.

Pengalaman di Eco Pesantren 2 ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat. Keke berharap kegiatan ini menjadi momentum awal yang mendorong para santri untuk tumbuh menjadi pribadi yang Bertauhid, Berkarakter, dan Bermanfaat.

Dengan memanfaatkan aset wakaf DT ini, yayasan memastikan bahwa fasilitas yang ada tidak hanya digunakan untuk kegiatan rutin, tetapi juga maksimal dalam membentuk karakter generasi penerus yang memiliki kepekaan sosial. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Eco Pesantren 2 Sebagai Aset Wakaf DT, Jadi Laboratorium Karakter Siswa SD Melalui Program Pengabdian Read More ยป

Minimalisir Longsor & Upaya Penghijauan, YDT Bersama YDT-KU Gelar Tanam Pohon Bersama

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNGย BARATย โ€“ Yayasan Daarut Tauhiid (DT) bekerja sama dengan Yayasan DT Khadimul Ummat melaksanakan kegiatan penanaman pohon serentak di area Eco Pesantren 2.

Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar pelestarian alam dan upaya strategis untuk meminimalisir risiko bencana longsor di sekitar area pesantren.

Acara yang digelar pada Selasa, 16 Desember 2025, ini dihadiri oleh seluruh santri karya (karyawan) dari kedua yayasan.

Sebanyak 200 batang bibit pohon ditanam secara fokus di lereng-lereng sekitar Eco Pesantren 2 yang merupakan salah satu aset wakaf DT yang saat ini digunakan untuk kegiatan santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) DT.

Kolaborasi dengan Aparatur Desa

Ujang Karim, selaku Bendahara Yayasan DT sekaligus Direktur Wakaf Sosial, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dan dukungan penuh dari aparatur Desa Karyawangi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi erat. Kami mendapat dukungan support sekitar 400-an bibit pohon dari aparatur Desa Karyawangi untuk ditanam di area ini,” ujar Ujang Karim.

Beliau berharap, melalui kegiatan penanaman pohon ini, selain dapat menjadi jalan untuk menjaga kelestarian alam, kolaborasi yang baik antara pesantren dengan aparatur desa maupun daerah dapat terus terjalin dan diperkuat.

“Semoga melalui kegiatan ini, bisa menjadi jalan untuk menjaga pelestarian alam, dan juga kolaborasi antara pesantren dengan aparatur desa maupun daerah bisa terus terjalin,” tambahnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Pesantren Daarut Tauhiid dalam menjaga lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam di kalangan santri karya dan masyarakat sekitar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Minimalisir Longsor & Upaya Penghijauan, YDT Bersama YDT-KU Gelar Tanam Pohon Bersama Read More ยป