Wakaf Daarut Tauhiid

Masjid sebagai Tempat Pulang: Dedikasi Niken dalam Menjaga Cahaya Ibadah di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Selasa (16/12/2025), suasana Masjid Daarut Tauhiid (DT) selepas Dzuhur terasa hidup dan menenangkan.

Udara sejuk menyelimuti langkah kami saat berkunjung untuk menyaksikan langsung denyut aktivitas halaqah yang tumbuh subur di jantung masjid ini.

Di sana, kami bertemu dengan Niken (23), atau yang akrab disapa Teh Niken. Pemudi asal Garut dengan raut wajah tenang dan senyum tulus ini tengah menjalankan amanahnya sebagai musrifah (pembimbing santri).

Ini adalah tahun keduanya mengabdi secara profesional, setelah sebelumnya menghabiskan hampir empat tahun membersamai DT sejak masa kuliah.

Keputusan Niken untuk menetap dan mengabdi sebagai musrifah selepas lulus kuliah bukanlah pilihan yang instan. Di usia muda, ia memilih jalan pengabdian untuk mendampingi dan bertumbuh bersama para santri.

“Halaqah itu harus dimaksimalkan di masjid. Karena dari masjid, shalat lima waktu terjaga, lalu dilanjutkan dengan murojaah dan menambah hafalan bersama santri SMA/SMK,” ujarnya.

Aktivitas halaqah di sini mengalir mengikuti waktu shalat. Waktu Subuh hingga pagi dipenuhi dengan setoran hafalan baru, sementara jeda Dzuhur atau Maghrib diisi dengan halaqah setoran ringan. Bagi Niken, atmosfer masjid memberikan pengaruh besar terhadap kualitas ibadah para santri.

“Menghafal di masjid rasanya lebih mudah dan nyaman. Vibes masjid membuat hati betah, seolah ada energi yang menahan siapa pun untuk tidak segera beranjak,” tuturnya.

Ketenangan yang dirasakan di Masjid DT bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, melainkan lahir dari konsistensi suasana ibadah yang terjaga.

Motivasi Niken sederhana namun mendalam: ia ingin berkontribusi melalui apa yang ia bisa. Menjadi musrifah baginya adalah tentang hadir lebih dekat dengan santri dan menjaga niat agar tetap lillah (karena Allah).

“Kehangatan saat beribadah itu adalah anugerah terindah,” ucapnya lirih.

Dedikasi Niken adalah potret nyata dari upaya memakmurkan masjid—sebuah tempat di mana doa, hafalan, dan harapan tumbuh beriringan. Di sinilah esensi dari Wakaf Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin terasa nyata.

Masjid yang nyaman, sejuk, dan terawat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang hidup bagi generasi muda. Wakaf masjid menjadi ikhtiar bersama agar rumah ibadah ini terus menjadi “tempat pulang” untuk belajar dan menebar rahmat bagi sesama. (SSP/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID