Wakaf Daarut Tauhiid

4 September 2025

Terbatas Waktu dan Jarak, Tim Wakaf DT Jemput Wakaf ke Rumah Wakif

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Perkembangan teknologi saat ini membuat semua aspek menjadi lebih mudah. Termasuk transaksi jual beli, atau transaksi lainnya.

Begitu pun dengan berwakaf, dengan kemajuan teknologi yang ada, seseorang bisa lebih mudah dalam melaksanakan wakafnya atau sedekahnya.

Tidak harus datang ke kantor wakaf, calon wakif (orang yang berwakaf) bisa melakukan transaksi wakaf dari rumah melalui gawainya.

Namun jika wakif masih merasa kesulitan untuk melakukan transaksi melalui gawai. Pengelola wakaf bisa datang langsung ke rumah untuk menjemput wakaf. Seperti yang dilakukan oleh tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT).

Pada hari Selasa (2/9/2025), tim Wakaf DT memutuskan untuk datang ke rumah wakif yang hendak menunaikan wakafnya. Karena wakif berhalangan untuk datang langsung ke kantor Wakaf DT.

Sebelumnya wakif telah berkomunikasi dengan tim Wakaf DT untuk menunaikan wakafnya sambil berkonsultasi. Namun, wakif menyampaikan keluhannya soal kesehatan, belum lagi tidak adanya orang yang bisa mengantar ke kantor Wakaf DT.

Ibu Ismayan Dewi (usia 63 tahun) bersedia untuk bersilaturahim secara langsung dengan tim Wakaf DT di rumahnya. Ia mewakafkan beberapa perhiasan emasnya atas nama ayahandanya yang telah wakaf sejak 2014.

“Maaf ya de kalau direpotkan, soalnya ibu bingung gimana caranya buat kesana (Pesantren DT). Biasanya anak ibu yang suka antar kesana, tapi kebetulan lagi sibuk”, ungkap Ibu Ismayan.

Emas yang diwakafkan oleh Ibu Ismayan, nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan Ruang Kelas Belajar santri PDF di Eco Pesantren DT 2.

Wakaf DT menawarkan berbagai metode wakaf kepada calon wakif yang hendak berwakaf melalui Wakaf DT.

Seperti yang disampaikan diatas, jika calon wakif tidak bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT, calon wakif bisa melakukan transaksi melalui gawainya. Namun jika terkendala via gawai dan ingin dijemput wakafnya, maka tim Wakaf DT siap untuk datang langsung ke rumah calon wakif.

Jika niat untuk berwakaf sudah ada maka baiknya langsung ditunaikan, sebelum terhalang oleh hal-hal lainnya. Karena wakaf merupakan amalan kebaikan, dan amal baik harus segera ditunaikan, agar menjadi pahala. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Terbatas Waktu dan Jarak, Tim Wakaf DT Jemput Wakaf ke Rumah Wakif Read More »

Kisah Haru Ibu Ismayan yang Mewakafkan Emasnya Atas Nama Ayahnya

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Wakaf menjadi amalan orang cerdas, karena merupakan investasi akhirat yang memberikan manfaat berkelanjutan dan pahala yang terus mengalir (amal jariyah), bahkan setelah pewakaf meninggal dunia.

Orang cerdas memilih wakaf untuk mendapatkan pahala berlipat ganda, menciptakan dampak sosial yang luas melalui pembangunan fasilitas seperti masjid dan lembaga pendidikan, serta dapat menjadi “pendapatan pasif” berupa pahala tanpa perlu beramal lagi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ibu Ismayan. Ia merupakan seorang nenek berusia 63 tahun, yang tinggal di kota Bandung.

Belum lama ini, pada hari Selasa (2/9/2025) Tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) berkesempatan bersilaturahim ke kediaman Ibu Ismayan.

Pada pekan sebelumnya ia telah berkomunikasi dengan salah satu tim Wakaf DT untuk menunaikan keinginannya berwakaf di Wakaf DT.

Di rumahnya, ia bercerita pengalaman sebelumnya pernah berwakaf melalui Wakaf DT, yaitu wakaf umum dan wakaf mushaf.

“Maaf ya de kalau direpotkan, soalnya ibu bingung gimana caranya buat kesana (Pesantren DT). Biasanya anak ibu yang suka antar kesana, tapi kebetulan lagi sibuk”, cerita Ibu Ismayan.

Ia juga menceritakan keinginannya untuk mewakafkan perhiasan yang dimilikinya. “Saya punya ini (perhiasan) sudah lama saya simpan, dipake juga ga pernah, saya pikir-pikir buat apa disimpan ga ada manfaatnya, jadi mending saya wakafkan aja yang insyaAllah jelas akan bermanfaat buat orang”.

“Saya juga malu sebetulnya ga bisa ngasih banyak buat wakaf, maafin ya Ibu cuma punya ini. Titip ya, Ibu wakafkan ini atas nama Bapaknya Ibu”.

Sambil menangis Ibu Ismayan melanjutkan ceritanya, “Alhamdulillah, sekarang rasanya ibu lega, karena harta yang udah lama disimpan ini akhirnya bisa tersalurkan juga, apalagi ini untuk wakaf”.

Emas yang diwakafkan oleh Ibu Ismayan, nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan Ruang Kelas Belajar santri PDF di Eco Pesantren DT 2.

Dari Ibu Ismayan kita bisa belajar, bahwa mengeluarkan harta untuk amal baik (wakaf) tidak akan membuat ia miskin, justru hal tersebut membuktikan seseorang akan mendapatkan kelapangan dan ketenangan, karena harta yang dimiliki akan menjadi milik Allah dan dimanfaatkan oleh ummat. (WIN)

Redaktur: Wahid ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Haru Ibu Ismayan yang Mewakafkan Emasnya Atas Nama Ayahnya Read More »