Wakaf Daarut Tauhiid

1 September 2025

Makmurkan Masjid DT, Ratusan Jamaah Hadiri Kajian Koh Dennis Lim

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung, pada hari Ahad (24/8/2025) kembali menggelar kajian spesial dengan menghadirkan Ustadz Koh Dennis Lim sebagai pemateri.

Mengusung tema “Untuk Hati yang Gelisah”, kajian ini berhasil menarik antusiasme jamaah dengan jumlah peserta mencapai 389 orang yang hadir langsung di Masjid DT Bandung, Jl. Gegerkalong Girang No. 38.

Acara ini mendapat sambutan hangat dari Pimpinan Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), yang menyampaikan pesan agar jamaah senantiasa menjadikan kajian sebagai sarana memperbaiki diri dan menenangkan hati melalui dzikir serta ilmu yang bermanfaat.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Koh Dennis Lim mengajak jamaah untuk jujur pada diri sendiri, kegelisahan yang sering kita rasakan sesungguhnya muncul karena hati kita menjauh dari Allah.

Beliau mengingatkan, obatnya bukan dicari pada hal-hal duniawi, melainkan dengan kembali mendekat kepada Allah SWT melalui ibadah, doa, dan amal.

Kegiatan ini didukung penuh oleh DT Peduli dan Wakaf Daarut Tauhiid, serta dipanitiai oleh Pemuda Tauhiid, organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan DKM Daarut Tauhiid Bandung.

Mereka turut andil besar dalam menyukseskan jalannya acara. Mulai dari persiapan, penyambutan jamaah, hingga memastikan kajian berlangsung tertib dan nyaman bagi semua peserta.

Selain dihadiri langsung di Masjid Daarut Tauhiid Bandung, kajian juga disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Masjid Daarut Tauhiid, sehingga dapat diikuti oleh jamaah dari berbagai daerah.

Melalui kajian ini kita belajar bahwa kegelisahan hanyalah tanda rindu untuk kembali pada Allah. Semoga langkah kecil ini menumbuhkan ketenangan bagi setiap hati.

InsyaAllah, kajian spesial serupa akan rutin hadir setiap bulan di Masjid Daarut Tauhiid, menjadi ruang perjumpaan dalam ilmu dan pengingat agar kita terus istiqamah di jalan Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Selain itu, melalui kegiatan di Masjid DT juga bisa menjadi sarana untuk memakmurkan aset wakat. Semoga jamaah yang melaksanakan ibadah kan kegiatan lainnya bisa mendapatkan pahala memakmurkan tanah wakaf. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Makmurkan Masjid DT, Ratusan Jamaah Hadiri Kajian Koh Dennis Lim Read More »

Kata Para Tokoh dalam Peresmian “Waktunya Indonesia Berwakaf”

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar, namun perlu adanya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan literasi, partisipasi masyarakat, dan optimalisasi pengelolaan aset wakaf agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan dan kesejahteraan umat.

Potensi wakaf di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun dengan potensi wakaf uang per tahun mencapai Rp181 triliun, menurut Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Atas dasar itulah, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bersama Indonesia Berta’awun menyelenggarakan seminar nasional Waktunya Indonesia Berwakaf (WIB) dengan tema “Wakif Berta’awun Membangun Negeri”.

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., dalam video materinya menyampaikan bahwa wakaf ini harus menjadi gaya hidup (life style) sejak usia muda.

“Wakaf itu harus segera ditunaikan, jangan ditunda. Karena sesuatu yang baik harus segera ditunaikan. Agar nantinya kita menjadi orang yang terbiasa untuk berwakaf, makannya ada istilah alah bisa karena terbiasa, yang artinya sesuatu yang sulit akan menjadi mudah jika dilakukan terus-menerus karena sudah terbiasa”, ungkap Prof. Didin.

KH. Abdullah Gymnastiar tidak lupa menyampaikan pesan pentingnya wakaf untuk bekal amalan dikemudian hari.

“Cepat atau lambat kita semua akan mati. Setinggi apapun jabatan kita, sekaya apapun kita, pada akhirnya kita akan ada dibawah, dikubur. Kita juga tidak akan tahu setelah dikubur nanti nasibnya akan seperti apa. Makannya yang paling penting adalah bagaimana saat ini kita mempersiapkan bekal untuk kematian kelak”.

“Wakaf ini merupakan salah satu upaya kita untuk mempersiapkan bekal dikemudian hari. Karena wakaf ini dampaknya luar biasa, tidak hanya orang yang berwakaf yang akan mendapatkan manfaat, tetapi orang lain juga bisa menikmati harta yang kita wakafkan”, tambah Aa Gym.

Era digital bukan sekadar tantangan, tetapi juga peluang. Mari kita semua “berteriak” dengan melakukan transformasi dan inovasi untuk membangunkan raksasa tidur yang bernama wakaf dan menjadikan wakaf sebagai pilar utama pertumbuhan dan ketahanan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kata Para Tokoh dalam Peresmian “Waktunya Indonesia Berwakaf” Read More »