Wakaf Daarut Tauhiid

28 September 2025

4 Sumber Hukum Dalam Islam

WAKAFDT.OR.IDSebagai seorang muslim tentu membutuhkan tuntunan sebagai sumber hukum untuk menjalankan hidup dan memutuskan sesuatu suatu hukum dalam sebuah perkara.

Ada 4 sumber hukum dalam Islam yang harus diketahui, di antaranya ialah:

Al-Qur’an, sumber hukum Islam yang pertama ialah Al-Qur’anul Karim. Al-Qur’an merupakan kalam atau firman Allah Ta’ala.

Firman Allah yang dihimpun menjadi sebuah kitab suci dan diyakini sebagai wahyu langsung dari Allah melalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam.

Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang mengatur berbagai aspek kehidupan, seperti ibadah, muamalah, sejarah, akhlak, dan hukum pidana.

Dalam surat Al-Isra ayat 88, Allah Ta’ala berfirman:

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.”

Hadits, sumber hukum Islam selanjutnya hadits. Hadits adalah perkataan Nabi yang juga menjadi tuntunan dalam beribadah dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Dalam hadits terdapat tindakan, ucapan, dan persetujuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Hadist memberikan gambaran bagaimana Rasullullah Ta’ala mengimplementasikan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Allah Ta’ala dalam Surat Ali-Imran ayat 32 yang artinya:

Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

Ijma, ijma merupakan kesepakatan para ulama tentang masalah dan hukumnya dalam Islam. Ijma terbentuk melalui diskusi di antara para ulama yang berdasarkan pada analisis Al-Qur’an dan hadis. Untuk menjawab sebuah persoalan yang belum ada status hukumnya.

Qiyas, qiyas ialah metode penalaran analogi yang dipakai untuk memutuskan sebuah hukum baru dengan membandingkan dengan hukum yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan hadis.

Namun, qiyas harus berdasarkan pada kesamaan dasar (illat) antara situasi lama dengan yang baru.

Semoga dengan memahami 4 sumber hukum dalam Islam dapat menjadi tuntunan bagi kita dalam menjalani persoalan hidup dan menjadi acuan dalam memutuskan sebuah perkara yang harus diputuskan.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

4 Sumber Hukum Dalam Islam Read More »

Aa Gym: Tujuan Hidup Kita Adalah Alloh

WAKAFDT.OR.IDSebuah keberuntungan besar bagi orang-orang yang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Setiap keyakinan yang kuat merupakan awal dari kesuksesan. Karena keraguan adalah sumber dari malapetaka.

Pergi dari rumah tanpa tujuan hanya akan membuang banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya saja, bahkan juga bisa mendekatkan diri kepada petaka.

Sebaliknya jika ada tujuan yang jelas, maka akan ada persiapan yang matang, memiliki tekad yang kuat dan bulat, tujuannya untuk sesuatu yang benar, maka waktu yang terlewati akan sangat efektif.

Lantas, untuk apa tujuan hidup seseorang di dunia ini? Hidup hanya sebentar dan sekali di dunia ini. Kalau tidak jelas tujuannya, maka jangan heran kalau kita merasa bosan, lelah dan capek ketika menjalani hidup.

Tetapi bagi orang yang sudah jelas tujuannya, insyaAlloh setiap detik waktunya akan terisi dengan hal-hal yang positif. Tidak ada waktu baginya untuk berkeluh kesah yang tidak ada guna.

Coba kita lihat siapa diri kita. Kita makhluk bernama manusia, makhluk yang Alloh ciptakan, yang tinggal di bumi milik Alloh, yang hidup di dalam alam semesta yang berada dalam kekuasaan Alloh.

Kita adalah hamba Alloh. Maka sebaik-baik cita-cita adalah bagaimana agar kita sebagai hamba dicintai oleh Penciptanya.

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasalam mengajarkan kita untuk berdoa:

اللَّهُمَّ إنَّا نَسألُكَ رِضَاكَ وَالجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

“Allohumma inni as aluka ridhoka wal jannah wa a’uzubika min sakhothika wannaar”

Artinya: “Ya Alloh, aku memohon daripada-Mu keridhoan-Mu dan surga, dan aku memohon perlindungan daripada kemurkaan-Mu dan dari azab api neraka”.  (HR.  Tirmidzi)

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasalam mengajarkan bahwa ridho Alloh adalah sebaik-baik cita-citanya. Kita lihat seekor induk ayam, yang tidak diberikan akal, sayang kepada anak-anaknya.

Sang induk akan memberi perlindungan dan mencarikan makan untuk anaknya. Padahal itu hanyalah sekelompok hewan yang oleh Alloh diberikan sifat kasih sayang tanpa diberi akal layaknya manusia.

Lalu kita lihat manusia, bagaimana orangtua pasang badan untuk anaknya, rela membanting tulang bekerja keras untuk anaknya.

Padahal jika diperhatikan, itu hanyalah setetes dari sifat rahman dan rahim Alloh, yang ditebarkan kepada sekian banyak makhluk-Nya di atas muka bumi ini. Setetes sifat kasih sayang saja mampu membuat induk ayam menyayangi anak-anaknya.

Lalu, bagaimana jika kita dicintai Alloh dengan kasih sayang-Nya? Apa yang akan kita rasakan? Maka sungguh sempurna kenikmatan yang akan kita dapatkan.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang senantiasa berjalan menuju-Nya dan mendapat limpahan kasih sayang-Nya. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Tujuan Hidup Kita Adalah Alloh Read More »

Aa Gym: Jangan Sampai Kesibukkan Dunia Melalaikan Ibadah Kita

WAKAFDT.OR.IDHampir setiap hari kita memiliki berbagai macam kegiatan, hampir setiap hari kita sibuk dengan berbagai macam tugas dan pekerjaan. Sampai-sampai kesibukkan itu benar-benar terasa melelahkan.

Bahkan, ada sebagian orang yang tersandung-sandung, terseok-seok ibadahnya karena saking sibuknya. Ada yang sholatnya sering di akhir waktu, kalaupun di awal waktu jadi terburu-buru.

Malah ada yang sampai terlewatkan waktu sholatnya hingga masuk waktu sholat berikutnya. Alasannya sama yaitu karena sibuk dengan pekerjaan. Alloh Ta’ala berfirman:

“Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadah (kurban)ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh).” (QS. Al An’am: 162-163)

Saudaraku, tugas atau pekerjaan kita adalah karunia dari Alloh Ta’ala yang sangat berharga. Alloh memberi kita kesempatan untuk memiliki kegiatan di saat banyak orang lain yang bingung mau melakukan apa.

Alloh juga yang memberi kita kesempatan bekerja di saat banyak orang lain yang masih menganggur dan mencari-cari pekerjaan.

Oleh karena itu, pekerjaan, kesibukan, atau tugas-tugas kita sesungguhnya adalah karunia dari Alloh yang wajib kita syukuri.

Maka, seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk menomorsekiankan ibadah kepada Alloh Ta’ala karena hanya Alloh Yang Maha Kuasa memberi kita kesehatan dan kekuatan sehingga kita bisa bekerja. Upayakan sekuat tenaga agar Alloh tetap menjadi prioritas utama.

Di sela-sela pekerjaan kita pun sebenarnya kita bisa tetap ibadah sembari melakukan pekerjaan kita. Hati dan lisan masih bisa berdzikir menyebut nama Alloh.

Kita pun bisa mempraktikan kejujuran, keikhlasan, menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang bisa menyakiti orang lain atau menimbulkan kerusakan.

Semua ini bisa bernilai ibadah di hadapan Alloh Ta’ala dan kesibukan kita pun menjadi penuh berkah.

Semoga Alloh Ta’ala menggolongkan kita sebagai hamba-Nya yang pandai mensyukuri karunia Alloh berupa kesibukan.

Sehingga kesibukan kita menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Alloh Ta’ala. Aamin yaa Robbal’aalamiin. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Jangan Sampai Kesibukkan Dunia Melalaikan Ibadah Kita Read More »