Wakaf Daarut Tauhiid

20 September 2025

Ingin Bebas Maksiat? Lakukan 5 Hal Ini!

WAKAFDT.OR.IDAda seorang pemuda yang mendatangi Ibrahim bin Adham. Pemuda ini, menurut pengakuannya, sudah terlampau banyak berbuat dosa dan maksiat.

Ia bermaksud meminta nasihat agar bisa berhenti melakukan perbuatan yang tidak baik. Ibrahim bin Adham berkata: “Aku akan mengajarimu lima hal. Jika Iima hal ini kau kuasai, maka kamu tidak akan memperoleh musibah dan akan merasakan semua kenikmatan.”

Pertama, jika kau ingin bermaksiat kepada Allah, maka jangan kau makan rezeki-Nya.” “Bagaimana mungkin aku dapat melakukan hal itu?” jawab sang pemuda. Ibrahim menimpali, “Pantaskah engkau memakan rezeki-Nya kemudian bermaksiat kepada-Nya?”

Kedua, jika engkau ingin bermaksiat kepada-Nya, maka jangan tinggal di bumi-Nya.” “Wah, ini jauh lebih berat dari yang pertama. Bukankah semua tempat dari barat hingga ke timur adalah milik-Nya, lalu di mana aku harus tinggal?” ujar pemuda itu.

Ketiga, jika kau hendak bermaksiat kepada-Nya, maka lakukanlah di tempat yang tidak terlihat oleh Allah.” Si pemuda ini berkata, “Bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi, sedangkan Dia Maha Mengetahui segala yang tersembunyi di dalam hati.”

Kata Ibrahim, “Kalau begitu, pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, kemudian bermaksiat di hadapan-Nya yang selalu memandang dan melihatmu melakukan maksiat tersebut?”

Keempat, jika malaikat maut datang hendak mencabut nyawamu, maka mohonlah agar dia mau menundanya sesaat, agar kau dapat bertobat dan beramal saleh.” “Tentunya ia tidak akan pernah mengabulkan permintaanku itu,” jawab sang pemuda. “Jika kau tidak mampu menolak atau menunda kematian, bagaimana engkau berharap selamat?” ujar Ibrahim.

Kelima, ketika malaikat penjaga neraka hendak menyeretmu ke dalam neraka, berontak dan jangan mau ikut bersamanya.” “Dia tidak akan melepaskanku,” jawab pemuda itu. “Lalu bagaimana engkau dapat berharap selamat dari neraka?” ujar Ibrahim.  Pada akhirnya pemuda itu memohon ampun dan bertobat kepada Allah Ta’ala.

Menarik kiranya jika kita bisa menangkap pelajaran dan mengambil hikmah dari kisah di atas. Kisah ini menggiring diri kita untuk selalu ingat dan sadar bahwa setiap perbuatan dosa serta maksiat, akan ada konsekuensinya.

Allah Ta’ala telah menegaskan tentang hal ini sebagai berikut :

وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ وَّلِيٍّ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗوَتَرَى الظّٰلِمِيْنَ لَمَّا رَاَوُا الْعَذَابَ يَقُوْلُوْنَ هَلْ اِلٰى مَرَدٍّ مِّنْ سَبِيْلٍۚ، وَتَرٰىهُمْ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا خٰشِعِيْنَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُوْنَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّۗ وَقَالَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ الْخٰسِرِيْنَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ وَاَهْلِيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اَلَآ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ فِيْ عَذَابٍ مُّقِيْمٍ

“Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu. Kamu akan melihat orang-orang zalim ketika mereka melihat azab berkata, “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)? Kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Orang-orang yang beriman berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah, sesungguhnya orang-orang dzalim itu berada dalam azab yang kekal.” (QS. Asy-Syura : 44-45)

Dosa dan maksiat yang kita lakukan, baik kepada Allah atau sesama, akan membawa dampak-dampak yang tidak diharapkan. Tapi tetap saja masih banyak di antara manusia yang belum sadar sehingga terus asyik dengan aneka kemunkaran yang dikerjakannya.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ingin Bebas Maksiat? Lakukan 5 Hal Ini! Read More »

Aa Gym: Allah Beri Kita Rezeki Supaya Kita Memberi Rezeki Kepada Orang Lain

WAKAFDT.OR.IDRezeki dari Alloh Ta’ala tidaklah berupa uang saja. Rezeki itu amat luas mencakup kesehatan, ilmu, jaringan, kesempatan dan lain sebagainya.

Ketika kita meminta kepada Alloh agar diberi rezeki, itu sebenarnya bukan supaya diri kita kaya raya. Tujuan utamanya bukan itu, melainkan supaya kita bisa semakin menjadi jalan kebaikan bagi orang lain, jalan manfaat bagi orang lain.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Ilmu yang kita miliki akan semakin bertambah justru ketika diajarkan kepada orang lain. Tidak perlu khawatir orang lain menjadi lebih terampil daripada kita, karena ketika orang yang kita ajari itu berhasil.

Sesungguhnya yang berhasil adalah gurunya. Ketika seorang anak sukses, maka yang sukses adalah orangtuanya.

Jangan khawatir dengan ilmu yang sedikit, khawatirlah jika banyak ilmu tapi tidak bermanfaat karena tidak diamalkan dan tidak diajarkan pada orang lain.

Berbahagialah dengan ilmu yang sedikit tapi diajarkan pada orang lain. Semakin banyak orang yang nambah ilmu, nambah amal, nambah sukses disebabkan syariatnya melalui pengajaran kita, maka itulah kesuksesan kita.

اُولٰۤىِٕكَ يُؤْتَوْنَ اَجْرَهُمْ مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوْا وَيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

“Mereka itu diberi pahala dua kali (karena beriman kepada Taurat dan Al-Qur’an) disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka. (QS. Al Qashas: 54)

Oleh karena itu, jemputlah rezeki Alloh Ta’ala dengan penuh kesungguhan supaya kita bisa berbagi, bisa menjadi jalan manfaat bagi orang lain.

Yakinlah pada janji Alloh Ta’ala, bahwa semakin kita bersyukur, berbagi, maka itu akan semakin mengundang datangnya rezeki Alloh Ta’ala. Wallohu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Allah Beri Kita Rezeki Supaya Kita Memberi Rezeki Kepada Orang Lain Read More »