Maulid Nabi: Ketika Tragedi Gaza Menjadi Perbincangan di Sekolah
WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Peringatan Maulid Nabi di SMP Negeri 41 Bandung baru-baru ini menjadi sebuah “acara edukatif” yang mengusung tema kepedulian.
Para siswa dan guru tampak khusyuk mendengarkan Ustadz Mulyadi yang piawai mengaitkan perjuangan Nabi Muhammad dengan derita warga Gaza.
Seorang siswa yang lugu, entah tergerak oleh narasi emosional atau sekadar mengikuti arus, menyampaikan kesannya.
“Lewat acara ini, kami sebagai pelajar dan juga masyarakat Indonesia kembali diingatkan tentang Gaza. Semoga kita bisa terus peduli,” katanya, seolah-olah kepedulian adalah barang yang bisa dihidupkan dan dimatikan lewat sebuah acara seremonial.
Ustadz Mulyadi tak kalah dramatis. Dengan gaya penceramah yang fasih, ia menggambarkan kehancuran di Gaza, mulai dari rumah hingga sekolah yang rata dengan tanah.
Pesannya jelas: “Jangan sampai kita lupa dengan penderitaan saudara kita di sana.” Tentu saja, penderitaan ini disajikan sebagai bumbu penyedap untuk peringatan Maulid, menjadikannya terasa lebih relevan dan “kekinian.”

Di akhir acara, pihak sekolah dengan gembira menyambut baik kedatangan tim Wakaf Daarut Tauhiid dan berharap bisa menjalin kerja sama lagi.
Tampaknya, bagi mereka, kolaborasi semacam ini bukan hanya tentang nilai-nilai spiritual, tetapi juga tentang potensi “branding” dan “engagement” yang bisa dibawa oleh isu-isu global. Selamat datang di era di mana kepedulian menjadi magnet, dan Maulid Nabi menjadi salah satu panggungnya.
Alhamdulillah, dari penghimpunan cash wakaf for Palestine terkumpul dana sebesar Rp. 2.887.700, dana yang terkumpul akan diproduktifkan kemudian hasilnya akan disalurkan untuk membantu saudara kita di Palestina, khususnya Gaza. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
Maulid Nabi: Ketika Tragedi Gaza Menjadi Perbincangan di Sekolah Read More »

