WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA – Di tengah kepungan air dan lumpur yang merendam pemukiman, sebuah pemandangan menyentuh hati terlihat di posko-posko pengungsian di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Anak-anak penyintas banjir bukan hanya menanyakan kapan mereka bisa pulang, tetapi juga menanyakan keberadaan mushaf Al-Qur’an dan Iqra mereka yang hilang diterjang arus.
Bagi mereka, mengaji bukan sekadar rutinitas, melainkan “obat” penenang di tengah trauma bencana. Namun, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan:
- Mushaf Rusak & Hanyut: Ribuan mushaf di rumah warga, masjid, dan madrasah terendam air berlumpur, sobek, bahkan hilang terbawa banjir bandang.
- Aktivitas Mengaji Terhenti: Tanpa adanya mushaf yang layak, kegiatan belajar mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) darurat menjadi terhambat.
- Kebutuhan Spiritual: Di masa pemulihan trauma (trauma healing), kehadiran Al-Qur’an sangat mendesak sebagai sarana penguatan mental dan spiritual bagi para pengungsi, khususnya generasi muda.
Seorang anak di salah satu posko pengungsian mengungkapkan, “Al-Qur’an saya basah kena lumpur, tidak bisa dibaca lagi. Saya rindu mau mengaji sama teman-teman supaya tidak takut lagi.”
Wakaf DT Kirim 10.000 Mushaf untuk Terangi Sumatera
Merespons kondisi darurat tersebut, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bergerak cepat melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an.
Sebagai langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Wakaf DT mengirimkan sebanyak 10.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an ke tiga provinsi terdampak paling parah.
Penyaluran ini difokuskan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses namun memiliki kebutuhan tinggi, antara lain:
- Sumatera Barat: Distribusi ke wilayah Padang dan sekitarnya yang terdampak banjir bandang dan longsor.
- Sumatera Utara: Pengiriman menuju Medan, Langkat, dan daerah pesisir yang terendam banjir cukup lama.
- Aceh: Fokus pada wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur yang mengalami kerusakan fasilitas ibadah cukup signifikan.
Misi Pemulihan Spiritual
Program ini tidak hanya sekadar membagikan Al-Qur’an, tetapi merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali syiar Islam di lokasi bencana.
“Kami berharap dengan hadirnya 10.000 mushaf ini, anak-anak dan warga kembali memiliki harapan. Al-Qur’an adalah sumber kekuatan utama bagi seorang mukmin dalam menghadapi ujian,” ujar perwakilan dari Wakaf DT.
Pengiriman dilakukan menggunakan jalur kargo cepat agar mushaf-mushaf tersebut dapat segera digunakan di masjid-masjid darurat dan sekolah-sekolah di wilayah pengungsian.
Melalui kolaborasi dengan DT Peduli di tiap cabang daerah, dipastikan bantuan ini jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
