Kisah Najarudin Menjadi Staf Terbaik di Atas Tanah Wakaf
WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Apresiasi tinggi diberikan kepada Muhammad Najarudin dalam gelaran Forum Santri Karya Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamiin (YDTR) yang berlangsung khidmat di Aula Arofah, Kampus SMP DTBS Putri, Senin (22/12/2025).
Najar resmi dinobatkan sebagai staf terbaik, sebuah pengakuan atas dedikasi luar biasanya selama empat tahun terakhir di STAI Daarut Tauhiid.
Bagi Najar, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan manifestasi dari semangat berkhidmat kepada umat dan Gurunda KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).
Dedikasi dan Pemanfaatan Aset Wakaf
Selain kinerjanya yang menonjol di bidang administrasi akademik, Najar dikenal aktif dalam optimalisasi aset wakaf DT. Ia tidak hanya bekerja di atas tanah wakaf, tetapi juga menjadi penggerak dalam memakmurkan fasilitas yang ada.
Pemanfaatan Sarana: Najar secara rutin terlibat dalam pengelolaan program-program dakwah yang menggunakan fasilitas wakaf, memastikan aset tersebut berfungsi produktif untuk pendidikan santri.
Spirit Produktivitas: Ia meyakini bahwa bekerja di lingkungan wakaf menuntut tanggung jawab moral yang lebih besar, karena setiap jengkal fasilitas merupakan amanah dari para muwakif (donatur wakaf).
“Bekerja di sini adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Setiap amanah, termasuk menjaga dan memanfaatkan aset wakaf dengan sebaik-baiknya, adalah jalan untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ungkap Najar.
Memaknai Penghargaan sebagai Ujian
Najar menanggapi predikat “Staf Terbaik” ini dengan sikap rendah hati. Ia memandang penghargaan tersebut sebagai dua sisi mata uang: ujian keikhlasan dan pujian sebagai pengingat.
Ia berkomitmen untuk tidak terjebak dalam rasa bangga berlebih, melainkan menjadikannya cambuk untuk meningkatkan tanggung jawab profesionalnya.
Harapan untuk Masa Depan YDTR
Menutup momentum penuh haru tersebut, Najar menyampaikan asanya bagi masa depan institusi. Ia berharap STAI DT dan YDTR secara umum dapat terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang:
- Unggul dan Profesional: Adaptif terhadap zaman namun tetap teguh pada nilai islami.
- Berintegritas: Melahirkan lulusan yang kompeten secara ilmu dan kuat secara akhlak.
- Mandiri melalui Wakaf: Terus mengelola aset wakaf secara produktif demi kemaslahatan sosial yang berkelanjutan.
Pencapaian Najar menjadi bukti bahwa sinergi antara kualitas SDM yang mumpuni dan pemanfaatan aset wakaf yang tepat sasaran mampu menciptakan ekosistem dakwah yang progresif di lingkungan Daarut Tauhiid. (WIN/NOV)
Redaktur: Wahid Ikhwan
Kisah Najarudin Menjadi Staf Terbaik di Atas Tanah Wakaf Read More »









