Wakaf Daarut Tauhiid

Desember 2025

Kisah Najarudin Menjadi Staf Terbaik di Atas Tanah Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Apresiasi tinggi diberikan kepada Muhammad Najarudin dalam gelaran Forum Santri Karya Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamiin (YDTR) yang berlangsung khidmat di Aula Arofah, Kampus SMP DTBS Putri, Senin (22/12/2025).

Najar resmi dinobatkan sebagai staf terbaik, sebuah pengakuan atas dedikasi luar biasanya selama empat tahun terakhir di STAI Daarut Tauhiid.

Bagi Najar, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan manifestasi dari semangat berkhidmat kepada umat dan Gurunda KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dedikasi dan Pemanfaatan Aset Wakaf

Selain kinerjanya yang menonjol di bidang administrasi akademik, Najar dikenal aktif dalam optimalisasi aset wakaf DT. Ia tidak hanya bekerja di atas tanah wakaf, tetapi juga menjadi penggerak dalam memakmurkan fasilitas yang ada.

Pemanfaatan Sarana: Najar secara rutin terlibat dalam pengelolaan program-program dakwah yang menggunakan fasilitas wakaf, memastikan aset tersebut berfungsi produktif untuk pendidikan santri.

Spirit Produktivitas: Ia meyakini bahwa bekerja di lingkungan wakaf menuntut tanggung jawab moral yang lebih besar, karena setiap jengkal fasilitas merupakan amanah dari para muwakif (donatur wakaf).

“Bekerja di sini adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Setiap amanah, termasuk menjaga dan memanfaatkan aset wakaf dengan sebaik-baiknya, adalah jalan untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ungkap Najar.

Memaknai Penghargaan sebagai Ujian

Najar menanggapi predikat “Staf Terbaik” ini dengan sikap rendah hati. Ia memandang penghargaan tersebut sebagai dua sisi mata uang: ujian keikhlasan dan pujian sebagai pengingat.

Ia berkomitmen untuk tidak terjebak dalam rasa bangga berlebih, melainkan menjadikannya cambuk untuk meningkatkan tanggung jawab profesionalnya.

Harapan untuk Masa Depan YDTR

Menutup momentum penuh haru tersebut, Najar menyampaikan asanya bagi masa depan institusi. Ia berharap STAI DT dan YDTR secara umum dapat terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang:

  • Unggul dan Profesional: Adaptif terhadap zaman namun tetap teguh pada nilai islami.
  • Berintegritas: Melahirkan lulusan yang kompeten secara ilmu dan kuat secara akhlak.
  • Mandiri melalui Wakaf: Terus mengelola aset wakaf secara produktif demi kemaslahatan sosial yang berkelanjutan.

Pencapaian Najar menjadi bukti bahwa sinergi antara kualitas SDM yang mumpuni dan pemanfaatan aset wakaf yang tepat sasaran mampu menciptakan ekosistem dakwah yang progresif di lingkungan Daarut Tauhiid. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Najarudin Menjadi Staf Terbaik di Atas Tanah Wakaf Read More »

Cahaya di Tengah Genosida: Ratusan Yatim Piatu Gaza Rayakan Kelulusan Hafidz Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Di balik reruntuhan bangunan dan pekatnya kabut peperangan, sebuah pemandangan mengharukan menyelimuti Kamp Pengungsi Al-Shati, Gaza Barat, pada Kamis (25/12/2025).

Sebanyak 500 pemuda dan pemudi Palestina merayakan keberhasilan mereka mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an.

Acara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan simbol perlawanan spiritual dan keteguhan bangsa yang menolak menyerah meski ditekan agresi militer selama dua tahun terakhir.

Generasi Cahaya dari Balik Tenda

Perayaan yang diinisiasi oleh Yayasan Amal Alia Kuwait dan Yayasan Ayadi Al-Khair ini berlangsung khidmat. Mustafa Abu Threya, pengawas proyek tersebut, menyebut para wisudawan sebagai “Generasi Cahaya”.

Menurutnya, di saat masjid-masjid dan lembaga pendidikan dihancurkan oleh serangan Israel, semangat warga Gaza untuk memuliakan Al-Qur’an justru semakin membara.

“Masyarakat Gaza membuktikan bahwa keyakinan dan warisan budaya mereka tidak bisa dihancurkan oleh pengepungan. Mereka membawa pesan Islam di hati sebagai harapan bagi masa depan umat,” tegas Mustafa dalam pidatonya yang menggetarkan.

Ketangguhan Anak-Anak Yatim di Al-Mawasi

Kisah serupa juga datang dari kawasan Al-Mawasi, Khan Younis. Di kamp pengungsian khusus yatim piatu, Al-Baraka, sekitar 600 anak yang kehilangan ayah mereka akibat genosida turut merayakan pencapaian menghafal kalam Ilahi.

Nidaa Shalayel, salah satu pengawas program, berbagi kisah pilu sekaligus inspiratif. Meski kehilangan suami, dua putra, dan tiga cucunya dalam perang, ia tetap konsisten mendirikan halaqah (lingkaran) Al-Qur’an di tenda-tenda pengungsian.

“Menghafal Al-Qur’an adalah cara terbaik kami untuk meneguhkan keberadaan dan identitas di tanah ini,” ujar Nidaa. Baginya, Al-Qur’an adalah sumber martabat dan kekuatan bagi anak-anak yang telah kehilangan segala-galanya.

Salah satu wisudawan, Shahd Sbeita, seorang gadis kecil yang ayahnya gugur dalam serangan Israel, mengungkapkan tekadnya. Meski proses hafalannya sempat terhenti akibat pecahnya perang, ia kembali ke lingkaran hafalan di tengah pengungsian.

“Insya Allah, saya akan menyelesaikan seluruh hafalan saya,” ucapnya lirih namun penuh keyakinan. Ia juga menyelipkan pesan kepada dunia: “Selamatkan Gaza. Jangan lupakan kami.”

Data dari Kementerian Pembangunan Sosial di Gaza menunjukkan kenyataan pahit bahwa sekitar 40.000 anak Palestina kini telah menjadi yatim atau piatu akibat agresi yang tak kunjung usai.

Namun, melalui program hafalan ini, Gaza mengirimkan pesan kuat kepada dunia: bahwa di tengah derita yang tak terbayangkan, iman dan ketangguhan mereka tetap berdenyut kencang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cahaya di Tengah Genosida: Ratusan Yatim Piatu Gaza Rayakan Kelulusan Hafidz Al-Qur’an Read More »

Innalillahi, Banjir Kabupaten Banjar: Belasan Ribu Jiwa Terdampak, Pengungsi Terus Bertambah

WAKAFDT.OR.ID | BANJAR – Intensitas hujan yang masih tinggi hingga Minggu (28/12/2025) mengakibatkan ribuan warga di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, masih terjebak dalam kondisi banjir.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 18.348 jiwa dari 6.593 kepala keluarga (KK) kini berstatus terdampak.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, mengonfirmasi bahwa luapan air telah menjangkau 89 desa yang tersebar di 14 kecamatan. Hingga Minggu pagi pukul 09.50 WITA, tercatat sebanyak 302 warga terpaksa meninggalkan kediaman mereka dan bertahan di lokasi pengungsian.

Rincian Kerusakan dan Kelompok Rentan

Banjir kali ini telah merendam ribuan hunian warga dengan rincian sebagai bawah:

  • Total rumah terdampak: 5.206 unit.
  • Rumah yang masih terendam: 1.714 unit.

BPBD juga menaruh perhatian khusus pada kelompok masyarakat rentan yang ikut terdampak. Data mencatat terdapat 505 lansia, 310 balita, 166 bayi, dan 113 ibu hamil yang berada di area banjir.

Di lokasi pengungsian sendiri, kebutuhan logistik dan kesehatan menjadi prioritas bagi 45 balita serta 35 lansia.

Personel gabungan dari TNI, Polri, TRC, serta jajaran Satgas terus melakukan pemantauan rutin di lapangan. Beberapa wilayah yang dilaporkan masih tergenang air hingga saat ini antara lain:

Kecamatan Martapura & Martapura Timur: Meliputi desa-desa padat seperti Bincau, Tunggul Irang, Pekauman, hingga Tambak Anyar.

Kecamatan Karang Intan: Wilayah dengan sebaran desa terbanyak yang terdampak, termasuk Awang Bangkal dan Mandi Angin.

Kecamatan Sungai Tabuk & Kertak Hanyar: Sejumlah desa seperti Lok Buntar dan Simpang Empat masih terisolasi genangan.

Wilayah Lain: Mencakup Kecamatan Astambul, Pengaron, Aranio, Mataraman, Martapura Barat, hingga Cintapuri Darussalam.

“Tim gabungan di bawah kendali Pusdalops terus bersiaga melakukan pendataan dan monitoring secara berkala di tiap kecamatan guna memastikan keselamatan warga,” pungkas Yayan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Innalillahi, Banjir Kabupaten Banjar: Belasan Ribu Jiwa Terdampak, Pengungsi Terus Bertambah Read More »

Lupa Niat di Malam Hari, Bolehkah Puasa Rajab Dimulai Siang Hari?

WAKAFDT.OR.IDBulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) yang menjadi momentum emas bagi umat Islam untuk meningkatkan amalan.

Salah satu ibadah yang sangat populer dilakukan adalah puasa sunnah. Namun, muncul sebuah pertanyaan umum bagi mereka yang ingin berpuasa: Bagaimana jika kita lupa membaca niat pada malam harinya?

Kedudukan Niat dalam Ibadah

Secara prinsip, setiap amal ibadah dalam Islam sangat bergantung pada niatnya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa keabsahan suatu perbuatan ditentukan oleh motivasi di baliknya.

Khusus untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus sudah terlintas di dalam hati sebelum fajar tiba. Namun, dalam ranah puasa sunnah seperti puasa Rajab, syariat memberikan kelonggaran yang lebih luas.

Batas Waktu Niat Puasa Sunnah

Berdasarkan tinjauan ilmu fiqih, seseorang tetap diperbolehkan melaksanakan puasa sunnah meski baru berniat pada siang hari. Syarat utamanya adalah ia belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (seperti makan atau minum) sejak fajar.

Berikut adalah dua pandangan dalam mazhab Syafi’i mengenai batas waktu niat tersebut:

Sebelum Matahari Tergelincir (Zawal): Pandangan utama menyebutkan bahwa niat masih sah dilakukan selama belum masuk waktu Zhuhur (sebelum matahari bergeser ke barat).

Hal ini merujuk pada hadis riwayat Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Aisyah RA apakah ada makanan di rumah. Saat dijawab tidak ada, beliau secara spontan bersabda, “Kalau begitu, aku berpuasa.”

Hingga Sebelum Matahari Terbenam: Terdapat pendapat lain (qaul jadid) dari Imam Asy-Syafi’i yang dikutip oleh Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha dalam I’anah At-Thalibin.

Pendapat ini menyatakan bahwa niat puasa sunnah masih dianggap sah meskipun dilakukan pada sore hari sebelum Maghrib. Bagi yang melewatkan niat sebelum Zhuhur, diperbolehkan mengikuti (taklid) pendapat ini agar tetap mendapatkan pahala puasa.

Pahala yang Tetap Utuh

Meskipun niat dilakukan pada siang atau sore hari, orang tersebut tetap mendapatkan pahala puasa sehari penuh.

Syaratnya, ia harus benar-benar menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar menyingsing hingga matahari terbenam. Hal ini dikarenakan ibadah puasa adalah satu kesatuan waktu yang tidak dapat dipenggal-penggal pahalanya.

Fleksibilitas dalam niat puasa sunnah Rajab ini adalah bukti keluasan kasih sayang Allah dalam syariat Islam. Jadi, bagi Anda yang terbangun di pagi hari atau baru teringat ingin berpuasa Rajab saat matahari sudah tinggi, Anda tetap bisa melaksanakannya dengan tenang selama belum makan atau minum apa pun sejak subuh. Wallahu a’lam bishowab. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Lupa Niat di Malam Hari, Bolehkah Puasa Rajab Dimulai Siang Hari? Read More »

Aksi Nyata Akademisi STAI DT: Turun Tangan Pulihkan Wilayah Pasca-Bencana di Sumatra

WAKAFDT.OR.ID | SUMATRA – Krisis ekologis dan banjir besar yang melanda wilayah Aceh serta berbagai titik di Sumatra memicu gelombang solidaritas dari berbagai pihak.

Menanggapi situasi darurat ini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Daarut Tauhiid menunjukkan komitmennya dengan mengirimkan delegasi untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak.

Keterlibatan ini diwakili langsung oleh Jefry Aditya, M.Pd., selaku dosen STAI DT, serta Eko Saputra, mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Keduanya terjun ke lapangan bersinergi dengan tim relawan DT Peduli sebagai bentuk implementasi konkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.

Ilmu yang Menghadirkan Manfaat

Jefry Aditya menegaskan bahwa pengabdian tidak boleh terbatas pada ruang kelas atau tumpukan teori saja. Menurutnya, esensi dari pendidikan tinggi adalah sejauh mana ilmu tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh publik, terutama saat terjadi bencana.

“Kami memegang prinsip Tri Dharma. Mengabdi itu artinya hadir langsung di tengah masyarakat, membawa bekal keilmuan untuk membantu sesama, apalagi di bawah naungan lembaga Daarut Tauhiid,” tutur Jefry pada Jumat (19/12/2025).

Ia juga menambahkan bahwa para akademisi dan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian alam. Baginya, sinergi antara ulama, pemimpin, dan kaum terpelajar adalah kunci agar kebijakan lingkungan tetap berpihak pada keselamatan rakyat.

Distribusi Mushaf Wakaf di Lokasi Banjir

Selain memberikan bantuan tenaga dan logistik melalui DT Peduli, program Wakaf Daarut Tauhiid juga mengambil peran penting dalam aspek spiritual pasca-bencana.

Mengingat banyaknya fasilitas ibadah dan rumah warga yang terendam banjir, banyak mushaf Al-Qur’an yang rusak atau hilang terseret arus.

Sebagai solusinya, Wakaf DT turut serta mendistribusikan ratusan mushaf Al-Qur’an wakaf ke berbagai titik pengungsian dan masjid yang terdampak banjir di wilayah Sumatra.

Langkah ini diambil agar kegiatan keagamaan dan pembinaan mental para penyintas tetap berjalan meski di tengah keterbatasan. Kehadiran mushaf ini menjadi dukungan moral bagi warga untuk tetap tegar dan kembali bangkit melalui kedekatan dengan kalam Ilahi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aksi Nyata Akademisi STAI DT: Turun Tangan Pulihkan Wilayah Pasca-Bencana di Sumatra Read More »

Keteladanan dalam Berkuda: Kunjungan Inspiratif Aa Gym ke SMP DTBS Putri

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suasana di SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri pada Kamis pagi (11/12/2025) terasa sangat istimewa.

Kehadiran KH. Abdullah Gymnastiar, atau yang akrab disapa Aa Gym, membawa energi positif dan kesejukan bagi seluruh penghuni sekolah melalui kegiatan silaturahim yang penuh makna.

Ada pemandangan unik dalam kunjungan kali ini. Beliau hadir dengan menunggangi kuda, menunjukkan perpaduan antara keberanian dan ketenangan di atas pelana.

Kehadiran ini tak pelak menjadi pusat perhatian para santri yang menyaksikan langsung sosok teladan mereka mempraktikkan sunnah dalam berkuda.

Dalam kesempatan tersebut, Aa Gym berbagi wawasan mengenai keutamaan (fadhilah) berkuda. Beliau menekankan bahwa aktivitas ini bukan sekadar aktivitas fisik atau olahraga semata, melainkan sebuah metode untuk:

  • Melatih mental: Membangun keberanian dan keteguhan hati.
  • Keseimbangan Jiwa: Menjaga ketenangan di bawah tekanan.
  • Kepemimpinan: Mengasah kemampuan mengendalikan diri serta bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT.

Antusiasme para santri terlihat jelas saat mereka menyimak penjelasan beliau. Mereka belajar bahwa karakter tangguh dan adab yang baik tidak hanya lahir dari teori di kelas, tetapi juga dari latihan yang disiplin.

Fitri Iswari, selaku Staf Humas Media dan Desain SMP DTBS Putri, memberikan apresiasinya terhadap momen ini. Ia menyebutkan bahwa kehadiran Aa Gym membuktikan bahwa metode pendidikan yang paling efektif adalah melalui keteladanan langsung (uswah hasanah).

Selain itu, hal itu menjadi pentingnya santri menyadari bahwa mereka belajar di atas aset wakaf, sehingga semangat belajar harus dibarengi dengan rasa syukur dan tanggung jawab besar kepada para wakif (pemberi wakaf).

Kunjungan ini diharapkan mampu memperkokoh nilai-nilai tauhid bagi para santri. Melalui pengalaman berharga di pagi itu, mereka diajarkan bahwa untuk menjadi pribadi istikamah di atas bumi wakaf ini, diperlukan keberanian untuk memulai dan ketenangan jiwa untuk terus bertahan di jalan kebaikan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Keteladanan dalam Berkuda: Kunjungan Inspiratif Aa Gym ke SMP DTBS Putri Read More »

Serahkan Bantuan Inkubasi Wakaf, BWI: Wakaf Bisa Entaskan Kemiskinan

WAKAFDT.OR.ID | PANDEGLANG — Badan Wakaf Indonesia (BWI) kembali memperkuat sinergi dalam memberantas kemiskinan melalui skema wakaf produktif.

Pada Kamis (11/12), Dr. Ahmad Zubaidi selaku Wakil Ketua BWI menyerahkan bantuan sebesar Rp60 juta kepada perwakilan PCNU Kabupaten Pandeglang dan Ponpes Syekh Manshur. Dana ini bersumber dari bagi hasil wakaf uang para ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih aktif memajukan ekosistem wakaf. Ia optimis bahwa wakaf uang, jika dikelola secara maksimal, akan menjadi solusi finansial yang kuat bagi masyarakat.

Selain penyerahan bantuan, acara yang dihadiri berbagai kementerian ini juga menyoroti pentingnya kompetensi nazhir lokal dalam mengelola aset produktif.

Sebagai langkah konkret menuju kemandirian ekonomi pesantren, dilakukan penanaman pohon pepaya di lahan Ponpes Syekh Manshur.

Langkah kecil ini diharapkan menjadi awal bagi pesantren di Pandeglang untuk bisa berdikari melalui hasil wakaf yang dikelola dengan baik. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Serahkan Bantuan Inkubasi Wakaf, BWI: Wakaf Bisa Entaskan Kemiskinan Read More »

Aa Gym: Melatih Diri Menjadi Orang Baik

WAKAFDT.OR.IDSegala puji hanya milik Alloh yang melimpahkan hidayah dan kebaikan kepada kita sebagai hamba-hambanya. Alloh Maha Baik, mencintai kebaikan, dan memerintahkan kita untuk senantiasa berbuat kebaikan.

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah: 195)

Sesungguhnya Alloh yang Maha Baik menciptakan alam semesta ini beserta isinya, dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Alloh mencintai kebaikan dan mencintai hamba-hambanya yang berbuat baik. Begitu juga Alloh menciptakan diri kita, secara jasmani maupun rohani dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Oleh karenanya, sebagai orang yang beriman kepada Alloh Ta’ala, alangkah beruntungnya kita jika kehidupan ini kita isi dengan hal-hal yang penuh dengan kebaikan.

Alloh menjadikan atau meciptakan kita sebagai makhluk yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk yang lain.

Kesempurnaan tersebut merupakan salah satu kemampuan kita untuk berpikir dan memilih sesuatu hal yang baik.

Maka dalam hidup ini sudah sepatutnya kita memilih yang baik, membuat Alloh juga juga ridho pada kebaikan yang kita lakukan.

Mau tidak mau, disadari atau tidak, sebenarnya dalam hidup ini kita akan berjumpa dengan berbagai hal-hal yang bisa kita pilih.

Kita bisa memilih lisan kita untuk mengucapkan hal-hal baik yang disukai oleh Alloh, bukan sebaliknya mengucapkan hal-hal yang buruk sesuatu yang dibenci oleh Alloh Ta’ala.

Begitu juga dengan tangan kita, tangan ini bisa dipergunakan dengan pilihan yang baik, tidak melakukan hal-hal mungkar, tetapi digunakan untuk hal-hal yang ma’ruf.

Saudara sekalian, setan tidak akan pernah berhenti dan akan terus berupaya untuk menggoda kita agar terjerumus pada keburukan dan neraka.

Boleh jadi sangat berat rasanya kita membiasakan diri untuk memilih yang Alloh sukai.

Akan tetapi, jangan mudah menyerah, teruslah bermujahadah, karena kesungguhan jika kita memilih hal yang baik-baik maka akan menjadi catatan amal sholeh bagi kita di hadapan Alloh Ta’ala.

Semoga kita dimudahkan dan diistiqomahkan dalam berbuat kebaikan, dengan cara melatih diri secara perlahan atau bertahap. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Melatih Diri Menjadi Orang Baik Read More »

Aa Gym: Memaknai Sifat Alloh Maha Besar

WAKAFDT.OR.IDSegala puji hanya milik Alloh Ta’ala. Semoga Alloh menggolongkan kita sebagai hamba yang selalu istiqomah menjaga kebeningan hati. Sholawat dan salam juga semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Alloh Ta’ala berfirman: “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Alloh yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al Isro: 111)

Kalau kita menunaikan shalat lima waktu lima kali sehari, maka berapa banyak kita mengucapkan takbir? Tentu dalam sehari saja begitu sering kita mengucapkan takbir, Allohu Akbar, Alloh Maha Besar.

Apalagi di bulan Ramadhan kemarin tentu lebih sering lagi kita menggemakan takbir. Ditambah juga dengan hari raya Idul Fitri dan hari raya idul adha.

Ketika kita bertakbir, misalnya takbir dalam shalat, maka sesungguhnya kita sedang mengakui betapa kecil dan tidak berdayanya diri kita ini, dan Maha Besar Alloh lagi Maha Kuasa Alloh.

Kita ini tiada daya, tiada upaya, tiada kekuatan kecuali Alloh yang memberikan. Setiap helaan nafas kita tidak terjadi kecuali atas izin Alloh.

Jika kita bertakbir sedangkan dalam hati kita masih ada perasaan sombong atau diri ini besar, merasa besar karena pangkat, merasa besar karena jabatan, merasa besar karena gelar atau merasa besar karena harta kekayaan, menganggap besar karena pengalaman, menganggap besar karena popularitas, maka pada saat itu juga lisan dengan hati kita tidak sejalan.

Jika lisan dan hati tidak sejalan atau bersebrangan maka inilah tanda yang bahaya.  Maka, perlu melatih hati kita untuk mengikuti apa yang lisan kita katakan.

Latihlah juga lisan kita untuk mengucapkan apa yang hati niatkan. Jadikanlah keduanya satu kesatuan yang saling menguatkan ketika berdzikir dengan takbir.

Bertakbirlah sambil mengakui di dalam hati bahwa semua yang kita punya hakikatnya hanya titipan dan semua milik Alloh Ta’ala dan akan kembali ke Alloh. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Memaknai Sifat Alloh Maha Besar Read More »

Menjaga Kelembutan Hati: Menghindari Perbuatan yang Menghitamkan Jiwa

WAKAFDT.OR.IDHati adalah pusat kendali diri manusia. Jika dibiarkan kotor karena kemaksiatan, hati perlahan akan mengeras, membatu, bahkan mati. Hati yang keras akan sulit menerima hidayah dan kebenaran.

Agar kita terhindar dari kondisi tersebut, berikut adalah lima perbuatan utama yang harus kita waspadai karena dapat mengeraskan hati:

1. Menumpuk Dosa Tanpa Tobat

Setiap kali seorang mukmin berbuat dosa, muncul noda hitam di hatinya. Jika ia segera bertobat dan memohon ampun, noda tersebut akan terhapus dan hati kembali bersih. Namun, jika dosa terus bertambah tanpa ada penyesalan, titik hitam tersebut akan menutupi seluruh hati. Semakin banyak dosa, semakin keras pula hati seseorang dan semakin sulit baginya untuk berhenti dari keburukan.

2. Tertawa secara Berlebihan

Islam tidak melarang umatnya bercanda atau tertawa, namun menganjurkan agar tetap dalam batas kewajaran. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak tertawa dapat mematikan hati. Candaan yang berlebihan sering kali membuat kita lalai dari realitas kematian dan kehidupan akhirat. Sebagaimana pesan Nabi, “Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

3. Banyak Bicara Tanpa Mengingat Allah

Lisan yang terlalu sibuk membicarakan hal duniawi atau keburukan orang lain (ghibah) tanpa diselingi zikir akan membuat hati menjauh dari Sang Pencipta. Berdasarkan hadis riwayat At-Tirmidzi, “Orang yang paling jauh dari Allah adalah mereka yang hatinya keras akibat terlalu banyak bicara tanpa mengingat Allah.”

4. Makan Melebihi Kebutuhan

Keserakahan dalam urusan perut bukan hanya buruk bagi kesehatan fisik, tetapi juga bagi ruhani. Saat perut terlalu kenyang, tubuh cenderung malas dan sulit berkonsentrasi untuk ibadah. Rasulullah membedakan pola makan orang beriman yang sederhana dengan orang munafik yang cenderung berlebihan. Makan berlebih adalah cermin kecintaan yang tinggi pada dunia dan pangkal dari berbagai penyakit.

5. Terlalu Mencintai Dunia

Harta dan keluarga adalah anugerah, namun bisa menjadi bumerang jika membuat kita lalai. Dalam Surat Al-Munafiqun ayat 9, Allah mengingatkan agar harta dan anak-anak tidak memalingkan kita dari mengingat Allah. Orang yang terlalu sibuk mengejar dunia hingga melupakan akhirat adalah orang-orang yang paling merugi karena hatinya telah tertutup oleh ambisi duniawi.

Menjaga kelembutan hati adalah perjuangan seumur hidup. Dengan menyadari kelima hal di atas, semoga kita lebih waspada dalam bertindak agar hati tetap jernih dan mudah menerima cahaya petunjuk-Nya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjaga Kelembutan Hati: Menghindari Perbuatan yang Menghitamkan Jiwa Read More »