Momen Hari Santri: Aa Gym Ingatkan Akhlak adalah Reaksi Spontan yang Harus Menjadi Pondasi
WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT), KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya akhlak dalam peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2025.
Pesan tersebut disampaikan Aa Gym di Masjid DT, Bandung, dalam sebuah momen khidmat yang dihadiri oleh santri DT dan jamaah Masjid DT.
Dalam tausiyahnya, Aa Gym menegaskan bahwa akhlak sejati adalah reaksi spontan yang muncul tanpa dibuat-buat, dan inilah yang harus menjadi fondasi hidup seorang santri.
Menurutnya, akhlak yang baik mesti dimulai dari hubungan hamba kepada Sang Pencipta, sebelum merambat ke sesama makhluk.
“Akhlak itu adalah reaksi spontan. Jika hati kita baik, reaksi yang keluar pasti baik,” ujar Aa Gym.
Aa Gym kemudian merinci empat pilar utama akhlak yang harus dimiliki dan diperbaiki, terutama oleh para santri sebagai penerus bangsa:
- Akhlak kepada Allah Ta’ala: Inti dari akhlak ini adalah tauhid, yaitu benar-benar mengesakan dan menuhankan Allah. Aa Gym menekankan, barang siapa yang akhlaknya baik kepada Allah, maka otomatis akan baik pula akhlaknya kepada sesama makhluk.
- Akhlak kepada Rasulullah SAW: Wujudnya adalah dengan meyakini kenabian dan risalah Beliau, serta bersemangat untuk belajar tentang Rasulullah dan berjuang membela risalah yang dibawanya.
- Akhlak kepada Sesama Manusia: Pilar ini mencakup beberapa lapisan penting, di antaranya: Berbakti kepada orang tua, bagaimanapun kondisi dan keadaan mereka; Menghormati dan memuliakan guru, karena merekalah jalan kita untuk mengenal dan mempelajari banyak ilmu; Menjalin silaturahmi yang baik dengan sanak saudara (adik, kakak, dan kerabat lainnya).
- Akhlak kepada Alam: Santri juga diwajibkan untuk menjaga dan memelihara alam sekitar sebagai bentuk syukur atas karunia Allah. Akhlak kepada alam ini meliputi menjaga lingkungan alam dan terhadap binatang.
Pesan Aa Gym ini diharapkan dapat menguatkan komitmen para santri dan jamaah untuk tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap dan berinteraksi, sejalan dengan semangat Resolusi Jihad dan nilai-nilai perjuangan yang diperingati setiap Hari Santri. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan

