Wakaf Daarut Tauhiid

2 Oktober 2025

Memetik Keteladanan, Merajut Kepedulian: Kisah Kajian Islami di Sekolah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Di tengah hiruk pikuk rutinitas belajar, sebuah suasana khidmat nan hangat menyelimuti aula sekolah. Ratusan pasang mata, mulai dari siswa hingga guru, tampak larut dalam Kajian Islami spesial yang digelar pihak sekolah.

Acara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah perjalanan rohani yang bertujuan utama: meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

Antusiasme peserta begitu terasa. Mereka duduk khusyuk, menyerap setiap poin inspiratif yang disampaikan oleh Ustadz Taufik Hidayat, M.Sos.

Dalam materinya, Ustadz Taufik tidak hanya mengupas teori, tetapi juga kisah-kisah praktis mengenai perilaku luhur Rasulullah yang relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus dan semangat para peserta menjadi cerminan bahwa nilai-nilai agama dan moral tetap menjadi prioritas utama di lingkungan pendidikan ini.

Dari Ilmu ke Aksi Nyata: Dana Kemanusiaan untuk Palestina

Namun, momen istimewa ini tak berhenti hanya pada penyerapan ilmu. Kajian ini juga diangkat menjadi sebuah platform kepedulian sosial. Pihak sekolah memanfaatkan momen berkah ini sebagai sarana penggalangan dana kemanusiaan.

Di tengah jeda, sebuah kotak amal diletakkan, mengalirkan sumbangan sukarela dari hati yang tergerak. Dan hasilnya sungguh mengharukan: dalam satu sesi, berhasil terkumpul dana “cash wakaf for Palestine” sejumlah Rp3.404.200.

Angka ini bukan sekadar nominal, melainkan bukti nyata bahwa semangat berbagi dan empati global telah tertanam kuat di sanubari para siswa dan guru.

Kebanggaan Kepala Sekolah dan Penutup Penuh Semangat

Di penghujung acara, Kepala Sekolah mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. Dengan bangga ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja samanya. Antusiasme siswa dan guru dalam menyimak kajian serta kepedulian mereka untuk Palestina sungguh membanggakan,” ujarnya, menyoroti bagaimana kegiatan ini berhasil menyatukan hati dalam ilmu dan aksi.

Untuk mengakhiri kebersamaan yang penuh makna ini, keceriaan kembali mewarnai ruangan. Pembagian doorprize menjadi penutup manis, memberikan refreshment dan semangat baru bagi seluruh peserta.

Kegiatan ini menjadi narasi kuat yang menunjukkan bahwa sekolah tersebut berkomitmen lebih dari sekadar nilai akademis.

Melalui Kajian Islami, sekolah ini berhasil menanamkan tiga pilar penting: nilai agama, moralitas, dan kepedulian sosial yang tinggi, membuktikan bahwa pendidikan sejati adalah tentang mencetak pribadi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memetik Keteladanan, Merajut Kepedulian: Kisah Kajian Islami di Sekolah Read More »

Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla Dekat Perairan Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA — Armada Kapal Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, melaporkan bahwa mereka telah dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada Rabu malam, 1 Oktober, waktu setempat.

Flotilla GSF, yang terdiri dari sekitar 45 kapal dengan aktivis dan politikus dari berbagai negara, berada sekitar 131 kilometer dari pesisir Gaza ketika insiden tersebut terjadi. Tindakan ini merupakan upaya terbaru Israel untuk memberlakukan blokade terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.

“Kapal-kapal perang [Israel] bergerak untuk mencegat armada, dengan sisa jarak hanya 81 mil laut menuju Gaza,” demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh kontingen Maghreb dari GSF, seperti yang dikutip oleh AFP.

Politikus Prancis, Marie Mesmeur, dan anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, Rima Hassan, turut mengonfirmasi bahwa kapal yang mereka tumpangi telah dihentikan.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, bahkan mengunggah di platform X bahwa otoritas Israel “saat ini sedang menaiki” kapal-kapal armada tersebut. Setidaknya enam kapal GSF dipastikan telah dihentikan oleh Angkatan Laut Israel.

Penahanan Aktivis dan Klaim Israel

Kementerian Luar Negeri Israel (Kemlu) melalui akun X mereka menyatakan bahwa “beberapa kapal dari armada Hamas-Sumud telah berhasil dihentikan dan para penumpangnya sedang dibawa ke sebuah pelabuhan Israel.”

Salah satu anggota GSF yang ditahan adalah aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Kemlu Israel, seperti dikutip oleh Al Jazeera, memastikan: “Greta dan rekan-rekannya dalam keadaan aman dan sehat.”

Mereka juga merilis sebuah video yang menunjukkan Thunberg sedang dikawal oleh aparat. Namun, Israel tidak menyajikan bukti konkret untuk mendukung klaim mereka bahwa armada tersebut memiliki kaitan dengan Hamas. Para aktivis menyebut pencegatan ini sebagai tindakan yang ilegal dan merupakan bentuk “pembajakan.”

Peringatan dan Desakan Internasional

Pencegatan ini terjadi setelah Israel mengklaim telah mengeluarkan peringatan kepada armada GSF agar tidak memasuki perairan Gaza, yang masuk dalam wilayah blokade maritim yang ditetapkan Israel.

Kemlu Israel menyatakan: “Angkatan Laut Israel telah menghubungi armada dan meminta mereka mengubah jalur,” serta menambahkan bahwa Israel telah memberi tahu armada tersebut bahwa mereka “mendekati zona pertempuran aktif dan melanggar blokade laut yang sah.”

Sebelumnya, Spanyol dan Italia telah mendesak armada tersebut untuk berhenti sebelum memasuki zona larangan yang diumumkan Israel di lepas pantai Gaza. Kedua negara tersebut bahkan mengirim kapal perang untuk mengawal GSF.

Salah satu kapal utama, Alma, dilaporkan “dikepung secara agresif oleh kapal perang Israel,” dan kapal lainnya, Sirius, mengalami “manuver pengganggu yang serupa.”

GSF, melalui unggahan di X, menyatakan bahwa mereka tetap “waspada saat memasuki wilayah di mana armada-armada sebelumnya dicegat dan/atau diserang.”

Sekitar pukul 15.00 GMT pada hari Rabu, armada melaporkan jarak pelayaran mereka hanya kurang dari 90 mil laut (sekitar 170 kilometer) dari Gaza, dan menegaskan: “Kami berlayar tanpa gentar menghadapi ancaman dan intimidasi Israel.”

Menteri Transformasi Digital Spanyol, Oscar Lopez, mendesak GSF agar tidak melintasi zona larangan Israel, dengan mengatakan kepada televisi publik Spanyol: “Pesan kami kepada armada sudah jelas: jangan masuk ke zona itu,” dan menegaskan bahwa kapal pengawal angkatan laut Spanyol tidak akan memasuki area tersebut.

Sementara itu, Italia bahkan menyerukan para aktivis untuk “segera menghentikan” pelayaran dan kemudian menarik mundur pengawalan kapal fregatnya yang berada 278 km dari garis pantai Gaza.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Cresetto, menduga kapal bantuan itu akan dicegat di laut lepas dan para aktivis akan ditangkap. Para aktivis menganggap keputusan Spanyol dan Italia ini sebagai upaya untuk “menggagalkan” misi mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: CNN


WAKAFDT.OR.ID

Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla Dekat Perairan Gaza Read More »