Menahan Diri dan Mengembangkan Wakaf: Pelajaran Pagi di Daarut Tauhiid dan Komitmen Kelola Aset Umat
WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid usai azan Subuh berkumandang. Dinginnya udara tak menghalangi ratusan santri dari berbagai jenjang—mulai dari SMP, SMK, SMA, hingga Baitul Qur’an—untuk segera memenuhi Masjid Rahmatan Lil ‘Alamiin.
Pagi itu, Sabtu (4/10/2025), fokus mereka tertuju pada satu agenda istimewa: Kajian MQ Pagi bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).
Dengan balutan gamis, syal, dan peci yang rapi, para santri duduk tertib di dalam masjid. Begitu Aa Gym menaiki mimbar, suasana seketika hening. Goresan pena di buku catatan menjadi bukti kesungguhan mereka menyerap setiap nasihat yang disampaikan guru mereka.
Dalam tausiyahnya, Aa Gym menyoroti nilai sejati dari kekuatan seorang mukmin: kemampuan mengendalikan amarah. Beliau menegaskan bahwa mudah marah bukanlah ciri sifat yang disukai oleh Allah.
“Orang kuat bukanlah yang mampu menundukkan lawan, tapi yang mampu menahan amarahnya ketika ingin marah,” pesan Aa Gym, yang nadanya lembut namun menghujam ke dalam hati para santri.
Pesan ini disambut dengan keheningan dan perhatian penuh, memperkuat landasan akhlak para penghafal dan penuntut ilmu di Daarut Tauhiid.
Sesi ditutup dengan doa kebaikan bagi seluruh umat muslim, khususnya bagi para santri dan rakyat Palestina yang tengah menghadapi kesulitan.
Komitmen Daarut Tauhiid dalam Pengelolaan Aset Wakaf
Semangat ketertiban dan kedisiplinan yang diajarkan dalam kajian akhlak sejalan dengan prinsip yang diterapkan Daarut Tauhiid dalam urusan pengelolaan aset keumatannya.
Sebagai lembaga yang aktif dalam menghimpun dan mengelola dana umat, Wakaf Daarut Tauhiid memainkan peran vital.
Wakaf, yang dalam Islam berfungsi sebagai instrumen ekonomi sosial untuk kemaslahatan umat, dikelola Daarut Tauhiid dengan prinsip amanah, profesional, dan berorientasi manfaat sebesar-besarnya.
Lembaga ini berupaya mengembangkan konsep Kawasan Wakaf Terpadu, di mana aset wakaf diolah secara produktif dan terintegrasi dalam satu kawasan.
Pengelolaan aset wakaf tidak hanya fokus pada pembangunan sarana ibadah, tetapi juga pengembangan aset yang menghasilkan nilai ekonomi (wakaf produktif).
Hasil dari pengembangan ini kemudian dialokasikan kembali untuk menunjang program pendidikan, dakwah, dan sosial di bawah naungan Wakaf Daarut Tauhiid.
Dengan demikian, aset wakaf yang terkumpul dapat terus berputar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.
Penerapan prinsip manajemen yang baik—seperti transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas—menjadi kunci agar harta wakaf terhindar dari salah kelola (mismanagement) dan bisa menyejahterakan masyarakat luas, selaras dengan semangat kebaikan yang diajarkan Aa Gym. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan


