Wakaf Daarut Tauhiid

5 Oktober 2025

Mau Berwakaf? Pilih Nazhir yang Terpercaya

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Dalam Islam, wakaf merupakan salah satu amalan jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf (wakif) telah meninggal dunia.

Agar wakaf dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat berkelanjutan, dibutuhkan pihak pengelola yang disebut dengan nazhir.

Secara sederhana, nazhir adalah individu, kelompok, atau lembaga yang bertugas menerima, mengelola, mengembangkan, dan menyalurkan harta wakaf sesuai dengan tujuan syariah.

Tugas utama nazhir bukan hanya menjaga aset wakaf agar tidak hilang, tetapi juga memastikan hasil pengelolaan wakaf benar-benar memberi manfaat bagi umat.

Peran nazhir sangat vital karena baik-buruknya manfaat wakaf sangat bergantung pada kemampuan dan amanah pengelolaannya. Karena itu, memilih nazhir yang tepat adalah langkah penting bagi seorang wakif.

Tips dalam memilih lembaga nazhir wakaf yang terpercaya, di antaranya ialah:

Legalitas dan Pengakuan Resmi

Pastikan lembaga nazhir telah memiliki izin resmi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) atau instansi terkait. Legalitas ini menjadi bukti bahwa lembaga tersebut diawasi dan diakui secara hukum.

Transparansi dan Akuntabilitas

Lembaga nazhir yang baik akan selalu memberikan laporan terbuka terkait pengelolaan wakaf. Laporan keuangan, perkembangan aset wakaf, hingga penyaluran manfaat harus mudah diakses oleh wakif maupun masyarakat.

Program yang Jelas dan Bermanfaat

Nazhir terpercaya biasanya memiliki program pengembangan wakaf yang jelas, seperti wakaf produktif (usaha, pertanian, properti), wakaf pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemanusiaan. Semakin konkret dan terukur programnya, semakin besar manfaat yang dirasakan umat.

Kredibilitas Pengurus

Lihat latar belakang para pengurus lembaga nazhir. Integritas, kompetensi, serta kepedulian sosial mereka menjadi modal penting dalam menjaga amanah umat.

Pilih lembaga yang memiliki rekam jejak positif, terbukti amanah, dan profesional dalam mengelola wakaf. Testimoni dari wakif sebelumnya atau publikasi laporan kinerja bisa menjadi bahan pertimbangan.

Inovasi dan Kemampuan Beradaptasi

Di era digital, lembaga nazhir terpercaya juga mampu beradaptasi dengan teknologi, misalnya menyediakan layanan wakaf online, laporan digital, dan program-program wakaf yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Nazhir adalah ujung tombak dalam menjaga amanah wakaf. Dengan memilih lembaga nazhir yang terpercaya, wakif dapat merasa tenang bahwa hartanya benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan sesuai syariat Islam.

Wakaf bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memastikan manfaat itu terus mengalir untuk umat dan menjadi bekal amal jariyah hingga akhirat.

Redaktur: Wahid Ikhwan


Mau Berwakaf? Pilih Nazhir yang Terpercaya Read More »

Aa Gym: Hati-Hati, Inilah Penyakit Hati yang Membinasakan

WAKAFDT.OR.IDKemunafikan adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Ia lahir dari sikap menyekutukan Allah, takut kepada selain-Nya, serta menggantungkan harapan kepada makhluk, bukan kepada Sang Pencipta.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam telah mengingatkan kita melalui sabdanya:

“Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Seorang munafik ibarat musang berbulu domba. Penampilannya tampak baik dan manis, tetapi hatinya penuh kebusukan. Justru karena itulah, kemunafikan jauh lebih berbahaya dibandingkan keburukan yang ditampakkan secara terang-terangan.

Orang yang jelas-jelas jahat mudah dikenali, tetapi orang munafik menyembunyikan niat buruknya di balik wajah yang terlihat manis.

Hakikatnya, mereka adalah penipu: berdusta adalah bentuk penipuan, ingkar janji juga penipuan, demikian pula berkhianat terhadap amanah. Kemunafikan terbagi dalam dua jenis.]

Pertama, kemunafikan dalam akidah, yakni seseorang yang hatinya tidak beriman kepada Allah, namun secara lahiriah menampakkan diri sebagai seorang muslim.

Contoh klasiknya adalah Abdullah bin Ubay, yang membenci Islam tetapi berpura-pura mencintainya. Inilah bentuk kemunafikan paling berat.

Kedua, kemunafikan dalam amal perbuatan. Tipe ini bisa menimpa siapa saja, meski ia beriman kepada Allah. Wujudnya tampak dalam perilaku sehari-hari: berjanji tanpa kesungguhan untuk menepati, mengabaikan amanah, atau berbeda antara ucapan dan tindakan.

Seseorang bisa bermuka manis di depan, namun di belakangnya ia berghibah, mencela, bahkan merendahkan. Sikap semacam ini tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan dan perpecahan dalam masyarakat, keluarga, bahkan bangsa.

Kemunafikan juga menjadi akar dari banyak persoalan yang tidak kunjung selesai. Contohnya dalam kasus narkoba: meski banyak pengedar ditangkap, masalah tidak akan pernah tuntas jika para penegak hukumnya sendiri masih mempraktikkan kemunafikan.

Oleh karena itu, kemunafikan adalah sifat yang sangat tercela dan dibenci Allah Ta’ala. Ia adalah sumber kerusakan yang menghancurkan tatanan hidup.

Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk membersihkan hati, menjaga ucapan dan perbuatan, serta dijauhkan dari sifat munafik, baik dalam akidah maupun dalam amal.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Hati-Hati, Inilah Penyakit Hati yang Membinasakan Read More »