Wakaf Daarut Tauhiid

21 Oktober 2025

Santri DTBS Ikuti Ajang Kewirausahaan FIKSI 2025

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Santri SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra kembali menunjukkan kreativitas mereka di ranah kewirausahaan. Dua pelajar berbakat berhasil menciptakan karya yang menarik dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025.

Karya mereka berupa video dokumenter yang informatif dan inspiratif, berfokus pada seluruh proses pengolahan kopi. Proses syuting dan dokumentasi dilakukan pada hari Senin, (13/10/2025), di Kopi Saga Ciwidey.

Dengan semangat tinggi, para santri mengikuti dan merekam setiap tahapan penting pengolahan kopi, mulai dari penyortiran biji, proses roasting (pemanggangan), hingga penyajian sebagai minuman siap konsumsi. Seluruh proses ini terekam dalam sebuah video yang sarat akan nilai edukasi.

Jamal dan Kadzin, dua santri dari kelas XII-3, adalah otak di balik proyek ini. Mereka tidak hanya terlibat penuh dalam seluruh proses produksi video, tetapi juga berperan sebagai narator yang mampu menyampaikan informasi dengan kemampuan public speaking yang mengesankan.

Di tengah suasana sejuk Ciwidey, keduanya berinteraksi langsung dengan para pengolah kopi, mengamati detail setiap langkah, dan bahkan mempraktikkannya dengan seksama.

“Aktivitas pengambilan gambar kemarin mencakup semua proses pengolahan kopi, dari biji mentah disortir hingga menjadi kopi yang siap dinikmati oleh konsumen,” ujar Kadzin dengan antusias.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini tidak hanya memperluas pengetahuan mereka, tetapi juga menjadi bekal yang sangat berharga di bidang wirausaha.

“Selain menjadi ilmu yang berguna, kami berharap karya ini bisa membawa nama Daarut Tauhiid meraih hasil terbaik di kompetisi FIKSI tahun ini,” tambahnya dengan nada optimis.

Humas SMA DTBS Putra, Irfan Nurfalah, menyatakan bahwa kegiatan semacam ini memiliki makna ganda. Ini bukan hanya wadah pembelajaran, tetapi juga sarana untuk menanamkan etika wirausaha yang Islami.

“Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya mempelajari tentang kopi dari hulu ke hilir, tetapi juga menyerap nilai-nilai penting seperti kerja keras, ketelitian, dan semangat berwirausaha yang dilandasi ajaran-ajaran Islam,” jelasnya.

Prestasi Santri, Optimalisasi Aset Wakaf Daarut Tauhiid

Kegiatan para santri DTBS di kancah nasional seperti FIKSI merupakan bukti nyata dan hasil dari optimalisasi aset Wakaf Daarut Tauhiid.

Seluruh fasilitas pendidikan, asrama, dan sarana penunjang kegiatan belajar-mengajar yang dimanfaatkan oleh santri DTBS, termasuk untuk mendukung kegiatan kewirausahaan ini, bersumber dari pengelolaan dana wakaf produktif yang dikelola Wakaf DT.

Fasilitas-fasilitas yang disediakan melalui aset wakaf ini memungkinkan santri untuk mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif dan sarana yang memadai.

Hal ini memungkinkan mereka tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga mengembangkan soft skill seperti kreativitas, public speaking, dan jiwa kewirausahaan, yang pada akhirnya membawa mereka meraih prestasi gemilang.

Dengan demikian, setiap prestasi santri adalah cerminan keberhasilan Wakaf DT dalam mewujudkan manfaat wakaf secara nyata bagi pembangunan generasi muda yang mandiri, produktif, dan berakhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Santri DTBS Ikuti Ajang Kewirausahaan FIKSI 2025 Read More »

Serikat Ekonomi Pesantren dan Wakaf DT Jalin Kolaborasi untuk Optimalkan Lahan Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) dan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) telah memulai penjajakan kerja sama strategis. Kolaborasi ini fokus pada pemanfaatan aset lahan wakaf yang produktif guna memperkuat kemandirian finansial pesantren.

Sinergi ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi lahan wakaf yang belum sepenuhnya optimal, terutama melalui pengembangan sektor pertanian dan berbagai jenis usaha produktif lainnya.

Direktur Wakaf Produktif Wakaf DT, Dody Ekapriades Topan, menyoroti betapa krusialnya peran wakaf produktif dalam menjamin keberlanjutan operasional pesantren.

“Wakaf produktif merupakan fondasi utama yang menyokong kebutuhan pesantren. Oleh karena itu, seiring dengan bertambah besarnya pesantren, pengembangan wakaf produktifnya juga wajib ditingkatkan,” jelasnya.

Menanggapi inisiatif kerja sama ini, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren, Ahmad Tazakka, memberikan sambutan positif. Ia menyatakan bahwa langkah ini sangat sesuai dengan visi SEP, yaitu memberdayakan pesantren dari sisi ekonomi serta mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki oleh umat.

“Kami sangat mendukung rencana kolaborasi ini karena selaras dengan tujuan SEP untuk memajukan kemandirian ekonomi pesantren melalui manajemen aset wakaf yang menghasilkan,” tegasnya.

Salah satu pembahasan utama dalam diskusi tersebut adalah rencana memanfaatkan lahan wakaf untuk pertanian produktif, dengan fokus khusus pada budidaya tanaman sacha inchi.

Tanaman ini dikenal luas sebagai super food berkat kandungan Omega-3, protein nabati, dan antioksidannya yang tinggi. Selain memberikan manfaat kesehatan, sacha inchi juga menjanjikan nilai ekonomi signifikan untuk pasar domestik dan ekspor.

Rencana pengembangan budidaya sacha inchi ini diharapkan dapat menjadi prototipe pertanian modern di lingkungan pesantren yang mampu memberikan nilai tambah tinggi.

Lebih jauh lagi, inisiatif ini dirancang sebagai sumber pendapatan jangka panjang bagi pesantren sekaligus sarana pemberdayaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sinergi antara SEP dan Wakaf DT ini diharapkan dapat menjadi teladan konkret bagaimana lembaga pesantren dan institusi wakaf dapat bersatu dalam membangun fondasi ekonomi umat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Serikat Ekonomi Pesantren dan Wakaf DT Jalin Kolaborasi untuk Optimalkan Lahan Wakaf Produktif Read More »