Wakaf Daarut Tauhiid

19 Oktober 2025

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang

WAKAFDT.OR.IDAda seorang adik sudah mempunyai mobil. Sedangkan kakaknya belum mempunyai mobil, kemudian merasa nyesek. Pertanyaannya, kenapa harus merasa nyesek? Padahal setiap orang memiliki rezeki yang berbeda-beda, meskipun seibu sebapak pasti rezekinya berbeda.

Alloh adalah satu-satunya pemberi rezeki. Tidak ada satu pun makhluk yang mendapatkan rezeki melainkan pasti dari Alloh. Apakah rezeki itu karunia atau ujian? Rezeki itu ujian. Jadi karunia jika kita syukuri.

Alloh maha kuasa memberikan rezeki ke siapa pun sesuai dengan kehendaknya. Jadi kita tidak perlu iri, sesuka Alloh membagi rezeki kepada siapa pun.

Rezeki Alloh Ta’ala bukan hanya dari satu pintu saja, melainkan ada dari banyak pintu yang bisa semua umat muslim akses.

Seseorang hanya perlu melakukan yang terbaik jika ingin pintu-pintu rezeki itu terbuka lebar. Jangan pernah memikirkan apa yang didapatkan. Lakukan saja yang terbaik.

Alloh adalah satu-satunya yang memberi rezeki, sesuai dengan namanya yaitu ar-rozak. Pembeli adalah makhluk Alloh, yang digerakan hatinya oleh Alloh juga.

Ketika pembeli datang, belum tentu uang yang dia bawa adalah rezeki kita, boleh jadi ia hanya mampir sebentar dan mencoba saja. Jadi kita tidak perlu kecewa karena rezeki sudah ada yang mengatur.

Misalkan, upayakan sebelum berangkat melamar kerja maka berdoalah kepada Alloh yang mengatur, karena Alloh yang menentukan apakah kita diterima atau tidak diterima.

“Ya Alloh, yang maha tahu segala-galanya, beri saya pekerjaan yang membuat dekat denganmu, yang membuat saya hidup lebih bermanfaat bagi banyak orang, engkau yang memiliki segala perusahaan, tidak ada yang terjadi sesuatu apapun kecuali dengan izinmu.”

Bagi orang yang tahu bahwa pembagi rezeki itu adalah Alloh, maka ia tidak akan risau dan takut tidak kebagian rezeki.

Kalau seseorang tauhidnya benar, maka ia tidak akan takut rezekinya diambil oleh orang lain.

Kita tidak disuruh mencari rezeki tapi menjemput rezeki, yang dicari itu adalah keberkahannya, karena rezekinya sudah ada tetapi belum tentu diberi keberkahan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang Read More »

Memaknai Pentingnya Moralitas Bangsa

WAKAFDT.OR.IDMoral itu ibarat emas, emas itu berharga karena ada nilainya dimata manusia. Emas diletakkan di mana pun dan dikotori dengan apa pun tidak akan pernah mengurangi nilainya.

Manusia yang melekat dalam dirinya moral, dihina seperti apapun tidak akan pernah mengurangi kemuliaannya.

Moral itu adalah imunitas dalam diri seorang, untuk membentengi diri dari berbagai penyakit-pemyakit tindakan amoral.

Jika kita melihat bahwa bangsa ini begitu lemah, tidak berdaya, dan sedang tidak baik-baik saja, maka bisa dipastikan ada imunitas yang sedang hilang dalam diri manusia.

Apakah kemerosotan moral di Indonesia dapat diperbaiki? Segala penyakit pasti ada obatnya. Jika penyakit-penyakit yang muncul berkaitan dengan hati maka obatnya hanyalah niat dan kesabaran.

Untuk memperbaiki moral masyarakat di Indonesia hanya dapat ditangani dengan kesadaran individu masing-masing. Dimulai dari yang kebiasaan terkecil dahulu kemudian bertahap.

Pendidikan karakter tidak dengan sendirinya tumbuh begitu saja, diperlukan pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap pendidikan.

Tanpa adanya upaya-upaya yang jelas dan solusi yang ril, maka pendidikan karakter tidak akan melahirkan manusia yang cerdas sekaligus menggunakan kecerdasannya untuk bersikap dan berperilaku yang baik.

Padahal jika merujuk pada Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional, Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter Tahun 2011 yang berjumlah 18, yakni; nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggungjawab.

Namun, hal tersebut hanya berakhir pada tataran teks, malah yang terjadi sebaliknya dalam realitas sosial saat ini.

Di Amerika misalkan, orang-orang menganggap bahwa bangsa Amerika sedang berada dalam situasi yang semakin suram.

Sebuah lembaga survei oleh lembaga analistik Gallup menyatakan sebanyak 50 persen warga negara Amerika Serikat memiliki nilai moral yang buruk.

Hal ini terjadi dalam lima tahun terakhir, dengan penurunan jadi 43 persen pada tahun 2020 sebelum meningkat lagi dalam dua tahun terakhir.

Isu moralitas bukan sekedar isu sektoral maupun isu lokal, lebih dari itu akan menjadi isu global. Isu moral berbicara mengenai subjek atau pelaku sejarah, peradaban sebuah bangsa akan ditentukan oleh moral generasinya hari ini.

Mengapa degradasi moral begitu mengacam eksitensi sebuah bangsa? Karena moral adalah hati dan wajahnya sebuha bangsa. Tanpa moral akan ada prilaku negatif yang akan menjamah tatana kehidupan sosial manusia.

Kejujuran kita pada realitas dan harapan tak bertemu seperti apa yang diimajinasikan, merekonstruksi situasi pada cita-cita yang sebenarnya.

Tapi bangsa ini mau berangkat dari mana? Siapa yang memulai untuk mengambil peran untuk memperbaikinya? Apakah kita akan berdebat sepanjang waktu saling menyalahkan tanpa ada kesimpulan sama sekali?

Kita harus berangkat dari memaknai penting moral dalam diri manusia. Jika telah menemukan emas dalam pemaknaan tersebut, maka saatnya melakukan tindakan perubahan.

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan kolektif untuk menjawab fenomena-fenomena yang diuraikan pada serial sebelumnya.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memaknai Pentingnya Moralitas Bangsa Read More »