Wakaf Daarut Tauhiid

31 Oktober 2025

Menjawab Jeritan Aksara di Tengah Keterbatasan: Aksi Nyata Wakaf DT Melawan Buta Huruf Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Isu buta huruf Al-Qur’an masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Data menunjukkan, jutaan Muslim Indonesia belum lancar membaca Kitab Suci mereka.

Di sisi lain, lembaga pendidikan Islam di pelosok daerah menghadapi kebutuhan mushaf yang sangat mendesak, menjadi hambatan ganda bagi upaya pemberantasan buta aksara Qur’an.

Tantangan Literasi Qur’an dan Kesenjangan Kebutuhan

Meskipun semangat belajar agama tinggi, kesenjangan akses terhadap sarana belajarโ€”terutama mushaf yang layakโ€”menjadi problem krusial.

Fakta: Banyak pondok pesantren dan madrasah di daerah pedesaan menggunakan mushaf yang sudah usang, robek, bahkan hilang halamannya.

Kondisi ini secara langsung menghambat efektivitas proses belajar mengajar, khususnya bagi santri yang baru mulai mengenal huruf hijaiyah.

Keterbatasan ini bukan hanya soal fisik mushaf, tetapi juga mencerminkan tantangan besar dalam mencapai target literasi Qur’an nasional. Bagaimana mungkin generasi muda dapat menguasai bacaan jika alat belajarnya sendiri tidak memadai?

Aksi Nyata Wakaf DT: Cahaya Baru di Empat Titik

Menanggapi kondisi kritis ini, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) mengambil langkah nyata. Pada Kamis, 30 Oktober 2025, Wakaf DT meluncurkan program distribusi mushaf Al-Qur’an ke empat titik yang menjadi sentra pembelajaran di kawasan Bandung Raya, meliputi Banjaran, Majalaya, dan Ciparay.

Penyaluran ini difokuskan pada lembaga yang mengajukan permohonan, seperti pondok pesantren, masjid, dan madrasah, yang secara faktual memiliki kebutuhan mushaf paling mendesak.

Syukron Ali, PJ Program Distribusi Wakaf Mushaf DT, menyatakan bahwa distribusi ini adalah wujud nyata amanah dari para muwakif (pewakaf) untuk membantu menutup kesenjangan literasi Qur’an.

“Kami menyadari bahwa mushaf yang layak adalah kunci utama untuk memerangi buta huruf Qur’an. Dengan adanya mushaf baru ini, kami berharap para santri dan masyarakat dapat belajar dengan lebih nyaman dan termotivasi,” ujar Syukron.

Dampak Berkelanjutan dari Wakaf Mushaf

Aksi distribusi ini membuktikan bahwa wakaf bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga investasi spiritual dan edukasi.

Satu mushaf yang diwakafkan hari ini dapat digunakan oleh puluhan santri selama bertahun-tahun, menjadikan amal kebaikan ini terus mengalir (jariyah) seiring setiap huruf yang dibaca.

Program ini menjadi pengingat bahwa upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an di Indonesia membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara lembaga sosial, pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat melalui program kedermawanan seperti wakaf. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjawab Jeritan Aksara di Tengah Keterbatasan: Aksi Nyata Wakaf DT Melawan Buta Huruf Al-Qur’an Read More ยป

Cahaya Baru di Madrasah Tua: Wakaf DT Hadirkan Mushaf Al-Qur’an untuk Santri Bandung Raya

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Kamis, 30 Oktober 2025, menjadi hari penuh berkah bagi empat komunitas pendidikan Islam di pelosok Bandung Raya.

Wakaf Daarut Tauhiid (DT) tuntas menyalurkan amanah mulia para muwakif (pewakaf) dalam program distribusi Wakaf Mushaf Al-Qur’an ke titik-titik vital di kawasan Banjaran, Majalaya, dan Ciparay.

Empat lokasi yang menjadi sasaran distribusi adalah pondok pesantren, masjid, dan madrasahโ€”sentra-sentra tempat umat, khususnya santri, menimba ilmu agama.

Keterbatasan yang Menghambat Belajar

Di lokasi-lokasi tersebut, kegiatan belajar Al-Qur’an para santri selama ini menghadapi tantangan yang mengharukan. Kondisi mushaf yang mereka gunakan rata-rata sudah tidak layak guna.

“Lembaran-lembaran sudah robek, bahkan banyak yang hilang. Keterbatasan ini membuat proses talaqqi (belajar) dan menghafal Al-Qur’an menjadi tidak maksimal,” tutur salah satu perwakilan pondok pesantren penerima manfaat di Banjaran.

Kondisi mushaf yang usang ini menjadi cerminan keterbatasan ekonomi yang dihadapi oleh lembaga pendidikan di daerah tersebut, sementara semangat para santri untuk membaca dan menghafal kalamullah tetap menyala.

Menjawab Ajuan dengan Penuh Tanggung Jawab

Syukron Ali, Penanggung Jawab (PJ) Program Distribusi Wakaf Mushaf DT, menjelaskan bahwa distribusi ini merupakan jawaban atas permohonan yang telah mereka terima sebelumnya.

“Alhamdulillah, lokasi-lokasi ini sebelumnya sudah mengirimkan ajuan resmi kepada Wakaf DT. Setelah kami pertimbangkan dan validasi, hari ini kami sampaikan amanah dari para muwakif (pewakaf) untuk mendistribusikan mushaf ke lokasi yang memang sangat membutuhkan,” jelas Syukron.

Dia berharap besar bahwa mushaf-mushaf baru yang diantar ini akan menjadi penunjang vital. “Semoga melalui mushaf yang layak ini, dapat menunjang pembelajaran Al-Qur’an para santri dan juga masyarakat lainnya, menjadikan amal jariyah bagi semua yang berpartisipasi,” imbuhnya.

Ucapan Terima Kasih yang Tulus

Momen penyerahan mushaf disambut dengan senyum dan rasa syukur yang mendalam. Perwakilan penerima manfaat, khususnya dari pondok pesantren di Banjaran, menyampaikan ucapan terima kasihnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Wakaf DT, dan terutama kepada para muwakif yang telah menyisihkan hartanya. Mushaf baru ini bukan sekadar buku, tetapi motivasi baru bagi anak-anak kami untuk lebih giat belajar dan berinteraksi dengan Al-Qur’an. Ini adalah berkah tak terhingga bagi kami,” tuturnya penuh haru.

Distribusi ini tidak hanya mengisi rak-rak buku yang kosong, tetapi juga memastikan bahwa cahaya ilmu dan keberkahan dari Al-Qur’an dapat terus menyinari santri dan masyarakat di penjuru Bandung Raya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cahaya Baru di Madrasah Tua: Wakaf DT Hadirkan Mushaf Al-Qur’an untuk Santri Bandung Raya Read More ยป