Aa Gym Menunggang Kuda, Inspirasi Kepemimpinan dan Pemanfaatan Aset Wakaf DT
WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Rabu pagi (9/10/2025) yang sejuk di Eco Pesantren Daarut Tauhiid terasa istimewa. Udara segar yang menyelimuti lingkungan asri tersebut berpadu dengan aura semangat dan antusiasme dari santri dan civitas akademika.
Mereka berkumpul rapi di lapangan sekolah, menantikan kehadiran mursyid mereka, KH. Abdullah Gymnastiar, atau yang dikenal dengan sapaan akrab Aa Gym.
Kehadiran Aa Gym pagi itu membawa nuansa yang berbeda. Beliau tidak berjalan kaki, melainkan tampil memimpin seekor kuda gagah yang melangkah anggun.
Pemandangan ini sontak mengundang decak kagum dan tatapan penuh hormat dari para santri. Aura wibawa berpadu dengan kesederhanaan sang guru mengukir momen yang mendalam.
Dalam sesi tausiyahnya, Aa Gym memfokuskan pesan pada nilai-nilai yang terkandung dalam sunnah berkuda, sekaligus mengaitkannya secara implisit dengan urgensi pemanfaatan aset wakaf yang dikelola DT.
Kaitannya dengan Wakaf DT: Lingkungan tempat acara berlangsung, Eco Pesantren, serta fasilitas pendukung lainnya, merupakan hasil dari pengelolaan dan pengembangan aset wakaf DT. Aa Gym menggunakan aset wakaf ini sebagai platform dakwah, pendidikan, dan penempaan karakter.
Kuda yang beliau tunggangi adalah salah satu fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk melatih kepemimpinan dan kedisiplinan diri para santri, sekaligus menjadi bagian dari upaya DT untuk memajukan kegiatan yang sesuai dengan sunnah.
Pemanfaatan aset wakaf ini secara optimal membuktikan bahwa dana umat dapat menjadi sarana yang multifungsi: sebagai ladang amal jariyah, sarana pendidikan modern berbasis syariat, dan instrumen pembentukan karakter pemimpin masa depan.
Kepemimpinan dan Keberanian Mengambil Keputusan: Aa Gym menekankan bahwa berkuda adalah metafora sempurna untuk melatih jiwa kepemimpinan (leadership).
“Kepemimpinan yang utama adalah keberanian mengambil keputusan yang Allah sukai,” ujar beliau dengan nada tegas. “Hidup selalu menuntut kita untuk memilih, dan pemberani sejati adalah mereka yang memutuskan segala sesuatu sesuai dengan ridha Allah.”
Beliau melanjutkan bahwa inti dari berkuda bukan sekadar keterampilan fisik, melainkan penempaan mental, hati, dan kedisiplinan diri. Syarat-syarat berkuda, seperti tidak ragu, waspada, tenang, dan penuh kasih sayang, adalah karakter esensial yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin yang berani.
“Berkuda bukan semata olahraga, tetapi ibadah,” pungkas Aa Gym. “Ini adalah cara mengamalkan sunnah, berdakwah, menempa akal dan fisik, serta mencari pahala melalui upaya maksimal dalam pemanfaatan fasilitas yang ada, insyaa Allah.”
Momen penuh hikmah di atas aset wakaf DT ini menjadi inspirasi kuat bagi seluruh keluarga besar SMA DTBS Putra dan SMK DT. Di bawah langit pagi yang cerah, mereka terpacu untuk menjadi pemimpin yang berani, berkarakter mulia, dan siap mengelola amanah — termasuk aset wakaf umat — dengan penuh tanggung jawab dan visioner. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
Aa Gym Menunggang Kuda, Inspirasi Kepemimpinan dan Pemanfaatan Aset Wakaf DT Read More »

