Kajian KKMT Daarut Tauhiid Menggema: Memadukan Akhlakul Karimah dan Kemandirian Ekonomi Umat
WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Masjid Daarut Tauhiid (DT) kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pemberdayaan umat melalui penyelenggaraan rutin Kajian Kelompok Kerja Majelis Ta’lim (KKMT) pada Sabtu (4/10/2025).
Acara bulanan ini sukses menarik antusiasme ratusan jemaah, yang bukan hanya hadir untuk memperkaya spiritual, tetapi juga menguatkan pondasi ekonomi syariah.
Lebih dari 550 jemaah, yang terdiri dari warga setempat dan peserta umum, memadati masjid sejak pagi hingga menjelang siang.
Data panitia mencatat, kehadiran tertinggi didominasi oleh warga dari Kelurahan Isola (162 orang) dan Gegerkalong (123 orang), menunjukkan tingginya minat masyarakat sekitar terhadap pembinaan akhlak dan ilmu terapan.
Dua Pilar Kebahagiaan: Lisan Terpelihara dan Ekonomi Syariah
Kajian kali ini menghadirkan dua materi utama yang disampaikan oleh tokoh inspiratif Daarut Tauhiid:
KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dalam tausiyahnya yang bertema “Hidup Bahagia dengan Lisan yang Terpelihara,” Aa Gym menekankan bahwa menjaga ucapan adalah kunci fundamental untuk mencapai ketenangan hidup.
Beliau mengingatkan bahwa banyak konflik dan masalah berawal dari lisan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib berhati-hati agar lisannya senantiasa menjadi sumber kebaikan, bukan sumber fitnah atau keburukan.
H. Feri Risnandar, Ketua Koperasi BMT Daarut Tauhiid: Beliau membawakan materi “Ekonomi Keluarga Berbasis Koperasi Syariah.” H. Feri mengajak jemaah untuk memperkuat kemandirian finansial keluarga dengan memanfaatkan sistem koperasi syariah.
Menurutnya, koperasi adalah sarana yang ideal untuk menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, saling tolong-menolong (ta’awun), dan mencapai keberkahan dalam berusaha, sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.
Misi Ganda: Dakwah dan Wakaf Produktif
Selain penyampaian materi, kegiatan KKMT ini turut dimeriahkan dengan aksi berbagi tahu gratis kepada seluruh jemaah, serta pengumpulan kencleng untuk program Cinta Masjid, sebuah inisiatif nyata dalam merawat keberlangsungan fasilitas ibadah dan kegiatan umat.

Kehadiran H. Feri Risnandar dalam kajian ini juga menggarisbawahi komitmen Daarut Tauhiid dalam pemanfaatan aset wakaf secara produktif.
Di Daarut Tauhiid, wakaf tidak hanya diwujudkan dalam bentuk tanah atau masjid, tetapi juga dikelola secara profesional—sebuah konsep yang dikenal sebagai Kawasan Wakaf Terpadu.
Aset wakaf ini dioptimalkan melalui unit-unit usaha seperti koperasi dan lembaga keuangan syariah (BMT) yang hasilnya digunakan untuk mendanai dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sarana masjid.
Koperasi BMT DT sendiri merupakan salah satu wujud nyata wakaf produktif yang bertujuan memberdayakan ekonomi umat, menjadikannya pilar kemandirian yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf, Masjid Daarut Tauhiid berharap kegiatan KKMT ini dapat terus menguatkan persaudaraan (ukhuwah) dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang aktif, mandiri, dan berakhlakul karimah.
Jemaah pun pulang dengan ilmu agama yang lebih mendalam, motivasi untuk memperbaiki diri, dan wawasan tentang kemandirian ekonomi syariah. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan

