WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – (24/2/2026) Pemanfaatan aset wakaf di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menunjukkan dampak nyata selama bulan suci Ramadan.
Hampir seluruh fasilitas wakaf tampak “makmur” dan produktif, menjadi pusat aktivitas bagi santri maupun jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan aset wakaf yang profesional mampu menghadirkan kebermanfaatan yang luas, baik dari sisi spiritual maupun ekonomi.
1. Denyut Ekonomi: Berkah bagi UMKM
Sektor ekonomi di sekitar pesantren mengalami peningkatan signifikan. Aset wakaf berupa area komersial menjadi tumpuan bagi para pelaku usaha kecil:
- Pujasera & Ruko DT: Menjadi destinasi utama warga dan jamaah untuk berburu takjil serta menu makan malam.
- Geliat Pedagang: Area sekitar pesantren dipadati pembeli, memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku UMKM yang menyewa lahan wakaf tersebut.
2. Spiritual Tanpa Henti: Masjid Hidup 24 Jam
Di sisi lain, aset wakaf berupa Masjid Daarut Tauhiid menjadi jantung ibadah yang tidak pernah sepi. Selama Ramadan, masjid ini difungsikan penuh selama 24 jam untuk berbagai rangkaian agenda:
- Ibadah Wajib & Sunnah: Mulai dari salat fardu berjamaah hingga salat tarawih.
- Program Ruhiyah: Kegiatan tadarus Al-Qur’an, buka puasa bersama, hingga pelaksanaan iktikaf di sepuluh malam terakhir.
- Partisipasi Luas: Pemanfaatan ini tidak terbatas bagi santri internal, tetapi juga terbuka lebar bagi jamaah umum yang ingin mencari ketenangan ibadah.
Komitmen Pengelolaan Wakaf
Pihak manajemen Wakaf Daarut Tauhiid menegaskan bahwa keramaian dan produktivitas ini adalah tujuan utama dari pengelolaan wakaf.
“Ini adalah bukti bahwa aset wakaf harus dikelola dengan amanah dan profesional. Tujuannya agar aset tersebut terus berkembang dan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi kemaslahatan umat secara luas,” ungkap perwakilan Wakaf DT.
Melalui ekosistem wakaf yang terjaga, Daarut Tauhiid terus berkomitmen menjaga amanah para wakif (pewakaf) agar pahalanya terus mengalir seiring dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
