Wakaf Daarut Tauhiid

Wakaf

pembangunan masjid dt eco 2 awal Ramadhan

Progres Capai 41,13%, Ini Kondisi Pembangunan Masjid DT Eco 2 Awal Ramadhan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Masjid DT Eco 2 terus mengalami kemajuan. Sampai pekan ke-26 pembangunan, progresnya mencapai 41,13%. Putri, Pengawas Pembangunan Masjid DT Eco 2 menyebutkan, angka tersebut lebih besar dari progres minggu sebelumnya, yakni 38,80%.

“Progres minggu ke-26, periode 4-10 Maret 2024, sebesar 41,13%. Progres minggu sebelumnya 38,80%,” kata Putri, saat dihubungi oleh Tim Media Wakaf DT, Jumat (15/2/2024).

Pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini di antaranya, fabrikasi besi dan bekisting balok mezanin, pemasangan bekisting kolom asea penunjang, curing  kolom area lantai utama, pembongkaran beksting, dan scaffolding balok dan plat lantai utama, dan pengurugan tanah.

Putri menungkapkan, selama bulan Ramadhan pekerjaan pembangunan Masjid DT Eco 2 masih sama dengan waktu di luar Ramadhan. Pekerjaan pembangunan, lanjut Putri, normal seperti biasa, kecuali pekerjaan berat seperti pengecoran, yang direncakan dilakukan malam hari.

“Jam kerja selama Ramadhan normal seperti biasa, adapun pekerjaan-pekejaan yang berat seperti pengecoran direncakan akan dilaksankan malam hari. Namun, terkait ini perlu persetujuan terlebih dahulu,” jelas Putri.

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menegaskan, bahwa Wakaf untuk pembangunan Masjid DT merupakan ladang amal untuk meraih rumah di surga dan pahala yang terus mengalir sampai hari kiamat. Bagi masyarakat yang ingin berwakaf untuk Masjid DT, bisa langsung datang ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung

Jamaah juga bisa mentransfer wakaf untuk pembangunan Masjid DT ke rekening Wakaf Masjid DT: BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi call center Wakaf DT: 085 200 123 123. (AID)

Baca juga: Sampai Pengecoran Lantai Selasar, Berapa Progres Masjid DT Eco 2?

Progres Capai 41,13%, Ini Kondisi Pembangunan Masjid DT Eco 2 Awal Ramadhan Read More »

Program wakaf dt Ramadhan

Inilah Dua Program Unggulan Wakaf DT di Bulan Ramadhan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Bulan Ramadhan menjadi momen untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya karena Allah melipatkangandakan pahala dari berbagai amal shaleh. Salah satu amalan terbaik untuk meraih itu adalah berwakaf.

Wakaf Daarut Tauhiid (DT) memberikan peluang untuk berwakaf di Bulan Ramadhan dengan berbagai program. Dua di antaranya yang menjadi program unggulan di Bulan Ramadhan, yaitu Program Wakaf Perluasan dan Pengembangan Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) DT, dan Program Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin.

Wahyudi (Yudi), Kepala Bagian Digital Marketing menjelaskan, kedua program tersebut dipilih karena urgensinya. Wakaf Peluasan dan Pengembangan KWT DT menjadi program unggulan, lanjut Yudi, karena saat ini fasilitas pesantren, terutama pendidikan tidak sebanding dengan jumlah santri dan siswa yang membutuhkan.

“Iya, program ini (Perluasan dan Pengembangan KWT DT) mejadi program pilihan di bulan Ramadhan ini karena kebutuhan fasilitas pendidikan yang kurang. Santri dan siswa bertambah terus tapi fasilitas tetap segitu.” jelasnya, Kamis (14/3/2024)

Saat ini, penghimpunan wakaf dari program tersebut, ungkapnya, akan digunakan untuk membebaskan lahan seluas 13 ribu meter persegi yang berada di samping Eco Pesantren 1, untuk fasiltas pendidikan SD dan gedung serbaguna.

“Ini namanya untuk Kawasan Wakaf Terpadu DT, tapi yang paling urgen itu pembebasan lahan di samping Eco Pesantren DT. itu untuk SD. Terus, untuk menyelesaikan dome, yang akan menjadi gedung serbaguna,” ungkap Yudi.

Sementara itu, Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin meanjadi program unggulan di Bulan Ramadhan, jelas Yudi, karena kebutuhan masjid di pelosok yang masih besar. Dia meyebutkan berdasarkan catatan Kenterian Agama (Kemenag) sudah ada 17.600 masjid yang tebangun, namun jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan umat Islam di Indonesia, terutamam di pelosok.

“Kebutuhan masjid masih besar, makanya ada program ini (Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin). Program ini difokuskan untuk membangun masjid di pelosok Jawa, Sumatera, dan Lombok,” kata Yudi.

Wakaf untuk kedua program  tersebut bisa langsung dilakukan di Wakaf DT; Jalan Gegerkalong No.67 Bandung atau Jalan Cipaku 1 No.18 Jakarta Selatan. 

Masyakat juga bisa berawakaf dengan mentransfer ke BSI 85002 85002 untuk Wakaf Perluangan dan Pengembangan KWT DT. Sedangkan untuk Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin, Wakaf bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 semua atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Setelah transfer, konfirmasi bisa dikirim ke nomor Call Center Wakaf DT: 085200123123. (AID)

Baca juga: Pembangunan Wakaf Masjid DT Eco 3 Capai 10%, Ladang Amal Masih Besar!

Inilah Dua Program Unggulan Wakaf DT di Bulan Ramadhan Read More »

Aa Gym ajak wakaf lahan

Aa Gym Ajak Berwakaf Peluasan Eco Pesantren 1

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali memberikan peluang berwakaf dengan program terbarunya, yakni Wakaf Peluasan Lahan Eco Pesantren 1. Lahan dari sedekah jariyah ini nantinya akan dijadikan pesantren.

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pendiri dan Pembina Yayasan DT mengajak masyarakat berwakaf untuk perluasan lahan seluas 13.000 meter persegi tersebut. Dia menyebutkan, bertapa banyaknya pahala yang akan mengalir karena para santri akan melakukan berbagai ibadah di atasnya.

“Alhamdulillah, sekarang ada 13 ribu meter untuk membangun pesantren, sebelah eco pesantren 1. Jangan sampai ketinggalan kesempatan beramal ini. Bayangkan santri belajar, beamal, ibadah, ngaji, apapun kebaikan akan mengalir kepada yang berwakafnya,” ucap Aa Gym saat ditemui di Masjid DT Bandung, Jumat (8/3/2024).

Aa Gym menegaskan, bahwa sedekah jariyah adalah amalan yang tidak akan terputus walau orang bersedekah jariyah atau berwakaf sudah meninggal dunia.

“Kita pasti akan meninggalkan dunia ini, berhenti semua amal kita. Tapi, ada satu (amalan) yang terus mengalir sampai kiamat nanti di antaranya adalah sedekah jariyah,” ucap Aa Gym.

Aa Gym berharap semoga banyak masyarakat yang berwakaf, menjadi jalan terbagunnya pesantren DT. Dia menyebutkan wakaf perluasan lahan Eco Pesantren 1 merupakan amalan cerdas yang banyak manfaaatnya.

“Semoga Allah memilih kita menjadi jalan terbangunnya pesantren. Insya Allah sampai  sampai akhir hayat nanti, sampai hari kiamat kelak akan mengalir pahalanya, Insya Allah.  Ikutlah dalam Wakaf (pilihan) Cerdas, Insya Allah manfaat,” pungkas Aa Gym.

Masyakat bisa berwakaf perluasahan Eco Pesantren 1 langsung di kantor Wakaf DT; Jalan Gegerkalong No.67 Bandung atau Jalan Cipaku 1 No.18 Jakarta Selatan. Masyakat juga bisa berawakaf dengan mentransfer ke BSI 85002 85002 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid, kemudian menkonfirmasi ke call center Wakaf DT: 085 200 123 123. (AID)

Aa Gym Ajak Berwakaf Peluasan Eco Pesantren 1 Read More »

Wakaf DT Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Nusakambangan

Bersama IMS dan DT Peduli, Wakaf DT Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Lapas Nusakambangan

WAKAFDT.OR.ID | CILACAP – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali menyalurkan Wakaf Mushaf Al-Quran. Namun, penyaluran Wakaf Al-Quran kali ini tidak biasa karena yang jadi penerima manfaatnya adalah para warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap.

Bersama Islamic Medical Service dan DT Peduli, Wakaf DT menyalurkan sebanyak 192 Mushaf Wakaf Al-Quran yang dilengkapi dengan Buku Metode Sabiq tersebut, pada Kamis (7/3/2024). Penyaluran Wakaf Mushaf Al-Quran menjadi bagian dari acara Tarhib Ramadhan warga binaan di Lapas Kelas 2A Kembang Kuning Nusakambangan.

Riyadi Suryana, Manajer Program Wakaf Produktif Wakaf DT menyerahkan langsung Wakaf Mushaf Al-Quran kepada Winarso, Kepala Lapas Kelas 2A Kembang Kuning Nusakambangan.

Winarso menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas Wakaf Mushaf Al-Quran untuk Lapas Nusakambangan. Dia mengungkapkan, mushaf Al-Quran tersebut sangat membantu perogram pembinaan keperibadian warga binaan. Para warga binaan, jelas Winarso, membutuhkan fasilitas untuk proses hijrah dan taubat mereka. 

“Dengan programnya mushaf Al Quran yang telah diberikan untuk warga binaan Lapas Kelas 2A Kembang Kuning sangat membantu kaitannya dengan program pembinaan kepribadian di mana kita harapkan,” kata Winarso.

Riyadi menambahkan, Wakaf DT sengaja menyalurkan mushaf karena ingin menfasilitasi para warga binaan Lapas untuk bisa berhijrah, terutama di Lapas Nusakambangan yang rata-rata vonis hukumannya berat. Dirinya yakin mereka bisa berubah dan selesai proses masa tahanan mereka bisa diterima kembali oleh Masyarakat.

“Ya harapannya semoag ini menjadi bagian dari perjalanan hijrah mereka. Wakaf Mushaf Al-Quran ini bisa menjadi fasilitas mereka untuk berhijrah dan memperbaiki diri, sehingga mereka menjadi pribadi lebih baik,” ucap Riyadi.

Program Wakaf Mushaf Al-Quran, jelas Riyadi, merupakan program wakaf untuk membantu membasmi buta huruf Al-Quran dan menyediakan mushaf Al-Quran bagi mereka yang membutuhkan, seperti para warga binaan lapas dan pesantren Tahfiz.

Riyadi mengajak masyarakat untuk medukung dan berpastisipasi dalam program tersebut. Untuk besar wakafnya bisa berapapun, namun untuk nilai satu mushaf sebesar Rp. 150.000.

“Ada 65% Muslim di Indonesia yang masih buta huruf Al-Quran. Program Wakaf Mushaf Al-Quran ini upaya kita semua untuk memberantas buta huruf Al-Quran. Untuk itu, ini merupakan peluang ikut berpatisipasi memberantas buta huruf Al-Quran dan pahala wakafnya juga mengalir terus sampai hari kiamat,” pungkas Riyadi. (AID)

Baca juga: Wakaf DT Kembali Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Indramayu

Bersama IMS dan DT Peduli, Wakaf DT Salurkan Wakaf Mushaf Al-Quran ke Lapas Nusakambangan Read More »

Masjid DT Batam

Makmurnya Masjid DT Batam Walaupun Belum Selesai

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Masjid Daarut Tauhiid (DT) Batam masih dalam proses pembangunan Bhekti Triwayuning Tyas, Ketua Tim Monitoring Pembangunan (Monpen) Daarut Tauhiid (DT) menyebutkan, Masjid DT Batam baru mencapai 55%. 

Pembangunanannya, jelasnya, sudah sampai ke pengerjaan struktur lantai mezanin (cangkang bawah). Selanjutnya pengerjaan cangkang atas, termasuk atap masjid. 

“Cangkang bawahnya udah jadi, tinggal nyelesaiin cangkang atas,” ucap Behkti saat ditemui di Gedung Wakaf Produktif, Selasa (27/2/2024).

Walaupun masih beratapkan lantai mezanin, lanjut Bhekti, Masjid DT Batam sudah makmur oleh berbagai kegiatan, terutama kegiatan para santri. Dia mengungkapkan, ada 300 santri yang setiap hari memakmurkan Masjid DT Batam.

Dia menjelaskan, rubanah (basement) Masjid DT Batam sudah digunakan sebagai kantor dan asrama secara bergantian. Awalnya digunakan untuk asrama Baitul Quran hingga menjadi kantor DT Peduli. Saat ini, rubanah Masjid DT dijadikan SD DT. Sedangkan lantai utama masjid sudah digunakan untuk shalat dan berbagai kajian.

“300 santri ada udah di situ sekolahya, orang tua santri juga sudah sebulan sekali ngumpul di sana, kajian-kajian. Kajian Aa (Gym)  itu satu tahun bisa dua kali loh di Batam tabligh akbar,” jelas Bhekti.

Bhekti mengatakan, walaupun sudah makmur, bangunan yang belum selesai pasti tidak akan bisa maksimal digunakan. Karenanya, dia berharap Masjid DT Batam segera bisa rampung dan makin makmur oleh berbagai kegiatan keislaman.

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menegaskan, bahwa Wakaf untuk pembangunan Masjid DT merupakan ladang amal untuk meraih rumah di surga dan pahala yang terus mengalir sampai hari kiamat. Wakaf, lanjutnya, merupakan amalan orang-orang cerdas, yakni orang yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkannya.

Bagi masyarakat yang ingin berwakaf untuk Masjid DT Batam, bisa langsung datang ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung atau mentransfer ke rekening Wakaf Masjid DT: BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi call center Wakaf DT: 085 200 123 123. (AID)

Baca juga: Heboh Kasus Rempang, Masjid DT Batam Tetap Tebarkan Kasih Sayang

Makmurnya Masjid DT Batam Walaupun Belum Selesai Read More »

Kisah-Wakaf-untuk-Ibu-Dari-Saad-bin-Ubadah

Wakaf untuk Ibu dari Sa’ad bin Ubadah

WAKAFDT.OR.ID | Sa’ad selalu berusaha berbakti kepada orang tuanya secara maksimal. Saat ibunya wafat, Ia tidak ada di dekatnya karena sedang berjuang bersama Rasul di perang Dumatul Jandal. Setelah kembali ke Madinah, Sa’ad memohon kepada Rasulullah untuk menyolatkan jenazahnya. Rasulullah kemudian menyolatkan ibunya walau telah wafat satu bulan sebelumnya.

Setelah itu, Sa’ad bertanya kepada Rasul, “Ibu saya telah wafat tapi dia tidak mewasiatkan apapun kepada saya. Bolehkah saya bersedekah atas nama beliau dan apakah itu bermanfaat untuknya ?” Beliau Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab, “Iya.”

Lalu Sa’ad bertanya kepada Rasul tentang apa yang paling disukai oleh Rasulullah. Rasul meminta Sa’ad untuk menyediakan air minum karena saat itu sedang terjadi krisis air. Setelah mendengar keinginan Rasul, Sa’ad langsung menggali sumur dan beliau melakukannya atas nama ibunya. Di lain waktu, Sa’ad juga pernah memberi kebunnya untuk sedekah atas nama ibunya. Dan Rasulullah menjadi saksi atas sedekah Sa’ad bin Ubadah.

Kisah Saad bin Ubadah di atas adalah dasar bahwa wakaf (sedekah jariyah) bisa dihadiahkan untuk seseorang walau pun ia sudah meninggal dunia.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang dimanfaatkan, doa anak yang sholeh” (HR Muslim no 1631).

Sumber: bwi.go.id

Baca juga: Kisah Nenek Adhe, Wakafkan Hartanya untuk Mendiang Orangtua

Wakaf untuk Ibu dari Sa’ad bin Ubadah Read More »

penanaman-145-bibit-pohon di wakaf eco 3

Lestarikan Lingkungan Kawasan Wakaf PDTI Eco 3, DT Peduli Kuningan Lakukan Penghijauan

WAKAFDT.OR.ID | KUNINGAN – DT Peduli Kuningan dan Saka Wanabakti telah menyelenggarakan kegiatan Penghijauan dengan penanaman 145 bibit pohon di lingkungan Masjid Rahmatan Lil’alamin, Kawasan Wakaf Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Eco 3 di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, pada Jumat (9/2/2024). Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Eco Pesantren 3 terhadap kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan penghijauan tersebut, dihadiri oleh Direktur Utama DT Peduli Jajang Nurjaman anggota Saka Wanabakti (Satuan Karya Pramuka di Bidang Kehutanan), dan perwakilan Dinas Kehutanan Kabupaten Kuningan serta Gema Jabar Hejo yang turut mendukung pengadaan bibit.

Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman mengatakan, melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan Eco Pesantren 3 ingin berkontribusi dalam mewujudkan keseimbangan alam dan kehidupan Islami yang harmonis.

“Penanaman pohon ini sejalan dengan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil’alamin yang kami junjung tinggi. Saya berharap kegiatan ini dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk menanam dan memelihara pohon,” imbuhnya.

Selain kegiatan penghijauan, di Eco Pesantren 3 saat ini juga sedang dilakukan pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin, dalam tahap pemasangan rangka pondasi dan dinding penahan tanah (DPT). Diharapkan masjid ini nantinya dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan bagi masyarakat sekitar, serta menjadi simbol perpaduan antara nilai-nilai Islam dan kelestarian lingkungan.

Sumber: dtpeduli.org

Baca juga: Capai 32,73%, Pembangunan Masjid Eco 3 Tahap 1 Direncanakan Selesai Awal Ramadhan

Lestarikan Lingkungan Kawasan Wakaf PDTI Eco 3, DT Peduli Kuningan Lakukan Penghijauan Read More »

wakaf hutan

Darurat Pembiayaan Hutan Sosial Melalui Wakaf Hutan

Total kawasan hutan Indonesia tercatat lebih dari 125 juta hektar. Sekitar 12,7 juta hektar akan menjadi target Pemerintah sebagai kawasan perhutanan sosial hingga 2030. Namun sayangnya, pada Oktober 2022 realisasi capaian ini baru mencapai 5 juta hektar, atau kurang dari 40% dari target. Padahal, tujuan pemerintah dengan skema perhutanan sosial terbilang cukup krusial, antara lain meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat lokal sambil membenahi isu lingkungan hidup, yaitu menekan laju deforestasi yang turut menjadi isu global. Dengan skema hutan sosial maka akses pengelolaan hutan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sekitarnya juga dapat lebih terbuka. Hutan sosial yang berada di dalam kawasan Hutan Negara ini terdiri dari beberapa bentuk yaitu Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan. Lalu apa yang menjadi penyebab belum optimalnya pencapaian dan pemanfaatan skema hutan sosial ini dan bagaimana kita dapat mendukung efektivitas solusinya?

Faktor Utama Permasalahan Hutan Sosial

Beberapa faktor utama permasalahan Hutan Sosial telah teridentifikasi dari berbagai sumber, yaitu minimnya akses pelayanan umum bagi masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dampak perubahan iklim dan bencana, kendala mobilisasi sumber daya, kurangnya pendampingan, proses produksi yang belum didukung teknologi, manajemen kemitraan yang belum terbentuk, keterbatasan dukungan finansial, serta disintregasi birokrasi antar multi-sektor dan pemangku kepentingan.

Tawaran Solusi dan Islamic Blended Finance

Dalam mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi dapat diusulkan seperti upaya diversifikasi sumber penghasilan masyarakat ke hasil hutan non-kayu, peningkatan kapasitas SDM melalui pendampingan, simplifikasi birokrasi dan mekanisme sertifikasi, kolaborasi antar pemangku kepentingan serta pemetaan dan pendataan kawasan perhutanan sosial.

Efektifitas solusi bagi perhutanan sosial tentunya juga perlu didukung dengan adanya dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Sejalan dengan pemecahan isu global terkait lingkungan dan sosial serta dalam rangka pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs), Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan upaya pembiayaan inovatif, salah satunya melalui pembiayaan campuran (blended finance). Di sisi lain, sebagai negara mayoritas beragama Islam, Indonesia juga memiliki dana sosial Islam yang berpotensi tinggi sebagai pembiayaan alternatif, yaitu wakaf.

Sebagai salah satu instrumen keuangan sosial Islam, wakaf telah terbukti menjadi solusi bagi berbagai permasalahan umat, seperti pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial, pembiayaan usaha mikro, hingga pemenuhan berbagai kebutuhan publik. Dengan kontribusi yang tinggi pada ekonomi maka wakaf sudah seharusnya lebih berperan dalam berbagai kegiatan ekonomi produktif yang mendukung pembangunan yang berkelanjutan, salah satunya skema perhutanan sosial. Konsep wakaf yang dikombinasikan dengan hutan sosial, atau dapat dipopulerkan dengan sebutan “wakaf hutan” diharapkan mampu mewujudkan efektivitas berbagai solusi yang telah digaungkan sekaligus mendukung program pemerintah.

Dukungan Berbagai Pihak dan Peran Inovasi Teknologi

 Konsep wakaf hutan sejalan dengan inisiasi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang bekerja sama dengan UNDP Indonesia melalui penerbitan laporan Green Waqf Framework, yang menjelaskan secara detil tahapan pelaksanaan wakaf hijau. Dari tataran praktikal, beberapa lembaga seperti Bogor Waqf Forest Foundation juga telah membuktikan bahwa pengelolaan hutan yang dibangun di atas tanah wakaf dapat mengurangi dampak bencana alam dengan menyediakan dukungan bagi lingkungan, sosial dan ekonomi.

Kerjasama antara praktisi dengan dunia akademisi akan sangat signifikan mendukung terwujudnya sustainable livelihood melalui terjaganya keanekaragaman hayati, sambil memberikan dampak peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti yang telah dirintis oleh Anwar Muhammad Foundation (AMF) bersama sekolah ilmu teknologi hayati (SITH) ITB selama dua tahun terakhir mengelola kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Gunung Geulis. Berdasarkan pendapat dari pakar manajemen risiko dan keuangan SBM-ITB, ANI (Asosiasi Nazir Indonesia), PADI, dan IAP2 (International Association for Public Participation), program wakaf hutan selain meningkatkan pemberdayaan partisipasi dan kesejahteraan masyarakat sekitar juga diyakini dapat menurunkan risiko sosial.

Pengelolaan wakaf hutan disertai pemanfaatan teknologi terkini, yaitu salah satunya dengan sistem block chain cukup kritikal sebagai agenda ke depan. Dukungan inovasi teknologi akan semakin memperkuat pemecahan berbagai masalah dari skema perhutanan sosial karena dapat menghadirkan tata kelola yang kolaboratif, partisipatif, terintegrasi dan transparan di antara semua aktor yang terlibat di dalam pengelolaan wakaf hutan.

Melalui wakaf, dukungan teknologi, dan orkestra kolaborasi yang tepat oleh semua pihak yang berkepentingan, darurat pembiayaan Perhutanan Sosial niscaya dapat terurai. InsyaaAllah.

Sumber: bwi.go.id

Baca juga: Jenis-jenis Wakaf

Darurat Pembiayaan Hutan Sosial Melalui Wakaf Hutan Read More »

Brin kaji wakaf

BRIN Kaji Potensi Dana Wakaf untuk Alternatif Pembiayaan UMKM

DAARUTTAUHIID.ORG | JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji potensi pemanfaatan dana wakaf untuk alternatif pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Kepala Organisasi Riset dan Tata Kelola Pemerintahan BRIN Agus Eko Nugroho mengungkapkan sektor UMKM saat ini masih menghadapi kendala pembiayaan sehingga membutuhkan berbagai alternatif pembiayaan.

“Filantropi Islamic Finance atau wakaf mampu memberikan alternatif pembiayaan… Potensi yang besar sekali dari wakaf, termasuk zakat, infak, dan sedekah, sebagai alternatif pembiayaan UMKM mampu diakselerasi dalam upaya mendukung pembiayaan UMKM,” kata Agus dalam diskusi bertajuk “Alternatif Pembiayaan UMKM Berbasis Ekonomi Kerakyatan” yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Agus menuturkan riset tentang alternatif pembiayaan dana wakaf untuk UMKM masih terbilang sedikit, sehingga pihaknya mendorong para periset untuk ikut memperkuat analisis kebijakan pada pengembangan UMKM yang berkaitan dengan aspek pembiayaan.

Berdasarkan data Peta Jalan Wakaf Nasional Tahun 2024-2029, jumlah tanah wakaf di Indonesia saat ini mencapai 440.512 titik lokasi, 57 ribu hektare, dan 57,42 persen telah bersertifikat tanah wakaf dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kegiatan pemanfaatan tanah wakaf dalam aspek ibadah sebanyak 43,51 persen atau 191 ribu titik lokasi untuk masjid, 27,90 persen atau setara 122.630 lokasi untuk mushola, dan 4,35 persen atau setara 19.135 lokasi untuk makam.

Sedangkan kegiatan pemanfaatan tanah wakaf dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi produktif, berupa sekolah sebanyak 10,77 persen atau setara 47.366 lokasi, pesantren 4,10 persen atau setara 18.018 lokasi, dan sosial-ekonomi sebanyak 9,37 persen atau setara 41.183 lokasi.

Pendiri Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS) Lisa Listiana menuturkan Indonesia memiliki potensi dana wakaf mencapai Rp180 triliun per tahun, namun akumulasinya baru menyentuh angka Rp2,33 triliun per tahun.

Menurutnya, wakaf masuk ke dalam kategori keuangan sosial Islam dan ruang untuk menghimpun dana wakaf masih sangat besar di Indonesia.

“Ketika dana wakaf ini termobilisasi, maka ini nanti bisa menjadi sumber pembiayaan,” kata Lisa.

Sumber: Antara

BRIN Kaji Potensi Dana Wakaf untuk Alternatif Pembiayaan UMKM Read More »

Muhammad Nuh Transformasi Wakaf Nasional

Peta Jalan Wakaf Nasional  untuk Transformasi Wakaf Indonesia

WAKAFDT.OR.ID | Puncak – puncak kegemilangan peradaban ummat, senantiasa ditandai oleh praktek perwakafan yang hebat mulai Wakaf Kebun Kurma Umar R.A, Wakaf Sumur Ustman bin Affan R.A, Pembangunan sarana Kesehatan seperti Bimaristan Aldudi, Bimaristan Divigri, sarana Pendidikan seperti Al Qurawiyyin, Al Azhar dan proyek Infrastruktur jalur Kereta Api Hejaz Railway dan banyak lagi. Sepertinya tidak berlebihan bila wakaf merupakan salah satu pilar ekonomi dan peradaban umat.

Perwakafan nasional kini telah berkembang dan memasuki babak baru, ditandai oleh makin meluasnya partisipasi publik dalam aktivitas perwakafan, mulai dari kalangan alim ulama, cerdik cendekia, ASN, masyarakat awam hingga kaum milenial.

Demikian pula dengan perkembangan asset wakafnya, yang semula hanya dikenal dengan istilah 3M (Masjid/ Musholla, Madrasah dan Makam) kini dijumpai asset wakaf dalam bentuk instrument keuangan yang kompleks mulai dari Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS), Cash Wakaf Linked Deposito (CWLD), Sukuk Linked Wakaf, Security Crowd Fund berbasis Wakaf, Wakaf Manfaat Asuransi hingga Korporasi Wakaf, dan sebagainya. 

Oleh karenanya sistem perwakafan menjadi semakin kompleks. Di sinilah pentingnya penyiapan para nadzir yang profesional, berintegritas tinggi dan kompeten (khususnya digital competencies). Semuanya akan bermuara terbangunnya ekosistem perwakafan yang sehat, produktif, akuntabel dan inovatif.

Salah satu tantangan dan peluang dalam membangun perwakafan nasional adalah melakukan transformasi dari Wakaf 1.0 yaitu wakaf yang pengelolaannya masih berbasis menaikkan jumlah wakif dan harta wakaf menjadi Wakaf 2.0 yaitu meningkatkan produktifitas pengelolaan asset wakaf agar semakin besar manfaat yang diterima mauquf alaih. 

Namun, nilai wakaf masih bisa ditingkatkan melalui pemilihan sistem distribusi manfaat kepada mauquf alaih yang berdampak maksimum (Wakaf 3.0). Dan puncaknya adalah melakukan transformasi untuk mauquf alaih sebagai wakif baru (Wakaf 4.0).

Memang, untuk membangun ekosistem wakaf bukanlah pekerjaan sesaat, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang perlu diwujudkan dalam milestone yang jelas, tearah dan terukur, serta melibatkan banyak pihak atau lembaga terkait. 

Dibutuhkan visi yang tajam, dan misi yang jelas guna menjalankan prinsip-prinsip wakaf berupa kepatuhan syariah, kebermanfatan atau maslahah, pertumbuhan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, saya dan kita semua yakin dan optimis menatap masa depan perkembangan perwakafan nasional. 

Dengan diterbitkannya PETA JALAN WAKAF NASIONAL (2024-2029) yang dalam penyusunannya melibatkan seluruh stakeholder perwakafan, InsyaAllah pengembangan perwakafan nasional semakin terarah, terstruktur, terukur dan sistemik. Hadirnya buku ini, juga menjadi bagian dari pertanda Era Baru Perwakafan Nasional. (Prof. Dr.Ir. Muhammad NUH, DEA, Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia dalam Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029)

Baca juga: Era Digital Terus Berkembang, Bagaimana Hukum Sedekah/Wakaf Online?

Peta Jalan Wakaf Nasional  untuk Transformasi Wakaf Indonesia Read More »