Wakaf Daarut Tauhiid

2 Januari 2026

Kunjungi Daarut Tauhiid, Wamen Koperasi RI Sebut Kopontren DT Rujukan Nasional

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Selasa (30/12/2025) pagi.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung efektivitas pengelolaan dan kinerja Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT yang dinilai berhasil membangun ekosistem ekonomi mandiri.

Bertempat di Kawasan Darul Hajj—yang merupakan salah satu aset wakaf unggulan DT—Wamen Koperasi meninjau berbagai unit usaha tanpa protokol yang berlebihan. Ia menyusuri area kegiatan didampingi pengurus lembaga untuk melihat praktik nyata manajerial koperasi pesantren.

Dalam pemaparannya, Hj. Farida Farichah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap model bisnis yang dijalankan Kopontren DT. Menurutnya, tata kelola yang rapi, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang menjadikan koperasi ini layak menjadi rujukan bagi pesantren lain di Indonesia.

“Kami ingin mengajak pondok pesantren lain, khususnya yang berada dalam ekosistem koperasi, untuk mencontoh pengelolaan Kopontren Daarut Tauhiid. Lembaga ini telah membuktikan bahwa koperasi bisa sehat secara kelembagaan dan kuat secara dampak,” ujar Farida.

Sinergi Aset Wakaf dan Ekonomi Umat

Salah satu poin yang menjadi sorotan kementerian adalah optimalisasi penggunaan aset wakaf. Kegiatan ekonomi yang berpusat di Darul Hajj menunjukkan sinergi strategis antara ruang wakaf dan aktivitas produktif.

Hal ini membuktikan bahwa aset wakaf tidak hanya berfungsi untuk ibadah ritual, tetapi juga menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi.

Kementerian Koperasi memberikan penilaian positif atas keterlibatan sekitar 1.400 santri karya (karyawan) yang menggerakkan berbagai unit usaha di bawah naungan Kopontren DT.

Manfaat dari perputaran ekonomi ini dilaporkan tidak hanya dirasakan oleh internal pesantren, tetapi juga merambah ke jamaah dan masyarakat luas.

Dukungan untuk Kemandirian Pesantren Di akhir kunjungannya, Wamen Koperasi menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta pimpinan lembaga terkait yang telah mendukung penguatan koperasi pesantren.

Ia menegaskan bahwa Kopontren yang dikelola dengan amanah dan profesional akan menjadi kunci utama kedaulatan ekonomi umat.

“Ketika koperasi dijalankan dengan niat baik dan sistem yang benar, manfaatnya akan terus meluas. Daarut Tauhiid telah menunjukkan bahwa pesantren mampu mandiri tanpa meninggalkan jati dirinya,” pungkasnya.

Kunjungan ini mempertegas posisi Daarut Tauhiid sebagai pionir dalam mengintegrasikan manajemen aset wakaf dengan pemberdayaan koperasi yang profesional di skala nasional. (WIN/SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kunjungi Daarut Tauhiid, Wamen Koperasi RI Sebut Kopontren DT Rujukan Nasional Read More »

Jembatan Ilmu dan Pengabdian: Kisah Muhammad Abdul Nurais dalam Program Khidmat Masyarakat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Bagi seorang santri, ilmu sejati tidak hanya ditemukan di dalam tumpukan kitab, tetapi juga dalam jejak langkah pengabdian kepada sesama.

Hal inilah yang menjadi refleksi mendalam bagi Muhammad Abdul Nurais saat menjalankan Program Khidmat Masyarakat (PKM), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengasah kepekaan sosial para santri di lapangan.

Belajar di Atas Tanah Wakaf, Mengabdi untuk Umat

Sebelum terjun ke tengah masyarakat, Muhammad dan rekan-rekannya telah lebih dulu ditempa di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT).

Penting untuk diketahui bahwa seluruh fasilitas yang digunakan santri untuk menuntut ilmu—mulai dari ruang kelas, masjid, hingga asrama—adalah aset wakaf produktif.

Tinggal dan belajar di atas tanah wakaf memberikan perspektif unik bagi para santri:

  • Amanah Muwakif: Mereka menyadari bahwa setiap fasilitas yang mereka gunakan adalah titipan dari para pewakaf (muwakif).
  • Memakmurkan Wakaf: Setiap detik yang digunakan untuk menghafal Al-Qur’an dan mengkaji ilmu di sana adalah bentuk nyata dalam memakmurkan aset wakaf, yang pahalanya terus mengalir kepada mereka yang telah berwakaf.
  • Kawah Candradimuka: Lingkungan wakaf DT yang asri dan sarat nilai islami menjadi “laboratorium” karakter sebelum mereka benar-benar dilepas ke masyarakat luas.

PKM: Ujian Nyata Kepedulian Sosial

Bagi Muhammad, PKM adalah ruang untuk mempraktikkan “tauhid aplikatif”. Ia merasa program ini memaksa santri untuk keluar dari zona nyaman dan belajar memahami beragam dinamika kehidupan masyarakat.

“Di PKM, kami belajar untuk tidak egois. Kami diajak untuk peka terhadap kesulitan orang lain dan belajar memberikan solusi nyata,” ungkap Muhammad.

Melalui program ini, beberapa nilai inti yang berhasil diserap adalah:

  • Keikhlasan: Melayani tanpa mengharap imbalan selain keridaan Allah.
  • Adaptasi: Belajar berkomunikasi dengan warga dari berbagai latar belakang usia dan sosial.
  • Kerja Tim: Menghilangkan ego pribadi demi tercapainya kemaslahatan bersama di lokasi pengabdian.

Harapan Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga memberikan kesan yang tak terlupakan. Muhammad berharap, bekal yang ia dapatkan selama belajar di atas tanah wakaf DT serta pengalaman selama PKM, dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih mandiri, rendah hati, dan dewasa.

“PKM bukan sekadar tugas pesantren, tapi bekal krusial untuk kehidupan kami di masa depan. Ilmu yang kami pelajari tidak boleh berhenti di catatan, tapi harus menjelma menjadi manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Kisah Muhammad Abdul Nurais ini menegaskan bahwa pendidikan di Daarut Tauhiid adalah sebuah siklus kebaikan: dari manfaat wakaf yang diterima santri, hingga manfaat pengabdian yang kembali disalurkan kepada masyarakat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jembatan Ilmu dan Pengabdian: Kisah Muhammad Abdul Nurais dalam Program Khidmat Masyarakat Read More »