Wakaf Daarut Tauhiid

30 Januari 2026

Menembus “Lautan Kayu” Sekumur: Perjuangan Wakaf DT Antarkan Mushaf dengan Perahu Kecil

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG โ€“ Masih lekat dalam ingatan publik sebuah video viral yang memperlihatkan Desa Sekumur tertutup hamparan ribuan batang pohon kayu yang hanyut dari gunung.

Desa di pelosok Aceh Tamiang ini sempat menyerupai “lautan kayu” pasca-banjir bandang yang meluluhlantakkan infrastruktur. Namun, di balik tumpukan material alam tersebut, ada warga yang sedang berjuang menyambung hidup dan menjaga iman.

Pada 21-22 Januari 2026, tim Wakaf DT (Daarut Tauhiid) bersama para relawan kemanusiaan melakukan misi yang tak biasa. Mereka bergerak membawa amanah para muwakif: mendistribusikan mushaf Al-Qurโ€™an ke jantung wilayah yang terisolasi tersebut.

Perjalanan di Atas Air dan Terjalnya Jalur Darat

Mencapai Desa Sekumur bukanlah perkara mudah. Sejak jembatan utama runtuh diterjang arus banjir yang dahsyat, akses logistik lumpuh total. Perjalanan tim dimulai dengan menempuh jalur darat yang terjal dan licin, sebelum akhirnya tiba di pinggir sungai yang memisahkan mereka dengan desa tujuan.

Tanpa jembatan, satu-satunya cara adalah dengan memindahkan tumpukan kardus mushaf ke atas perahu kayu kecil.

“Kami harus memastikan setiap mushaf tetap kering dan aman. Perahu kecil ini adalah satu-satunya penyambung asa kami untuk sampai ke seberang,” ungkap salah satu relawan di lokasi.

Ayunkan dayung dan deru mesin perahu kecil membelah arus sungai yang masih tampak keruh, membawa beban yang jauh lebih berharga dari sekadar kertas: yakni bimbingan spiritual bagi warga yang sedang berduka.

Menata Harapan di Tengah Puing-Puing

Setibanya di Desa Sekumur, pemandangan memilukan menyambut tim. Batang-batang pohon raksasa masih berserakan di sela-sela rumah warga yang rusak. Desa yang dulunya asri, kini tampak seperti medan tempur melawan alam.

Meski kondisi fisik desa porak-poranda, kedatangan tim Wakaf DT membawa atmosfer yang berbeda. Penyaluran mushaf Al-Qurโ€™an ini disambut haru oleh warga. Bagi mereka, kehilangan harta benda memang berat, namun kehilangan sarana untuk beribadah dan mengaji terasa lebih menyesakkan.

Misi distribusi ini mencakup:

  • Penyaluran mushaf Al-Qur’an baru untuk mengganti yang rusak/hanyut.
  • Pendataan kebutuhan fasilitas ibadah darurat.
  • Pemberian dukungan moral bagi warga di wilayah terisolasi.

Iman yang Tetap Kokoh

Banjir boleh saja meruntuhkan jembatan dan menghanyutkan rumah, namun semangat warga Sekumur untuk tetap dekat dengan Al-Qur’an terbukti tak tergoyahkan.

Kehadiran relawan di tanggal 21-22 Januari tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dari para donatur mampu menembus hambatan geografis seberat apa pun.

Kini, meski harus menyeberang sungai dengan perahu dan berjalan di antara batang pohon yang berserakan, warga Desa Sekumur memiliki kawan baru dalam kesunyian mereka: ayat-ayat suci yang baru saja mendarat di tangan mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menembus “Lautan Kayu” Sekumur: Perjuangan Wakaf DT Antarkan Mushaf dengan Perahu Kecil Read More ยป

Masjid Hanyut Tak Menyurutkan Iman: Cahaya Mushaf Baru di Desa Alur Jambu

WAKAFDT.OR ID | ACEH TAMIANG โ€“ Di Desa Alur Jambu, bentang alam yang biasanya hijau kini berganti rupa menjadi hamparan sisa kayu dan endapan lumpur yang mengering. Suara aliran sungai yang biasanya menenangkan, kini menyisakan trauma mendalam bagi warga.

Di desa ini, banjir bandang bukan sekadar datang dan pergi; ia membawa serta nadi kehidupan warga: Masjid desa mereka.

Pada 21-22 Januari 2026, tim Wakaf DT (Daarut Tauhiid) bersama gabungan relawan menembus medan yang sulit untuk mencapai desa ini. Mereka datang membawa lebih dari sekadar logistik, melainkan membawa harapan dalam bentuk makanan, pakaian, dan tumpukan mushaf Al-Qurโ€™an yang baru.

Saat Rumah Allah Raib Diterjang Arus

Bapak Hasan, salah satu tokoh warga Desa Alur Jambu, berdiri di sebuah lahan kosong yang kini hanya menyisakan beberapa bongkah semen. Dengan tatapan nanar, ia menunjuk ke arah aliran sungai.

“Masjid kami habis, hancur, dan hanyut terbawa banjir. Tidak ada yang tersisa,” kenang Pak Hasan dengan suara berat.

Bagi warga, kehilangan masjid berarti kehilangan segalanya. Selama berhari-hari pascabencana, mereka tidak hanya berjuang melawan rasa lapar karena sulitnya akses pangan dan papan, tetapi juga kehilangan tempat bernaung untuk mengadu kepada Sang Pencipta. Aktivitas mengaji yang biasanya meramaikan sore hari seketika senyap.

Semangat yang Tak Bisa Dihanyutkan

Namun, di tengah puing-puing kehancuran, ada sesuatu yang tidak bisa disapu oleh banjir bandang: Semangat.

Pak Hasan menceritakan bahwa meski masjid sudah rata dengan tanah dan mereka hidup dalam keterbatasan di pengungsian, anak-anak dan ibu-ibu di Desa Alur Jambu tetap memendam kerinduan untuk mengaji. Mereka ingin kembali melantunkan ayat suci, meski harus beralaskan terpal dan beratapkan langit.

Kehadiran tim Wakaf DT yang membawa mushaf Al-Qurโ€™an baru seolah menjadi jawaban atas doa-doa mereka. Wajah-wajah letih itu seketika cerah saat jemari mereka menyentuh lembaran mushaf yang bersih dan harum.

“Kami sangat bersyukur. Dengan mushaf baru ini, anak-anak dan ibu-ibu di sini pasti akan lebih semangat lagi belajar Qur’an. Ini adalah awal bagi kami untuk membangun kembali jiwa kami yang sempat terpuruk,” ungkap Pak Hasan.

Doa dari Ujung Aceh Tamiang

Pak Hasan menitipkan pesan mendalam untuk para muwakif (pewakaf) yang telah mengulurkan tangan. Baginya, bantuan ini datang di saat yang paling krusial, di mana kebutuhan batin sama mendesaknya dengan kebutuhan perut.

“Semoga rejeki para muwakif terus melimpah. Terima kasih telah membantu kami di saat kami benar-benar terjepit. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan ini,” tutupnya dengan tulus.

Matahari mulai terbenam di Alur Jambu. Masjid mereka mungkin memang sudah hanyut, namun di balik tenda-tenda darurat malam ini, suara lantunan Al-Qur’an akan kembali terdengarโ€”lebih kencang dan lebih bersemangat dari sebelumnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR ID

Masjid Hanyut Tak Menyurutkan Iman: Cahaya Mushaf Baru di Desa Alur Jambu Read More ยป

Menjemput Harapan di Balik Lumpur: Syukur Warga Batang Ara Atas Mushaf Wakaf DT

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG โ€“ Sisa-sisa lumpur masih membekas di dinding bangunan yang bertahan, namun duka yang lebih dalam tertinggal di tanah lapang tempat rumah-rumah warga dulunya berdiri.

Di Kampung Batang Ara, Desa Damai, Kecamatan Bandar Pusaka, banjir bandang bukan sekadar air yang lewat; ia adalah kekuatan besar yang menyapu bersih harta benda, tempat tinggal, hingga fasilitas ibadah ke dalam aliran arus yang dingin.

Di tengah puing-puing itu, pada tanggal 21-22 Januari 2026, secercah harapan datang. Tim Wakaf DT (Daarut Tauhiid) bersama para relawan menembus akses yang sulit untuk menyalurkan bantuan berupa mushaf Al-Qurโ€™an dan alat shalat bagi warga yang kini tak lagi memiliki apa-apa.

Kehilangan yang Tak Terlukiskan

Bagi warga setempat, banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu adalah mimpi buruk yang nyata. Rumah-rumah hanyut tersapu air, menyisakan fondasi yang kosong.

Mushalla dan masjid yang menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual mereka tak luput dari terjangan air, merusak fasilitas ibadah serta menghanyutkan alat-alat shalat milik warga.

Muhammad Rafli, salah seorang warga asli Kampung Batang Ara, berdiri di antara sisa-sisa desanya dengan mata yang berkaca-kaca. Mewakili warga lainnya, ia menceritakan betapa berartinya kehadiran bantuan di saat mereka merasa kehilangan segalanya.

“Kami kehilangan tempat bernaung, pakaian, dan harta benda. Bahkan untuk shalat dan mengaji pun kami kesulitan karena alat shalat dan Al-Qur’an kami semua hanyut terbawa banjir,” ujar Rafli dengan suara bergetar.

Cahaya di Tengah Ujian

Kehadiran Tim Wakaf DT di lokasi bencana menjadi pelipur lara. Penyaluran mushaf Al-Qurโ€™an baru ini bukan sekadar pemberian barang fisik, melainkan simbol bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. Bagi warga Batang Ara, membaca Al-Qur’an adalah cara mereka untuk tetap teguh dan tenang di tengah bencana.

“Kami sangat berterima kasih kepada Wakaf DT dan para donatur. Bantuan mushaf ini sangat berarti bagi kami untuk kembali menghidupkan kegiatan ibadah di sini. Ini memberi kami kekuatan untuk bangkit kembali,” lanjut Rafli dengan nada penuh syukur.

Selama dua hari penyaluran, para relawan tidak hanya membagikan bantuan, tetapi juga mendengarkan keluh kesah warga yang kini harus memulai hidup dari nol. Meski kondisi infrastruktur masih memprihatinkan, senyum tipis mulai terlihat di wajah para warga saat memeluk mushaf baru mereka.

Komitmen untuk Terus Mendampingi

Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa di balik musibah, selalu ada tangan-tangan yang siap merangkul. Wakaf DT berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di Desa Damai, memastikan bahwa kebutuhan spiritual dan mental warga tetap terjaga di masa pemulihan pascabencana.

Kini, di bawah tenda-tenda darurat dan bangunan yang tersisa, lantunan ayat suci kembali terdengar di Kampung Batang Ara. Sebuah bukti bahwa meski rumah bisa hanyut, iman dan harapan akan tetap kokoh di hati mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjemput Harapan di Balik Lumpur: Syukur Warga Batang Ara Atas Mushaf Wakaf DT Read More ยป