Wakaf Daarut Tauhiid

19 Januari 2026

Wakaf Daarut Tauhiid Inisiasi Renovasi Masjid Pasca-Banjir di Sumatera, Kembalikan Pusat Ibadah Penyintas

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Mengawali tahun 2026, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) secara resmi meluncurkan program strategis “Wakaf Bangun Kembali Masjid”.

Program ini difokuskan pada pemulihan fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir bandang yang melanda beberapa titik di wilayah Sumatera pada penghujung tahun lalu.

Direksi Wakaf DT menyatakan bahwa pembangunan kembali rumah Allah di wilayah bencana merupakan prioritas utama untuk memulihkan kondisi psikologis dan spiritual masyarakat penyintas banjir.

Membangun Kembali Harapan di Tengah Puing

Banjir besar yang terjadi menyebabkan banyak masjid di pelosok Sumatera terendam lumpur, mengalami kerusakan struktur bangunan, hingga kehilangan fasilitas sanitasi dan tempat wudhu. Kondisi ini membuat aktivitas dakwah dan salat berjemaah terhambat.

Melalui program ini, Wakaf DT tidak hanya sekadar melakukan perbaikan fisik, tetapi juga melakukan:

  • Membangun sarana air bersih dan tempat wudu yang lebih higienis untuk mencegah penyebaran penyakit pasca-banjir.
  • Penyediaan Sarana Ibadah: Menyalurkan karpet, mukena, sarung, serta Al-Qur’an baru untuk menggantikan perlengkapan yang rusak tersapu air.

Optimalisasi Dana Wakaf untuk Keberlanjutan

Program renovasi ini merupakan bentuk nyata dari Wakaf Infrastruktur Dakwah. Dengan menyalurkan dana wakaf ke wilayah bencana, Wakaf DT memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh para wakif (pewakaf) berubah menjadi amal jariyah yang terus mengalir seiring digunakannya masjid tersebut oleh warga.

“Masjid adalah jantung komunitas. Saat masjid kembali berdiri tegak dan makmur, semangat warga untuk bangkit dari keterpurukan bencana akan jauh lebih kuat. Inilah peran penting wakaf sebagai pilar ketahanan umat,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT.

Ajakan Kolaborasi Kebaikan

Lembaga Wakaf DT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam proyek mulia ini. Kolaborasi ini terbuka luas bagi siapa saja yang ingin menyedekahkan sebagian hartanya guna memastikan saudara-saudara di Sumatera dapat kembali melaksanakan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Sebagai penutup tahun 2025 dan pembuka 2026, program ini diharapkan program ini bisa berjalan secepatnya, sehingga masyarakat di wilayah terdampak banjir dapat melaksanakan ibadah di masjid yang lebih baik dan nyaman. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Daarut Tauhiid Inisiasi Renovasi Masjid Pasca-Banjir di Sumatera, Kembalikan Pusat Ibadah Penyintas Read More ยป

Gelorakan Solidaritas Palestina, Hidupkan Semangat Pekan Al-Quds di Masjid DT Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung menjadi pusat perhatian pada Jumat (16/1/2026) saat DT Peduli menyelenggarakan Pekan Al-Quds Sedunia.

Agenda ini merupakan bagian dari gerakan serentak di berbagai negara yang diinisiasi oleh Persatuan Ulama Palestina Sedunia guna memperkuat dukungan bagi kemerdekaan bangsa Palestina.

Komitmen Kemanusiaan dan Distribusi Amanah

Jajang Nurjaman, Direktur Utama DT Peduli, menyampaikan bahwa keterlibatan lembaga dalam gerakan ini adalah wujud nyata komitmen hasil Konferensi Ulama Palestina Sedunia.

Sejak gejolak kemanusiaan meningkat pada Oktober 2023, DT Peduli telah menghimpun amanah dana sebesar Rp109 miliar dari masyarakat Indonesia.

“Tugas kami adalah memastikan setiap titipan donatur sampai kepada rakyat Palestina secepat mungkin. Penyaluran bantuan dan edukasi publik akan terus berjalan berdampingan,” ujar Jajang.

Pesan Akidah dari Aa Gym

Acara yang dihadiri ribuan santri dan jemaah ini menghadirkan Pembina DT Peduli, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), serta Ustadz Mulyadi Al-Fadil. Melalui sambungan daring, Syaikh Ahmad Yasin selaku pengurus Masjid DT di Gaza turut memberikan kabar terkini langsung dari medan perjuangan.

Dalam tausiyahnya, Aa Gym menekankan bahwa isu Palestina melampaui batas politik karena menyentuh ranah akidah bagi setiap Muslim.

Beliau mengajak jemaah untuk menjadikan penderitaan rakyat Palestina sebagai sarana melatih kepekaan hati dan bukti keimanan melalui aksi nyata.

Strategi Empat Level Dukungan

Fahrizal Amir, Deputi Direktur Program Pendayagunaan DT Peduli, menjelaskan bahwa aksi Pekan Al-Quds ini memiliki target di empat level utama:

  • Global: Menyuarakan keadilan di panggung dunia.
  • Internal: Memperkuat soliditas keluarga besar DT.
  • Solidaritas: Memberi dukungan moral bahwa Palestina tidak sendirian.
  • Spiritual: Mengharap rida Allah SWT dalam upaya pembebasan Masjidil Aqsa.

Memakmurkan Aset Wakaf Melalui Dakwah Global

Selain menjadi ajang solidaritas, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya memakmurkan aset wakaf Masjid Daarut Tauhiid. Sebagai fasilitas yang dibangun dari dana wakaf jemaah, Masjid DT Bandung terus difungsikan sebagai pusat peradaban dan perjuangan umat.

Kegiatan Pekan Al-Quds ini membuktikan bahwa aset wakaf DT tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual (salat), tetapi juga menjadi ruang edukasi sosial-politik Islam yang strategis.

Penggunaan masjid untuk mendukung isu kemanusiaan internasional seperti Palestina diharapkan dapat melipatgandakan pahala jariyah bagi para pewakaf (wakif), seiring dengan terus mengalirnya ilmu dan bantuan yang lahir dari rahim masjid ini.

Aksi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Aa Gym, memohon kemenangan bagi bangsa Palestina dan keberkahan bagi seluruh umat yang ikut serta meringankan beban mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gelorakan Solidaritas Palestina, Hidupkan Semangat Pekan Al-Quds di Masjid DT Bandung Read More ยป

Krisis Air, Hasil dari Etika Manusia Terhadap Alam

WAKAFDT.OR.IDKrisis air bersih yang melanda dunia saat ini sejatinya bukan sekadar masalah lingkungan atau ekologi semata. Fenomena tercemarnya air hujan yang semula bersih mencerminkan adanya keretakan dalam hubungan spiritual dan etika manusia terhadap alam.

Air yang turun dari langit adalah wujud kasih sayang Allah SWT, namun tindakan manusia sering kali menjadi bentuk pengkhianatan terhadap rahmat tersebut.

Hujan dalam Perspektif Al-Qur’an: Sumber Kehidupan dan Penyucian

Dalam Al-Qur’an, fenomena hujan dijelaskan sebagai bukti nyata kekuasaan Sang Pencipta. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Furqan ayat 48-49, yang menegaskan bahwa angin dikirim sebagai pembawa kabar gembira, lalu disusul dengan turunnya air yang bersifat thohurun (sangat suci).

Fungsi air hujan dalam ayat tersebut meliputi:

  • Sarana Penyucian: Membersihkan kotoran baik secara fisik (lahir) maupun spiritual (batin).
  • Pembangkit Kehidupan: Menghidupkan tanah-tanah yang tandus dan gersang.
  • Pemenuh Kebutuhan Makhluk: Menjadi sumber minum bagi manusia serta hewan ternak dalam jumlah yang besar.

Menurut Tafsir Ayat-Ayat Ekologi dari Kemenag RI, ayat-ayat ini mengandung pesan teologis agar manusia senantiasa bersyukur dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Air bukan sekadar materi biologis, melainkan elemen sakral dalam sistem pemeliharaan alam semesta oleh Allah (Rububiyyah).

Tragedi Pencemaran: Saat Rahmat Berubah Menjadi Bencana

Meskipun air hujan pada asalnya adalah suciโ€”sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa air itu suci dan tidak dapat dinajisi oleh apa punโ€”ulah tangan manusialah yang mengubah sifatnya.

Aktivitas industri dan penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang memicu terjadinya hujan asam.

Selain itu, polusi air diperparah oleh:

  • Limbah Kimia: Pembuangan limbah industri dan rumah tangga yang beracun ke aliran sungai.
  • Kerusakan Pertanian: Penggunaan pestisida dan pupuk kimia berlebih yang hanyut ke perairan.
  • Ancaman Mikroplastik: Sampah plastik yang terurai dan meracuni organisme hidup di sungai dan laut.

Krisis Air sebagai Cermin Kerusakan Spiritual

Ketika sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan berubah fungsi menjadi saluran pembuangan, hal ini menandakan terjadinya degradasi moral. Krisis air adalah tanda bahwa manusia mulai mengabaikan tugasnya sebagai khalifah (pemimpin/penjaga) di muka bumi.

Menjaga kelestarian air dan kesuciannya bukan lagi sekadar tanggung jawab sosial, melainkan bentuk ibadah kepada Allah SWT. Mengabaikan atau mengeksploitasi air secara berlebihan adalah bentuk pengingkaran terhadap sifat tahur yang Allah titipkan pada setiap tetesan hujan.

Menyelamatkan ekosistem air membutuhkan kerja sama kolektif antara masyarakat, pemerintah, dan pemegang kebijakan.

Sebelum rahmat yang turun dari langit ini benar-benar dicabut, manusia harus kembali menyadari bahwa air adalah simbol kasih sayang Tuhan yang menghidupkan setiap sendi kehidupan di bumi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Krisis Air, Hasil dari Etika Manusia Terhadap Alam Read More ยป