Wakaf Daarut Tauhiid

3 Januari 2026

Libur Sekolah Usai, Tips Membangun Kembali Semangat Anak

WAKAFDT.OR.IDBerakhirnya masa liburan sekolah sering kali menjadi momen “horor” bagi sebagian orang tua. Transisi dari jadwal bangun siang yang santai menuju rutinitas akademik yang kaku tak jarang memicu post-holiday blues—kondisi di mana anak merasa cemas, malas, bahkan mogok sekolah.

Namun, Ayah dan Bunda jangan panik dulu. Psikolog klinis dari Rumah Sakit Jiwa Aceh, Devi Yanti, M. Psi., membagikan strategi cerdas agar si kecil kembali ke sekolah dengan penuh percaya diri.

1. Jadi Pendengar Setia, Bukan Sekadar Pengatur

Langkah pertama yang paling krusial adalah validasi emosi. Devi menekankan pentingnya bagi orang tua untuk peka terhadap perubahan suasana hati anak.

“Coba ajak komunikasi dua arah. Dengarkan apa yang mereka khawatirkan atau apa yang membuat mereka enggan kembali ke sekolah,” ujarnya.

Alih-alih menekan, berikan narasi positif. Ingatkan mereka tentang serunya bertemu teman-teman lama atau kembali mendalami mata pelajaran favoritnya.

2. ‘Ritual’ Penyesuaian Pola Hidup

Jangan menunggu hari Senin tiba untuk berubah! Devi menyarankan transisi bertahap beberapa hari sebelum masuk sekolah:

  • Reset Pola Tidur: Kembalikan jam tidur dan jam makan secara perlahan ke jadwal normal sekolah.
  • Libatkan Anak: Ajak mereka menyiapkan seragam, menata buku, dan memilih perlengkapan sekolah baru agar muncul rasa antusias.
  • Susun Jadwal Harian: Buat kesepakatan mengenai rutinitas harian agar anak memiliki gambaran jelas tentang apa yang akan mereka hadapi.

3. Kendalikan Gadget, Bangun Kedekatan

Salah satu tantangan terbesar pasca-libur adalah kecanduan gawai. Menurut Devi, orang tua harus tegas dan konsisten mengenai durasi penggunaan perangkat digital sesuai kesepakatan dengan anak.

Namun, pembatasan saja tidak cukup. Orang tua perlu menghadirkan alternatif aktivitas menyenangkan di rumah sebagai pengalih perhatian dari layar, seperti:

  • Memasak menu bekal sekolah bersama.
  • Olahraga ringan atau membaca buku di sore hari.
  • Berdiskusi santai tentang target-target seru di semester baru.

4. Dukungan Emosional adalah Kunci

Konsistensi adalah kunci, namun dukungan emosional adalah “pelumasnya”. Ciptakan suasana rumah yang kondusif dan hangat. Dengan merasa didukung, anak akan merasa lebih aman secara psikologis untuk keluar dari zona nyaman liburannya.

“Aktivitas bersama bukan hanya mengalihkan perhatian dari gadget, tapi juga mempererat ikatan keluarga sekaligus memicu semangat belajar si kecil,” tutup Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh tersebut.

Tips Tambahan: Mulailah melakukan transisi ini setidaknya 3 hari sebelum hari pertama sekolah agar mental anak benar-benar siap tempur. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Libur Sekolah Usai, Tips Membangun Kembali Semangat Anak Read More »

Aa Gym: Allah Maha Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi

WAKAFDT.OR.ID – Alhamdulillah, segala puji hanya milik Alloh Ta’ala, tidak ada yang wajib kita sembah selain Alloh dan tidak ada yang kuasa memenuhi segala kebutuhan kita kecuali Alloh Ta’ala.

Karena sesungguhnya Alloh yang maha berkehendak atas diri kita, kalau Alloh sudah berkehendak maka pasti jadi. Tidak ada yang mustahil bagi Alloh.

Kalau Alloh Ta’ala menghendaki suatu kebaikan kepada makhluk atau hambanya, maka tidak ada seorang pun dan tidak ada suatu hal apapun yang bisa menghalanginya.

Begitu juga sebaliknya, kalau Alloh menghendaki keburukan menimpa makhluk atau hambanya, maka tidak ada siapapun dan apapun yang bisa menghalanginya.

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107)

Sama halnya seperti ibadah haji dan umroh, orang yang berangkat haji atau umroh tidak harus orang-orang yang berstatus kaya atau memiIiki banyak uang.

Akan tetapi pada kenyataannya banyak orang yang dalam keadaan yang pas-pasan, tidak memiliki harta yang banyak justru bisa berangkat dan menyelesaikan semua rangkaian ibadah tersebut.

Kenapa ini bisa terjadi? Karena memang jika Alloh telah berkehendak maka apa pun dapat terjadi.

Alloh buka dengan berbagai cara, ada dengan didanai oleh orangtua atau anaknya, atau temannya dan berbagai cara lainnya.

Ada juga yang diundang oleh pihak pemerintah atau instasnsi tempat ia bekerja karena sebuah prestasinya.

Kalau kita lihat, bukankah tidak sedikit juga orang yang memiliki keberlimpahan harta kekayaan tapi tampak sulit sekali untuk menunaikan umroh dan haji karena berbagai macam alasan.

Oleh karenanya, hadirkan keyakinan penuh kepada Alloh yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu.

Kalau Alloh menghendaki sesuatu terjadi, maka tidak ada satu pun yang bisa menghalangi hal tersebut.

Semoga dengan mengenal Alloh yang Maha Berkehendak semakin juga menambah keimanan kita kepada-Nya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Allah Maha Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi Read More »