WAKAFDT.OR.ID — Saudaraku yang kucintai karena Allah Ta’la. Saat kita memutuskan untuk melangkah di jalan ketaatan, maka ada satu “paket” yang harus kita ambil, yaitu keberanian untuk Istiqamah. Jangan sampai kita hanya semangat di awal, menggebu-gebu saat baru bertaubat, tapi layu saat ujian datang menyapa.
Ingat, cirinya kekasih Allah itu hanya dua saja. Pertama, ia punya Keyakinan yang bulat kepada Allah. Kedua, ia menjaga Istiqamah. Orang yang istiqamah ini punya kedudukan yang sangat istimewa di sisi-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Fushilat ayat 30: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’”
Maka, siapa pun yang hatinya kokoh hanya menghamba kepada Allah, tanpa menduakan-Nya dengan apa pun—baik itu harta, jabatan, maupun pujian makhluk—maka Allah akan mengangkatnya menjadi kekasih-Nya. Hadiahnya apa? Hadiahnya adalah Ketenangan.
Coba perhatikan, Sahabatku… Orang yang istiqamah itu, mau situasinya sesulit apa pun, mau ekonominya sedang diuji, mau fisiknya sedang sakit, hatinya tetap teduh. Mengapa? Karena ketenangan itu bukan dari luar.
Ketenangan itu milik Allah. Tidak bisa kita beli di toko, tidak bisa kita rampok dari orang lain. Ketenangan adalah karunia yang Allah “titipkan” langsung ke dalam hati hamba yang terpilih.
Allah berfirman dalam Surah al-Fath ayat 4: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah…”
Kalau kita berani istiqamah, kita tidak akan lagi diperbudak oleh urusan duniawi. Kenapa harus takut kekurangan? Kenapa harus takut penilaian orang? Bagi hamba yang istiqamah, dunia ini cuma tempat singgah sebentar saja. Tidak ada yang lebih berharga baginya kecuali ridha Allah. Lillaahi Ta’ala.
Hamba yang punya pendirian mantap seperti ini, insyaAllah, tidak akan mudah “goyang” oleh bisikan setan. Ujian yang datang bertubi-tubi tidak membuatnya tumbang, justru membuatnya semakin kokoh.
Seperti pohon yang akarnya menghujam dalam ke bumi, semakin ditiup angin, akarnya semakin kuat mencengkeram. Kalau sudah begini, Allah sendiri yang akan mengirimkan pertolongan, kecukupan, dan kemudahan dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Mari kita latih hati kita untuk berani istiqamah. Kita hanya berani karena Allah, dan untuk Allah semata. Mudah-mudahan, kita semua digolongkan menjadi pengikut Rasulullah SAW yang setia dan memiliki keteguhan hati seperti para sahabat beliau. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)
Redaktur: Wahid Ikhwan
