Wakaf Daarut Tauhiid

5 Maret 2026

Wakaf BISA: Inovasi Wakaf Produktif dari Wakaf DT untuk Kebaikan yang Terus Bertumbuh

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) resmi memperkenalkan program unggulan terbarunya yang bertajuk Wakaf BISA (Bersama Untuk Sesama).

Program ini hadir sebagai solusi wakaf tunai (cash wakaf) yang dirancang tidak hanya sekadar memberi bantuan sekali habis, tetapi mengelola dana secara produktif untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Berbeda dengan skema bantuan konvensional, Wakaf BISA mengusung filosofi “Menumbuhkan Manfaat.”Dana yang disetorkan oleh para wakif (pemberi wakaf) akan dikelola dalam berbagai sektor produktif.

Hasil dari pengelolaan tersebut kemudian disalurkan kembali untuk kemaslahatan umat dalam cakupan yang luas.

Lima Pilar Utama Kebaikan

  • Melalui program ini, Wakaf DT menargetkan lima sektor krusial sebagai penerima manfaat:
  • Kemanusiaan: Respon cepat dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
  • Pendidikan: Mendukung sarana dan beasiswa bagi generasi penerus bangsa.
  • Dakwah: Menguatkan syiar Islam melalui berbagai program literasi dan pembinaan umat.
  • Lingkungan: Program “Menjaga Bumi” untuk kelestarian ekosistem dan alam.
  • Ketahanan Pangan: Mewujudkan kemandirian pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap rupiah yang diwakafkan dalam program Wakaf BISA bukan sekadar donasi, melainkan aset akhirat yang terus hidup. Ia menjadi ladang amal jariyah yang menumbuhkan manfaat nyata bagi sesama dan mengabadikan kebaikan sang wakif,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT.

Mengapa Harus Wakaf Tunai?

Wakaf tunai memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan. Dengan kemudahan akses, siapapun kini bisa menjadi wakif tanpa harus menunggu memiliki aset besar seperti tanah atau bangunan.

Melalui Wakaf BISA, kontribusi kecil sekalipun dapat bergabung menjadi kekuatan besar yang mampu menggerakkan roda ekonomi dan sosial umat.

Dengan transparansi dan pengelolaan profesional dari Wakaf DT, diharapkan program ini mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi bekal abadi bagi mereka yang berkontribusi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf BISA: Inovasi Wakaf Produktif dari Wakaf DT untuk Kebaikan yang Terus Bertumbuh Read More »

Satu-satunya Mushola di Dusun Alukuta Hancur Diterjang Banjir, Wakaf DT Siap Bangun Kembali

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA – Kondisi memprihatinkan pasca bencana banjir di wilayah Sumatera menyisakan duka mendalam bagi warga Dusun Alukuta, Matang Pasi.

Satu-satunya fasilitas ibadah di dusun tersebut, Mushola Dusun Matang Pasi, kini dalam kondisi rusak parah dan tidak lagi dapat digunakan oleh warga sekitar.

Menurut penuturan relawan di lapangan, mushola tersebut mengalami kerusakan infrastruktur yang sangat signifikan. Selain bangunannya yang hancur, lahan tempat mushola berdiri pun hilang terseret arus hingga 60-70%.

Hal ini menyebabkan lokasi lama tersebut kini masuk dalam kategori zona merah yang berbahaya dan tidak memungkinkan untuk dibangun kembali di titik yang sama.

Dampak bagi Kegiatan Keagamaan Warga

Hilangnya mushola ini memutus rantai kegiatan keagamaan yang biasanya rutin dilakukan oleh warga, di antaranya:

  • Salat Berjamaah Rawatib: Warga kini kehilangan tempat untuk melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah.
  • Pengajian Rutin: Program pengajian dewasa yang biasanya diadakan beberapa pekan sekali terhenti.
  • Pendidikan Agama Anak-anak: Kegiatan mengaji bagi anak-anak dusun terdampak langsung.
  • Peringatan Hari Besar: Acara seperti Maulid Nabi, Isra Miraj, hingga salat Tarawih kini harus dialihkan ke daerah Dayah (tempat pengungsian) karena tidak adanya fasilitas lain yang tersedia.

Rencana Relokasi dan Pembangunan Kembali

Melihat kondisi yang mendesak, Wakaf DT melalui program “Bangun Kembali Masjid” berkomitmen untuk melakukan renovasi dan pembangunan ulang masjid/mushola yang rusak akibat banjir.

Mengingat lokasi lama yang tidak lagi layak, pembangunan mushola baru direncanakan akan direlokasi ke lahan donasi atau area tanah di wilayah Dayah. Lokasi baru ini dipilih karena lebih aman dan saat ini menjadi pusat pengungsian warga.

Warga juga dihimbau untuk tidak terpaku pada titik lokasi di Google Maps, karena koordinat lama mengarahkan ke Kuala Cerape yang lokasinya tidak sesuai dengan akses masuk Dusun Alukuta yang sebenarnya.

InsyaAllah, melalui dukungan para muwakif, Mushola Dusun Matang Pasi akan segera berdiri kembali untuk menjadi pusat ibadah dan cahaya bagi warga Dusun Alukuta. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Satu-satunya Mushola di Dusun Alukuta Hancur Diterjang Banjir, Wakaf DT Siap Bangun Kembali Read More »

Di Balik Dinding Triplek Alue Kuta: Mimpi Sederhana Nazwa yang Terkubur Lumpur

WAKAFDT.OR.ID | BIREUEN – Jemari kecil Nazwa (10) bergerak pelan, menyentuh sisa-sisa kayu yang kini berselimut lumpur kering. Di pesisir Desa Kuala Ceurape, pemandangan yang tersisa hanyalah puing.

Matanya yang bulat sesekali melirik malu, seolah menyimpan trauma yang belum sepenuhnya tuntas ia ceritakan.

Bagi siswi kelas empat SD ini, “rumah” bukan lagi bangunan kokoh tempat ia berlindung dari panas, melainkan bilik triplek tipis di pengungsian Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka. Di sinilah ia kini merajut hari, mengakrabkan diri dengan dingin yang menembus dinding sementara.

Malam Saat “Semua” Menjadi Tiada

Ingatan Nazwa masih terpaku pada satu malam di bulan Februari 2026. Saat itu, air bah datang tanpa ketukan pintu. “Malam masuk air,” kenangnya lirih.

Tak ada waktu untuk menyelamatkan boneka atau buku cerita. Sang ibu membangunkannya dengan kepanikan yang luar biasa. “Langsung lari,” tambahnya singkat.

Ketika ditanya apa yang tersisa, Nazwa hanya menjawab satu kata yang menyesakkan dada: “Semua.”

Bagi orang dewasa, “semua” mungkin berarti harta benda. Namun bagi Nazwa, “semua” adalah dunianya: tas sekolah yang setiap pagi menemaninya, buku tulis tempat ia menggoreskan cita-cita, hingga seragam putih-merah yang kini entah terkubur di mana.

Dari tiga rumah yang dulu berjejer di lingkungannya, kini rata dengan tanah. Hanya lumpur yang menjadi saksi bisu betapa ganasnya banjir bandang Aceh kala itu.

Cahaya W-RUN di Bulan Suci

Di tengah keterbatasan, Nazwa tak sendiri. Harapan-harapan kecilnya tentang rumah baru, buku tulis, dan baju lebaran kini menemukan jalan melalui program Wakaf Ramadhan Untuk Negeri (W-RUN) yang diinisiasi oleh Wakaf DT.

Program W-RUN hadir sebagai jembatan kepedulian masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang terhimpit bencana, khususnya di wilayah Sumatera dan Aceh yang terdampak hebat.

Melalui instrumen wakaf, bantuan yang diberikan bukan sekadar karitatif sesaat, melainkan solusi jangka panjang bagi para penyintas seperti Nazwa.

“Mau rumah lagi. Terus ada buku tulis, tas, baju sekolah… mau baju lebaran,” bisik Nazwa saat ditanya harapannya menjelang Idul Fitri.

Membangun Kembali Harapan yang Hanyut

DT Peduli dan Wakaf DT memahami bahwa bantuan pangan saja tidak cukup. Untuk mengembalikan martabat dan keamanan para penyintas, saat ini tengah diikhtiarkan pembangunan 45 unit Hunian Tetap (Huntap) dan juga Masjid secara bertahap di Bireuen.

Melalui program W-RUN, dana wakaf dari para muwakif (pewakaf) di seluruh negeri dikonversikan menjadi tiang-tiang rumah yang kokoh bagi Nazwa dan puluhan keluarga lainnya.

Ini bukan sekadar bangunan, melainkan “ruang aman” bagi anak-anak untuk kembali belajar dan bermimpi tanpa takut terjangkau air pasang.

Seiring datangnya bulan suci, semangat W-RUN mengajak kita semua untuk memastikan bahwa Lebaran tahun ini, Nazwa tidak hanya memiliki baju baru, tapi juga memiliki kepastian akan tempat tinggal yang layak.

Wakaf yang Anda titipkan menjadi bukti nyata bahwa persaudaraan kita jauh lebih kuat daripada terjangan banjir bandang.

Di balik dinding triplek yang rentan tertiup angin itu, ada doa yang terus dipanjatkan. Dan melalui Wakaf Ramadhan, kita adalah jawaban dari doa-doa tersebut. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Di Balik Dinding Triplek Alue Kuta: Mimpi Sederhana Nazwa yang Terkubur Lumpur Read More »