Wakaf Daarut Tauhiid

11 Maret 2026

Seni Melayani di Rumah Allah: Jejak Pengabdian Santri SMP DTBS Putri dalam Program BERSAHABAT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Gemuruh aktivitas santri di pelataran Masjid Daarut Tauhiid, Bandung, seketika meluruh berganti hening saat kumandang azan Ashar mulai membelah udara.

Namun, bagi para siswi SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri, momentum Ramadhan kali ini menawarkan dimensi ibadah yang lebih dari sekadar menahan dahaga atau melantunkan ayat suci di sudut-sudut masjid.

Mereka tengah menyelami makna pengabdian yang nyata melalui program BERSAHABAT—akronim dari Berkhidmat, Bermanfaat, Berbagi Bersama Santri Hebat. Sebuah inisiatif yang mengajak para santri terjun langsung menjadi “pelayan” di rumah Tuhan.

Tangan-Tangan Kecil, Manfaat Besar

Menjelang senja, Masjid DT Bandung menyuguhkan pemandangan yang menyentuh batin. Terlihat barisan santriwati dengan sigap menata alas kaki jamaah agar berderet rapi, memastikan setiap jengkal lantai masjid bersih mengkilap, hingga sibuk mempersiapkan paket takjil untuk berbuka puasa.

Aktivitas ini bukan sekadar tugas piket, melainkan metode pembelajaran karakter yang mendalam.

“Khidmat adalah tentang lillah. Ini adalah sarana bagi para santri untuk melatih keikhlasan hati langsung di rumah-Nya,” tutur Fitri Iswari, Staf Humas Media dan Desain SMP DTBS Putri, saat ditemui pada Senin (23/2/2026).

Belajar Rendah Hati di Balik Lelah

Bagi Fitri dan para asuhannya, setiap helai debu yang dibersihkan atau setiap butir kurma yang dihidangkan adalah butiran pahala. Tidak nampak guratan keterpaksaan di wajah mereka; yang ada hanyalah gairah untuk memuliakan para tamu Allah dengan layanan terbaik.

Melalui program ini, pesantren ingin menanamkan nilai bahwa derajat kemuliaan seseorang tidak dilihat dari posisi atau jabatan, melainkan dari seberapa besar kontribusi dan manfaatnya bagi orang lain.

“Kami menanamkan keyakinan bahwa saat kita sungguh-sungguh menjaga rumah Allah, maka Allah pulalah yang akan menjaga urusan hidup kita,” lanjut Fitri dengan penuh optimisme.

Filosofi itulah yang menjadi bahan bakar bagi para santri. Meski fisik terasa lelah karena berpuasa, langkah mereka tetap terasa ringan.

Di balik senyum tulus mereka, tersampir sebuah harapan: bahwa Ramadhan tahun ini menjadi madrasah untuk belajar tunduk, ikhlas, dan mengabdi dengan segenap jiwa. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Seni Melayani di Rumah Allah: Jejak Pengabdian Santri SMP DTBS Putri dalam Program BERSAHABAT Read More »

Menelusuri Jejak Perjuangan Masjid Rahmatan Lil’alamin DT Batam

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — Di sebuah sudut Kota Batam, deru mesin konstruksi dan tumpukan material bangunan bukan sekadar pemandangan proyek biasa.

Di sana, sedang berdiri sebuah cita-cita besar bernama Masjid Rahmatan Lil’alamin Daarut Tauhiid (DT) Batam. Meski fisiknya baru mencapai 55%, masjid ini telah memancarkan energi spiritual yang kuat bagi masyarakat sekitarnya.

Perjalanan menghadirkan rumah Allah ini bukanlah perkara singkat. Butuh waktu 12 tahun perjuangan sabar hanya untuk proses pembebasan lahan, hingga akhirnya peletakan batu pertama berhasil dilaksanakan pada tahun 2019 silam.

Kini, lima tahun berselang, bangunan tersebut terus tumbuh di bawah naungan pengelolaan Wakaf Daarut Tauhiid.

Bangunan Belum Usai, Manfaat Sudah Sampai

Uniknya, Masjid Rahmatan Lil’alamin tidak menunggu kata “selesai” untuk mulai melayani umat. Di balik dinding yang belum terpoles sempurna dan perancah yang masih berdiri, denyut aktivitas keislaman sudah sangat hidup. Masjid ini telah menjadi oase bagi santri dan jamaah meski konstruksi masih berjalan.

Beberapa aktivitas yang rutin menghidupkan suasana masjid antara lain:

  • Pusat Syiar Ramadhan: Menjadi lokasi Tarhib Ramadhan yang mempertemukan jamaah luar, para santri, hingga wali santri dalam balutan ukhuwah.
  • Ibadah Formal: Shalat Jumat telah aktif dilaksanakan, menjadi pilihan utama bagi warga sekitar untuk menunaikan kewajiban mingguan.
  • Pemberdayaan Ibu-ibu: Majelis taklim kaum ibu rutin digelar, menjadikan masjid sebagai madrasah bagi keluarga.
  • Pusat Filantropi: Area masjid juga difungsikan sebagai kantor operasional DT Peduli Cabang Batam, memastikan aliran bantuan sosial bagi warga Batam tetap berjalan lancar.

Menghidupkan Spirit Wakaf

Keberadaan masjid ini menjadi bukti nyata bagaimana aset wakaf dikelola dengan produktif. Prinsipnya sederhana namun mendalam: aset Allah harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat, bahkan saat proses pembangunannya masih diperjuangkan.

“Masjid ini adalah bukti cinta jamaah melalui wakaf. Walaupun pembangunan fisik baru separuh jalan, namun fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pelayanan sosial sudah harus dirasakan manfaatnya sekarang juga,” ungkap salah satu pengelola kawasan.

Menjemput Kesempurnaan

Setiap bata yang tersusun dan setiap sak semen yang mengering adalah titipan dari para pewakaf (muwakif). Saat ini, pembangunan terus dilanjutkan untuk mengejar sisa 45% progres fisik agar fasilitas pendukung lainnya dapat segera digunakan secara optimal.

Harapannya, Masjid Rahmatan Lil’alamin DT Batam tidak hanya berdiri megah secara arsitektur, tetapi juga menjadi mercusuar kebaikan yang cahayanya menjangkau seluruh pelosok Batam. Sebuah aset wakaf yang dikelola dengan hati, insyaAllah akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir abadi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menelusuri Jejak Perjuangan Masjid Rahmatan Lil’alamin DT Batam Read More »