Wakaf Daarut Tauhiid

2 Maret 2026

Hangatnya Kebersamaan, Aa Gym Ingatkan Santri Karya Jaga Fisik Selama Ramadan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Keluarga besar Santri Karya (karyawan) Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menggelar acara Buka Puasa Bersama pada Jumat (27/2/2026). Bertempat di Dome Central 5, acara ini menjadi momen penguat ukhuwah sekaligus ajang peningkatan spiritual di tengah bulan suci Ramadan.

Acara yang berlangsung dengan penuh keceriaan ini dihadiri langsung oleh pimpinan Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Kehadiran beliau menambah kekhidmatan suasana, terutama saat menyampaikan pesan-pesan bernas bagi para pejuang dakwah di lingkungan DT.

Pesan Aa Gym: Sehat Fisik, Prima dalam Ibadah

Dalam tausiyahnya, Aa Gym memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Beliau mengingatkan bahwa kualitas ibadah sangat berkaitan erat dengan kondisi fisik yang prima.

“Penting bagi kita untuk tetap menjaga kondisi fisik dengan rajin berolahraga. Selain itu, perhatikan juga asupan makanan selama Ramadan. Jangan sampai saat berbuka kita berlebihan, sehingga justru menghambat produktivitas ibadah kita,” pesan Aa Gym.

Beliau berharap para Santri Karya bisa tetap bugar sehingga tugas-tugas pelayanan kepada umat tetap berjalan maksimal meskipun sedang berpuasa.

Sebelum memasuki sesi tausiyah dan berbuka, suasana sempat riuh dengan pembagian doorprize. Sejumlah Santri Karya yang beruntung mendapatkan bingkisan menarik, yang merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama secara sederhana namun penuh keberkahan, yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah.

Gedung Dome Central 5 yang biasanya digunakan untuk berbagai aktivitas pendidikan, sore itu berubah menjadi ruang penuh kehangatan, mencerminkan sinergi dan kebersamaan keluarga besar Daarut Tauhiid dalam meraih kemuliaan di bulan Ramadan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hangatnya Kebersamaan, Aa Gym Ingatkan Santri Karya Jaga Fisik Selama Ramadan Read More »

Resmikan Gedung Relawan DT, Aa Gym: Menjadi Terhormat dengan Melayani Sesama

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) pada Jumat (27/2/2026). Bertempat di lokasi yang menjadi simbol semangat pengabdian, pimpinan Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), secara resmi meresmikan Gedung Relawan DT sebagai markas baru bagi Santri Siap Guna (SSG).

Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran pimpinan di lingkungan Pesantren DT, tamu undangan, serta perwakilan tokoh warga sekitar. Dalam suasana penuh kehangatan, Aa Gym menyempatkan diri menyapa para tetangga, pengurus, dan tamu yang hadir, memperkuat ikatan silaturahmi yang telah terjalin lama.

Sinergi dan Jiwa Kerelawanan

Dalam tausiyahnya, Aa Gym menekankan bahwa SSG adalah organisasi yang mengedepankan jiwa kerelawanan. Beliau mengungkapkan rasa bangganya karena saat ini banyak tokoh nasional maupun daerah yang ternyata merupakan alumni SSG.

“SSG bisa menjadi organisasi alternatif untuk mendidik dan melatih umat. Harapannya, ke depan SSG bisa menjadi lebih baik lagi dalam mencetak generasi yang tangguh,” ujar Aa Gym.

Beliau juga menyoroti pentingnya gedung ini sebagai wadah bagi para alumni. Menurutnya, dengan adanya sinergi antar alumni, dampak manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat akan jauh lebih luar biasa.

Inovasi dan Penghormatan untuk Sosok Teladan

Menariknya, Aa Gym memaparkan visi masa depan kerelawanan yang lebih modern. Beliau berharap kedepannya sistem kerelawanan di DT bisa terintegrasi dengan aplikasi khusus untuk mempermudah koordinasi.

“Menjadi relawan itu terhormat. Mengapa? Karena menjadi relawan berarti senang melayani agar bisa memberi manfaat yang luas, apalagi jika memiliki keahlian ilmu yang spesifik,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para perintis, aula di gedung ini diberi nama Aula Nur Hadi. Nama tersebut diambil dari salah satu sosok pelatih senior SSG yang berjuang bersama Aa Gym sejak awal berdirinya lembaga ini.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Basmalah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Aa Gym. Secara simbolis, Aa Gym melakukan penandatanganan prasasti yang menandai bahwa gedung tersebut resmi bernama Gedung Relawan DT.

Gedung ini diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi pusat energi positif tempat lahirnya para relawan yang siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Resmikan Gedung Relawan DT, Aa Gym: Menjadi Terhormat dengan Melayani Sesama Read More »

Pak Dahlan di Riseh Teungoh: Disitu Dulu Ada Masjid yang Indah

WAKAFDT.OR.ID | ACEH UTARA – Gemericik air Sungai Riseh kini terdengar berbeda di telinga Pak Dahlan. Bagi warga Desa Riseh Teungoh ini, suara aliran air itu bukan lagi sekadar musik alam, melainkan pengingat pilu tentang sebuah peristiwa di November 2025. Di titik di mana air mengalir deras sekarang, dulunya berdiri tegak kebanggaan warga: Masjid At-Taqarrub.

Banjir bandang akhir tahun lalu memang tak menyisakan bangunan fisik, namun ia gagal menghanyutkan ingatan kolektif warga tentang rumah ibadah mereka.

Kenangan di Atas Puing yang Hilang

Sambil berdiri di tepi sungai, jemari Pak Dahlan menunjuk ke arah ruang kosong di atas air. Matanya berbinar, bukan karena sedih, melainkan karena rasa bangga yang masih tersisa.

“Di situ dulu ada taman depan masjid yang sangat indah,” kenangnya dengan suara bergetar. “Masjid kami ini cantik sekali. Teduh.”

Bagi Pak Dahlan dan warga Kecamatan Sawang lainnya, At-Taqarrub bukan sekadar susunan bata dan semen. Ia adalah jantung desa. Di sanalah mereka melepas lelah, anak-anak mengeja huruf alif-ba-ta, dan orang tua bersujud mencari ketenangan di sela kesibukan bertani.

Kini, pemandangan itu berganti total. Tak ada lagi kubah yang menyapa langit pagi. Tak ada lagi dinding tempat bersandar saat mendengarkan khutbah. Yang tersisa hanyalah hamparan tanah kosong dan aliran sungai yang seolah tak berdosa telah membawa pergi pusat spiritualitas mereka.

Rindu yang Tak Terbendung

Kehilangan masjid berarti kehilangan “rumah pulang” bagi jiwa. Setiap kali waktu salat tiba, warga Riseh Teungoh dirundung rindu yang hebat.

Rindu pada suara adzan yang menggema dari pengeras suara masjid, rindu pada saf-saf yang rapat, dan rindu pada ruang sujud yang kini telah rata dengan tanah.

Keinginan warga hanya satu: ingin kembali punya tempat untuk bersujud dengan layak.

Membangun Kembali Harapan Lewat Wakaf

Bencana banjir dan longsor di penghujung tahun 2025 memang meninggalkan luka mendalam di pelosok Sumatera, termasuk Aceh Utara. Namun, harapan belum benar-benar hanyut.

Wakaf Daarut Tauhiid (DT) melalui program Wakaf Bangun Kembali Masjid, mengajak untuk menjadi bagian dari sejarah berdirinya kembali Masjid At-Taqarrub dan masjid lainnya.

Setiap rupiah yang diwakafkan adalah satu bata yang akan menyusun kembali dinding-dinding masjid ini. Setiap kontribusi kita adalah jalan agar adzan kembali berkumandang di Riseh Teungoh, memanggil warga untuk kembali pulang ke rumah Allah.

Mari satukan hati. Jangan biarkan Pak Dahlan dan warga Riseh Teungoh berlama-lama merindu dalam sunyi tanpa masjid. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pak Dahlan di Riseh Teungoh: Disitu Dulu Ada Masjid yang Indah Read More »