Wakaf Daarut Tauhiid

10 Maret 2026

Hangatnya Berbuka di “Masjid Setengah Jadi”: Potret Ramadhan di Masjid DT Rahmatan Lil’alamin Batam

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — Di pinggiran Kota Batam, sebuah struktur bangunan dengan perancah yang masih berdiri tegak menjadi saksi bisu perjuangan pembangunan.

Masjid DT Rahmatan Lil’alamin Batam, sebuah proyek monumental di bawah pengelolaan Wakaf Daarut Tauhiid, memang belum mencapai tahap penyelesaian 100%.

Namun, dinding-dindingnya yang belum berhias cat sempurna itu justru menyimpan kehangatan spiritual yang luar biasa, terutama di bulan suci Ramadhan ini.

Meski progres fisik masih terus dikejar, fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan sosial sudah berjalan penuh. Setiap sudut bangunan yang sudah fungsional kini dipenuhi oleh lantunan ayat suci Al-Qur’an dan keriuhan ibadah para santri serta jamaah sekitar.

Berkah Berbuka dalam Keterbatasan

Salah satu pemandangan paling menyentuh hati setiap sore adalah persiapan Buka Puasa Bersama. Di tengah kondisi bangunan yang belum selesai, semangat berbagi justru tumbuh subur. Setiap harinya, pengelola menyiapkan kurang lebih 50 paket menu berbuka puasa.

Angka 50 mungkin terlihat sederhana bagi sebuah kota besar, namun bagi santri dan warga yang hadir, paket tersebut adalah simbol keberkahan wakaf.

Kebersamaan Santri: Para santri yang menimba ilmu di kawasan ini duduk bersimpuh dalam barisan rapi, menanti azan Maghrib tiba.

Kehadiran Warga: Warga sekitar masjid turut hadir, membaur tanpa sekat, menciptakan harmoni tetangga yang erat di bawah naungan atap yang sedang dibangun.

“Walaupun belum jadi seratus persen, rasanya masjid ini sudah sangat ‘hidup’. Berbuka di sini terasa lebih syahdu karena kita melihat langsung proses perjuangan membangun rumah Allah ini,” ujar Aryandi, salah satu santri karya.

Wakaf yang Terus Mengalir

Kawasan Masjid Rahmatan Lil’alamin Batam merupakan aset Wakaf Daarut Tauhiid yang diproyeksikan menjadi pusat dakwah terpadu.

Fakta bahwa masjid ini sudah digunakan secara aktif meski konstruksi masih berjalan menunjukkan bahwa dana wakaf yang disetorkan para muwakif (pewakaf) telah memberikan manfaat nyata secara instan.

Pemanfaatan lahan wakaf ini membuktikan bahwa keberadaan masjid bukan hanya soal kemegahan arsitektur, melainkan soal seberapa besar dampak yang dirasakan oleh umat di sekelilingnya.

Pihak pengelola terus berupaya menyelesaikan pembangunan agar fasilitas masjid bisa lebih optimal. Harapannya, Ramadhan tahun depan masjid ini sudah berdiri kokoh dengan fasilitas yang lengkap, sehingga kapasitas jamaah dan paket berbuka puasa yang disediakan bisa meningkat berkali-kali lipat.

Hadirnya 50 paket nasi setiap sore di tengah debu pembangunan adalah pengingat: bahwa untuk berbuat baik dan menebar manfaat, kita tidak perlu menunggu hingga semuanya menjadi sempurna. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hangatnya Berbuka di “Masjid Setengah Jadi”: Potret Ramadhan di Masjid DT Rahmatan Lil’alamin Batam Read More »

Spiritualitas Tanpa Batas: 4.000 Jamaah Padati Mabit di Masjid Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Gelombang spiritualitas menyelimuti Masjid Daarut Tauhiid pada penghujung Februari lalu. Sebanyak 4.000 jamaah berkumpul dalam agenda Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang berlangsung mulai Sabtu (28/2) hingga Minggu (1/3).

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi masyarakat untuk memperkokoh pondasi iman sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

Acara utama dalam Mabit kali ini menghadirkan tokoh sentral Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), serta ulama terkemuka Dr. Aam Amiruddin, M.Si.

Keduanya memberikan suntikan rohani dan pemahaman Islam mendalam yang memikat antusiasme jamaah sejak awal dimulainya kegiatan.

Sebagai agenda rutin Pesantren Daarut Tauhiid, Mabit dirancang untuk menyediakan ruang ibadah yang lebih privat dan intensif, menjauhkan sejenak jamaah dari hiruk-pikuk duniawi demi fokus pada perbaikan diri.

Perjalanan Ruhiyah: Dari Kajian Hingga Muhasabah

Rangkaian kegiatan disusun secara sistematis untuk memaksimalkan pengalaman spiritual peserta. Alur ibadah dimulai dengan sesi kajian interaktif, diikuti prosesi buka puasa bersama, dan pelaksanaan shalat tarawih berjamaah yang khusyuk di area masjid.

Memasuki keheningan malam, atmosfer masjid berubah menjadi lebih syahdu saat jamaah melaksanakan qiyamul lail.

Sesi ini diperkuat dengan dzikir, doa kolektif, serta muhasabah sebagai sarana refleksi batin bagi setiap individu. Seluruh rangkaian ditutup dengan santap sahur bersama dan dituntaskan melalui Kajian MQ Pagi yang mencerahkan.

Tujuan utama dari skema ibadah ini adalah mendorong jamaah meningkatkan kualitas penghambaan serta menanamkan kesadaran untuk terus bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik.

Sinergi Puluhan Relawan dan Ribuan Jamuan

Kelancaran acara berskala besar ini merupakan buah kerja keras 78 personil Tim Khidmat. Tim yang terdiri dari santri dan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Daarut Tauhiid (GAMADA) ini menjadi tulang punggung operasional di lapangan.

Para relawan sigap mengelola berbagai aspek teknis, mulai dari alur mobilisasi jamaah di area masjid hingga memastikan kenyamanan logistik.

Dari sisi konsumsi, panitia mengelola distribusi yang luar biasa dengan menyiapkan total 8.790 porsi makanan untuk melayani kebutuhan jamaah saat waktu berbuka hingga sahur.

Lebih dari sekadar ritual rutin, Mabit Daarut Tauhiid berfungsi sebagai “kawah candradimuka” bagi pembinaan jiwa. Melalui kebersamaan dalam ibadah, para peserta tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga membawa semangat persaudaraan yang lebih kuat.

Antusiasme ribuan orang yang hadir menjadi sinyal positif bahwa di tengah kepungan gaya hidup modern, kerinduan masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan berkumpul dalam majelis ilmu tetap menyala dengan hebat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Spiritualitas Tanpa Batas: 4.000 Jamaah Padati Mabit di Masjid Daarut Tauhiid Read More »

Menanti Cahaya di Batam: Geliat Pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin yang Tak Henti Memberi Manfaat

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — Di tengah hiruk-pukuk Kota Batam yang dinamis, sebuah bangunan megah mulai menampakkan identitasnya. Dinding-dinding yang masih menampakkan guratan semen dan deretan tiang kokoh menjadi saksi bisu perjuangan mewujudkan rumah Allah.

Itulah Masjid Rahmatan Lil’alamin Daarut Tauhiid (DT) Batam, yang hingga saat ini progres pembangunannya telah menyentuh angka 55%.

Perjalanan menuju 100% memang tidak selalu mulus. Berbagai kendala teknis hingga tantangan pendanaan sempat membuat ritme pembangunan melambat. Namun, di balik tumpukan material dan perancah yang masih berdiri, ada denyut spiritual yang tak pernah padam.

Bangunan Belum Usai, Ibadah Tetap Terjaga

Meski belum mencapai bentuk sempurnanya, Masjid DT Batam menolak untuk menjadi gedung kosong yang sunyi. Sebaliknya, masjid ini telah menjadi jantung kegiatan bagi banyak orang:

  • Santri: Menjadikan area yang tersedia sebagai tempat menghafal Al-Qur’an dan menimba ilmu agama.
  • Jamaah & Warga Sekitar: Rutin melaksanakan salat berjamaah meski di tengah keterbatasan fasilitas.
  • Kegiatan Keislaman: Kajian rutin dan pembinaan umat terus berjalan, membuktikan bahwa keberkahan masjid dimulai sejak batu pertama diletakkan.

“Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi pusat peradaban. Walaupun belum jadi seutuhnya, manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh warga dan santri setiap hari,” ujar Bhekti, Ketua Monitoring Pembangunan.

Babak Baru: Memulai Kembali dengan Doa

Kabar baiknya, kini deru mesin dan aktivitas tukang mulai kembali terdengar. Pembangunan telah dilanjutkan kembali dengan semangat baru. Fokus pengerjaan diarahkan untuk menyelesaikan tahap-tahap krusial agar area masjid menjadi lebih nyaman dan fungsional bagi para jamaah.

Targetnya jelas: menyelesaikan amanah umat ini sesegera mungkin. Dengan selesainya masjid ini nanti, diharapkan manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga sekitar, tetapi juga menjadi oase dakwah bagi umat Islam di Batam secara luas.

Mencapai angka 100% adalah ikhtiar kolektif. Doa dan dukungan dari berbagai pihak menjadi energi utama bagi para relawan dan pekerja di lapangan. Semoga proses ini dimudahkan oleh Allah SWT, sehingga Masjid Rahmatan Lil’alamin segera berdiri tegak sebagai simbol rahmat bagi semesta alam. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menanti Cahaya di Batam: Geliat Pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin yang Tak Henti Memberi Manfaat Read More »