Wakaf Daarut Tauhiid

6 Januari 2026

Gen Z Memimpin Literasi Al-Qur’an: Wakaf DT Perkuat Momentum Lewat Sebaran Mushaf Nasional

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Anggapan bahwa generasi muda mulai menjauh dari nilai-nilai spiritual kini resmi terbantahkan. Berdasarkan Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025 yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Alvara Strategic Research, Generasi Z (Gen Z) justru mencatatkan diri sebagai kelompok dengan tingkat toleransi tertinggi dan kemampuan membaca Al-Qur’an terbaik di Indonesia.

Data tersebut menunjukkan bahwa indeks kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil pada Gen Z mencapai angka 56,29, melampaui generasi Milenial dan Baby Boomers. Temuan ini menjadi angin segar sekaligus sinyal bagi lembaga filantropi Islam seperti Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) untuk terus mengawal tren positif ini melalui program berkelanjutan.

Menjawab Tantangan Buta Aksara Al-Qur’an

Meskipun Gen Z menunjukkan performa literasi yang unggul, tantangan besar masih membentang di berbagai pelosok Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang minim akses terhadap fasilitas pendidikan agama. Menanggapi data Kemenag tersebut, Wakaf DT semakin masif menggulirkan program Wakaf Mushaf Al-Qur’an.

Program ini bukan sekadar membagikan buku, melainkan sebuah upaya sistematis untuk:

– Menghapus Buta Baca Tulis Al-Qur’an: Menyediakan sarana utama belajar bagi masyarakat di daerah terpencil, mualaf, hingga santri yatim.

– Mendukung Budaya Tartil: Sejalan dengan temuan Kemenag, Wakaf DT ingin memastikan kualitas bacaan masyarakat meningkat dengan menyediakan mushaf yang standar dan layak.

– Penguatan Spiritual di Wilayah Bencana: Seperti distribusi 10.000 mushaf di Sumatera baru-baru ini, wakaf ini menjadi instrumen pemulihan batin bagi korban terdampak musibah.

Sinergi Data dan Aksi Nyata

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menekankan bahwa penguatan literasi kitab suci pada generasi muda harus menjadi karakter permanen bangsa. Wakaf DT mengambil peran ini melalui skema wakaf yang memfasilitasi para dermawan untuk berkontribusi secara langsung dalam menyediakan “senjata” literasi bagi generasi mendatang.

“Capaian literasi Al-Qur’an yang tinggi pada Gen Z adalah modal besar. Namun, kita tidak boleh abai terhadap mereka yang belum memiliki akses terhadap mushaf yang layak. Di sinilah program Wakaf Mushaf hadir sebagai jembatan,” ungkap perwakilan tim Wakaf DT.

Investasi Jariyah untuk Peradaban

Melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an, setiap lembar yang dibaca oleh para penghafal Al-Qur’an dan masyarakat di pelosok akan menjadi pahala jariyah bagi para muwakif. Di tengah optimisme hasil survei tahun 2025 ini, Wakaf DT mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan tidak ada lagi saudara kita yang tertinggal dalam mengenal kalam Ilahi karena ketiadaan fasilitas.

Mari beraksi nyata. Dukung gerakan hapus buta huruf Al-Qur’an bersama Wakaf DT. Setiap mushaf yang sahabatwakafkan adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih religius dan toleran. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gen Z Memimpin Literasi Al-Qur’an: Wakaf DT Perkuat Momentum Lewat Sebaran Mushaf Nasional Read More »

Memulihkan Asa di Tanah Sumatera: Jejak Cahaya Wakaf DT untuk Korban Banjir

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera—mulai dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh—bukan sekadar menyisakan duka fisik, melainkan juga tantangan spiritual bagi para penyintas.

Di tengah surutnya air yang menyisakan lumpur, harapan mulai dipupuk kembali melalui aksi nyata Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT).

Menghidupkan Spiritual di Tengah Musibah

Sebagai langkah awal pemulihan aspek spiritual, Wakaf DT telah mendistribusikan 10.000 mushaf Al-Qur’an ke titik-titik terdampak di tiga provinsi tersebut.

Berkolaborasi dengan tim lapangan DT Peduli, penyaluran ini bertujuan agar masyarakat tetap memiliki pegangan batin dan cahaya literasi Al-Qur’an meski sedang dalam masa sulit.

Membangun Kembali yang Telah Runtuh

Komitmen Wakaf DT tidak berhenti pada bantuan darurat. Fokus utama justru terletak pada masa pascabencana.

Mengingat banyaknya fasilitas umum yang rusak, Wakaf DT telah merancang program jangka panjang untuk ikut serta dalam pembangunan kembali daerah terdampak.

Target pembangunan difokuskan pada pusat peradaban umat, seperti masjid, guna mengembalikan fungsi tempat ibadah sebagai pusat kekuatan komunitas.

Madrasah Quran, juga menjadi perhatian guna memastikan anak-anak di wilayah bencana tidak kehilangan akses pendidikan agama yang layak.

Inovasi Kemanusiaan: “Cash Wakaf for Humanity”

Untuk memastikan bantuan ini berkelanjutan, Wakaf DT mengandalkan instrumen program “Cash Wakaf for Humanity”.

Ini merupakan sebuah terobosan di mana wakaf tunai yang dihimpun dari para muwakif (pewakaf) tidak langsung habis digunakan, melainkan dioptimalisasikan melalui sektor wakaf produktif.

Hasil atau surplus dari pengelolaan wakaf produktif inilah yang kemudian disalurkan secara konsisten untuk membantu korban banjir di Sumatera, bahkan menjangkau daerah-daerah lain di Indonesia yang membutuhkan bantuan serupa.

Dengan pola ini, satu kali berwakaf bisa memberikan manfaat yang terus mengalir tanpa terputus.

“Melalui wakaf produktif, kita tidak hanya memberikan ‘ikan’ untuk hari ini, tapi membangun ‘kolam’ yang hasilnya bisa terus menghidupi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah secara berkelanjutan.”

Mari Menjadi Bagian dari Solusi

Dukungan sahabat adalah energi bagi mereka untuk bangkit. Melalui program Cash Wakaf for Humanity, setiap rupiah yang sahabat wakafkan akan menjadi bangunan fisik yang kokoh dan pahala yang terus mengalir. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memulihkan Asa di Tanah Sumatera: Jejak Cahaya Wakaf DT untuk Korban Banjir Read More »