Gen Z Memimpin Literasi Al-Qur’an: Wakaf DT Perkuat Momentum Lewat Sebaran Mushaf Nasional
WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Anggapan bahwa generasi muda mulai menjauh dari nilai-nilai spiritual kini resmi terbantahkan. Berdasarkan Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025 yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Alvara Strategic Research, Generasi Z (Gen Z) justru mencatatkan diri sebagai kelompok dengan tingkat toleransi tertinggi dan kemampuan membaca Al-Qur’an terbaik di Indonesia.
Data tersebut menunjukkan bahwa indeks kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil pada Gen Z mencapai angka 56,29, melampaui generasi Milenial dan Baby Boomers. Temuan ini menjadi angin segar sekaligus sinyal bagi lembaga filantropi Islam seperti Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) untuk terus mengawal tren positif ini melalui program berkelanjutan.
Menjawab Tantangan Buta Aksara Al-Qur’an
Meskipun Gen Z menunjukkan performa literasi yang unggul, tantangan besar masih membentang di berbagai pelosok Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang minim akses terhadap fasilitas pendidikan agama. Menanggapi data Kemenag tersebut, Wakaf DT semakin masif menggulirkan program Wakaf Mushaf Al-Qur’an.
Program ini bukan sekadar membagikan buku, melainkan sebuah upaya sistematis untuk:
– Menghapus Buta Baca Tulis Al-Qur’an: Menyediakan sarana utama belajar bagi masyarakat di daerah terpencil, mualaf, hingga santri yatim.
– Mendukung Budaya Tartil: Sejalan dengan temuan Kemenag, Wakaf DT ingin memastikan kualitas bacaan masyarakat meningkat dengan menyediakan mushaf yang standar dan layak.
– Penguatan Spiritual di Wilayah Bencana: Seperti distribusi 10.000 mushaf di Sumatera baru-baru ini, wakaf ini menjadi instrumen pemulihan batin bagi korban terdampak musibah.
Sinergi Data dan Aksi Nyata
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menekankan bahwa penguatan literasi kitab suci pada generasi muda harus menjadi karakter permanen bangsa. Wakaf DT mengambil peran ini melalui skema wakaf yang memfasilitasi para dermawan untuk berkontribusi secara langsung dalam menyediakan “senjata” literasi bagi generasi mendatang.
“Capaian literasi Al-Qur’an yang tinggi pada Gen Z adalah modal besar. Namun, kita tidak boleh abai terhadap mereka yang belum memiliki akses terhadap mushaf yang layak. Di sinilah program Wakaf Mushaf hadir sebagai jembatan,” ungkap perwakilan tim Wakaf DT.
Investasi Jariyah untuk Peradaban
Melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an, setiap lembar yang dibaca oleh para penghafal Al-Qur’an dan masyarakat di pelosok akan menjadi pahala jariyah bagi para muwakif. Di tengah optimisme hasil survei tahun 2025 ini, Wakaf DT mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan tidak ada lagi saudara kita yang tertinggal dalam mengenal kalam Ilahi karena ketiadaan fasilitas.
Mari beraksi nyata. Dukung gerakan hapus buta huruf Al-Qur’an bersama Wakaf DT. Setiap mushaf yang sahabatwakafkan adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih religius dan toleran. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan

