Aa Gym: Menghadapi Aib, Antara Penilaian Makhluk dan Kasih Sayang Khaliq
WAKAFDT.OR.ID — Sahabat-sahabatku sekalian. Pernah tidak kita merasa gelisah, hati tidak tenang, hanya karena takut “borok” kita ketahui orang lain? Jujur saja, itu manusiawi.
Kita semua punya rasa malu, tidak mau kekurangan atau masa lalu kita yang kelam jadi tontonan orang. Rasanya kita ingin sekali menutup rapat-rapat pintu rahasia itu, supaya tetap terlihat “shaleh” atau “baik” di mata manusia.
Tapi coba kita tanya ke hati nurani yang paling dalam: Kalau aib itu akhirnya terbongkar, itu musibah atau karunia?
Fokus pada Penilaian Siapa?
Ternyata, masalahnya sering kali ada pada fokus kita. Kita ini terlalu sibuk memikirkan “Apa kata orang?” tapi lupa bertanya “Apa kata Allah?”. Kita takut dijauhi manusia, tapi tidak takut dijauhi rahmat Allah.
Ingatlah sahabatku, tidak ada manusia yang sempurna. Hanya para Nabi yang maksum, yang dijaga langsung oleh Allah dari dosa. Kita? Kita ini cuma hamba yang banyak salahnya.
Kalau sekarang kita masih terlihat terhormat, itu bukan karena kita hebat, tapi karena Allah masih sangat baik menutupi aib-aib kita. Kalau saja Allah buka satu saja kotoran hati kita, mungkin tidak akan ada yang mau duduk di dekat kita hari ini.
Allah Maha Menyaksikan
Hadirkan dalam hati, Allah itu Al-Alim, Maha Mengetahui. Mau kita sembunyikan di lubuk hati yang paling gelap sekalipun, Allah tahu. Setiap maksiat yang kita lakukan, tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya.
Maka, daripada capek-capek bersandiwara di depan manusia, lebih baik kita sibuk memperbaiki diri di hadapan Allah Ta’ala.
Lalu, bagaimana kalau dosa kita sudah segunung? Bagaimana kalau aib kita sudah terlanjur banyak?
Sahabatku, jangan putus asa. Allah itu Maha Baik. Selama nafas masih ada, pintu taubat itu terbuka lebar, selebar-lebarnya.
Allah sudah berjanji dalam Al-Qur’an, siapa pun yang pernah berbuat zalim pada dirinya sendiri lalu mau sujud memohon ampun, Allah akan terima. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
- Jangan tunda lagi: Kita tidak tahu kapan jatah usia kita habis.
- Segera bertaubat: Sebelum menyesal di saat waktu sudah berhenti.
Mari kita manfaatkan sisa umur ini untuk benar-benar pulang kepada-Nya. Jangan sampai kita mati dalam keadaan membawa topeng di hadapan manusia, tapi membawa tumpukan dosa di hadapan Allah. Wallahu a’lam bishowab.
(KH. Abdullah Gymnastiar)
Redaktur: Wahid Ikhwan
Aa Gym: Menghadapi Aib, Antara Penilaian Makhluk dan Kasih Sayang Khaliq Read More »



